boleh juga pak ery kalo ada cerita sejarah lagi soal kebudayaan islam barang 
kali masih ada yg belom tau atau lupa. jadi kita tau perkembantgan islam 
swkarang,apa lagi sampe sejarang israel kan banyak saudara muslim kita 
  

ery wijaya <[email protected]> wrote:
            FYI
   
Best Regard, 


Ery Wijaya
http://erywijaya.wordpress.com/


  

  
  ----- Forwarded Message ----
From: Agya Utama <[email protected]>
To: Sipil 95 UNDIP <[email protected]>
Cc: PPI Thailand <[email protected]>
Sent: Monday, 5 January, 2009 8:20:58
Subject: [PERMITHA] [PPI-Belanda] Fw: Sejarah bangsa Israel

    
                      
  


--- On Sun, 1/4/09, ricko ricko <rickojk...@yahoo. com> wrote:
  From: ricko ricko <rickojk...@yahoo. com>
Subject: Urang Subang - Sejarah bangsa Israel
To: sub...@yahoogroups. com
Date: Sunday, January 4, 2009, 8:56 AM

                   Sejarah Bangsa Israel   
  
  
  Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan nama Israel. Terutama setelah 
penyerangan besar-besaran. Sebenarnya siapa bangsa Israel itu?
  
  Nama Yahudi barangkali diambil dari Yehuda. Yehuda adalah salah seorang putra 
nabi Yakub (Kejadian 29: 22) yang kemudian hari dijadikan nama salah satu 
kerajaan Israel yang pecah menjadi dua, setelah Solomon (Sulaiman) meninggal (1 
Raja-Raja 12). Sedangkan nama Israel adalah nama yang diberikan Tuhan kepada 
Yakub, setelah Yakub memenangkan pergulatan melawan Tuhan (Kejadian 32:28). 
Karena dosa-dosanya yang sudah tidak termaafkan lagi, bangsa Israel ini dihukum 
oleh Tuhan dengan menghancurkan kerajaan yang mereka miliki (2 Raja-Raja 
17:7-23).
  Bangsa Yahudi sangat terobsesi oleh kitab suci mereka, bahwa hanya merekalah 
satu-satunya bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menguasai dunia ini. Bukankah 
Tuhan juga yang menyatakan kepada nenek moyang mereka Ibrahim, bahwa dari 
keturunan Ibrahimlah Tuhan akan menurunkan raja-raja didunia ini.. Bagi mereka, 
keturunan Ibrahim hanyalah anak cucu yang lahir dari Sarah, isteri pertama 
Ibrahim, sehingga keberadaan Ismael anak sulung Ibrahim dari Hajar, dianggap 
tidak ada. Atas kecongkakkan dan kesombongan ini, Tuhan murka kepada bani 
Israel. Beratus-ratus tahun mereka menjadi warga negara kelas kambing yang 
tertindas di negeri Firaun. Setelah Musa berhasil membawa mereka keluar dari 
Mesir, bangsa Israel sempat mempunyai kerajaan yang dibangun oleh Daud dan 
mencapai masa keemasannya ditangan Solomon. Kerajaan yang kemudian pecah 
menjadi dua karena intrik anak-anak Solomon, lalu menjadi lemah dan akhirnya 
mereka dijajah oleh Firaun Nekho (2 Raja-Raja 23:31-35). Diusir sebagai
 orang buangan oleh Nebukadnezar bangsa Babilonia (2 Raja-Raja 25:1-21). 
Dijajah oleh Romawi. Dimusnahkan oleh Nazi, Jerman. Kesemuanya itu adalah 
hukuman Tuhan, kepada bangsa yang oleh Yesus (Isa al Masih) disebut sebagai 
keturunan bangsa ular beludak (Matius 23:33). Hukuman tersebut tidak membuat 
mereka jera, dan bertobat. Malah menjadikan dendam kesumat dihati bangsa ini 
untuk melawan Tuhan, Allah Maha Pencipta.
  Kecongkakkan mereka dengan menganggap diri sebagai bangsa pilihan Tuhan 
satu-satunya yang berhak memerintah dunia ini, membuat mereka dengan sombongnya 
bersumpah, untuk memerangi agama lain selain agama mereka dengan segala cara, 
persis ketika Iblis bersumpah kepada Tuhan untuk memperdayai anak cucu Adam, 
sampai dunia kiamat nanti. Tuhanpun memperingatkan ummat Islam, melalui 
Al-Quran untuk berhati-hati terhadap tipu daya Yahudi ini.
  Pegangan mereka adalah kitab Talmud. Yang merupakan kitab setan, karena 
sangat jauh menyimpang, bahkan mungkin bertolak belakang dengan ajaran Taurat.
  Nabi Daud AS, yang juga raja, menaklukkan bukit Zion yang merupakan benteng 
dari kaum Yabus. Nabi Daud AS tinggal di benteng itu dan diberinya nama: 
"bandar Daud" (Samuel II 5:7-9)
  Sejak itu maka Zion menjadi tempat suci, dikeramatkan orang-orang Yahudi yang 
mereka percayai bahwa Tuhan tinggal di tempat itu: "Indahkanlah suaramu untuk 
Tuhan Yang menetap di Zion" (Mazmur 9:11).
