---------- Forwarded message ----------
From: Jihadudddin Fikri <[email protected]>
Date: 2009/1/10
Subject: [Motivasi Islami] Cerita
To: [email protected]


  Api dan Asap

Suatu
ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya porak
poranda. Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang yang berhasil
mendapatkan pelampung. Namun,
nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah
pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan.

Dia
terus berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya. Setiap saat,
dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang
merapat. Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang
mau melewatinya.

Lama
kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan
badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk
tempatnya beristirahat. Dibuatnya ruman-rumahan, sekedar tempat untuk
melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat, agar bangunan itu
kokoh dan dapat bertahan lama.

Keesokan
harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk
penganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga
kemudian, ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah
hangus terbakar, rata dengan tanah, hampir tak bersisa. Gubuk itu
terbakar, karena perapian yang lupa dipadamkannya. Asap membubung
tinggi, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam. Pria ini berteriak
marah, "Ya Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku. Mengapa?...
Mengapa?". Teriaknya melengking menyesali nasib.

Tiba-tiba...terdengar
peluit yang ditiup. Tuittt.....tuuitttt. Ternyata ada sebuah kapal yang
datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah beberapa orang
menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini. Pria ini kembali
terkejut, ia lalu bertanya, "Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada
disini? Mereka menjawab, "Kami melihat simbol asapmu!!"

~Author Unknown

Teman,
sangat mudah memang bagi kita, untuk marah saat musibah itu tiba.
Nestapa yang kita terima, tampak akan begitu berat, saat terjadi dan
berulang-ulang. Kita memang bisa memilih untuk marah, mengumpat, dan
terus mengeluh. Namun, teman, agaknya kita tak boleh kehilangan hati
kita. Sebab, Tuhan selalu ada pada hati kita, walau dalam keadaan yang
pali berat sekalipun.

Dan
teman, ingatlah, saat ada "asap dan api" yang membubung dan terbakar
dalam hatimu, jangan kecil hati. Jangan sesali semua itu. Jangan
hilangkan perasaan sabar dalam kalbumu. Sebab, bisa jadi, itu semua
adalah sebagai tanda dan simbol bagi orang lain untuk datang padamu,
dan mau menolongmu. Sebab, untuk semua hal buruk yang kita pikirkan,
akan selalu ada jawaban yang menyejukkan dari-Nya. Tuhan Maha Tahu yang
terbaik buat kita. Jangan hilangkan harapan itu.

Terima kasih telah membaca.
Hope you are well and please do take care.
Wassalamualaikum wr wb.

Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman ke
Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

 

Kirim email ke