  Zionisme ialah gerakan orang-orang Yahudi yang bersifat ideologis untuk 
menetap di Palestina, yakni di bukit Zion dan sekitarnya. Walaupun Nabi Musa AS 
tidak sampai pernah menginjakkan kaki beliau di sana, namun orang-orang Yahudi 
menganggap Nabi Musa AS adalah pemimpin pertama kaum Zionis.
  Untuk mencapai cita-citanya, Zionisme membangkitkan fanatisme kebangsaan 
(keyahudian) , keagamaan dengan mempergunakan cara kekerasan untuk sampai 
kepada tujuannya. Zionisme memakai beberapa tipudaya untuk mengurangi dan 
menghilangkan sama sekali penggunaan kata "Palestina", yakni mengganti dengan 
perkataan-perkataan lain yang berkaitan dengan sejarah bangsa Yahudi di negeri 
itu. Digunakanlah nama "Israel" untuk negara yang telah didirikan oleh mereka, 
sebab Zionisme di Palestina identik dengan kekerasan, kezaliman dan kehancuran. 
Kaum Zionis mengambil nama Israel adalah untuk siasat guna mengelabui dan 
menipu publik, bahwa negara Israel itu tidak akan menggunakan cara-cara yang 
biasa digunakan oleh kaum Zionis. Pada hal dalam hakikatnya secra substansial 
tidaklah ada perbedaan sama sekali antara Israel dengan Zionisme. Israel 
sendiri berasal dari dua kata, isra mempunyai arti hamba, dan ell berarti Allah.
  Secara substansial protokol Zionisme adalah suatu konspirasi jahat terhadap 
kemanusiaan. Protokol berarti pernyataan jika dinisbatkan kepada para 
konseptornya, dan berarti laporan yang diterima serta didukung sebagai suatu 
keputusan jika dikaitkan pada muktamar di Bale, Switzerland, tahun 1897, yang 
diprakarsai oleh Teodor Herzl.
  .
  Protokol-protokol itu yang sebagai dokumen rahasia disimpan di tempat 
rahasia, namun beberapa diantaranya dibocorkan oleh seorang nyonya 
berkebangsaan Perancis yang beragama Kristen dalam tahun 1901. Dalam perjumpaan 
nyonya itu dengan seorang pemimpin teras Zionis di rumah rahasia golongan 
Mesonik di Paris, nyonya itu sempat melihat sebagian dari protokol-protokol 
itu.. Nyonya itu sangat trperanjat setelah membaca isinya. Ia berhasil mencuri 
sebagian dari dokumen rahasia itu, yang disampaikannya kepada Alex Nikola 
Nivieh, ketua dinas rahasia Kekaisaran Rusia Timur.
  Sebagian kecil dari protokol-protokol Zionisme itu akan disampaikan seperti 
berikut:    
   Manusia terbagi atas dua bagian, yaitu Yahudi dan non-Yahudi yang disebut 
Joyeem, atau Umami. Jiwa-jiwa Yahudi dicipta dari jiwa Tuhan, hanya mereka 
sajalah anak-anak Tuhan yang suci-murni. Kaum Umami berasal-usul dari syaithan, 
dan tujuan penciptan Umami ini untuk berkhidmat kepada kaum Yahudi. Jadi kaum 
Yahudi merupakan pokok dari anasir kemanusiaan sedangkan kaum Umami adalah 
sebagai budak Yahudi. Kaum Yahudi boleh mencuri bahkan merampas harta benda 
kaum Umami, boleh menipu mereka, berbohong kepada mereka, boleh menganiaya, 
boleh membunuh serta memperkosa mereka. Sesungguhnya tabiat asli kaum Yahudi 
ini bukan hanya ada disebutkan dalam protokol dokumen rahasia Zionis tersebut, 
melainkan ini adalah warisan turun temurun sejak cucu Nabi Ibrahim AS dari 
jalur Nabi Ishaq AS ini mulai mengalami dekadensi (baca: busuk ke dalam), yaitu 
sepeninggal Nabi Sulaiman AS. Ini diungkap dalam Al Quran (transliterasi huruf 
demi huruf): QALWA LYS ‘ALYNA FY ALAMYN SBYL (S. AL
 ‘AMRAN, 75), dibaca: qa-lu- laysa ‘alayna- fil ummiyyi-na sabi-l (s. ali 
‘imra-n), artinya: mereka berkata tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang 
ummi (3:75).   
   Protokol Zionisme tentang faham jiwa-jiwa Yahudi dicipta dari jiwa Tuhan, 
hanya mereka sajalah anak-anak Tuhan yang suci-murni, sangatlah menyimpang dari 
syari’at yang dibawakan oleh Nabi Musa AS. Mereka yang menyimpang inilah yang 
dimaksud dengan almaghdhu-b, artinya yang dimurkai dalam Surah Al Fa-tihah ayat 
7.   
   Protokol-protokol Zionisme itu merancang juklatnya dengan menye-barkan 
faham-faham yang bermacam-macam. Faham yang mereka tebarkan berbeda dari masa 
ke masa. Suatu waktu mempublikasikan sekularisme kapitalisme, suatu waktu 
menebar atheisme komunisme, suatu waktu berse-lubung agnostik sosialisme. Untuk 
menebarkan pengaruh internasional, protokol-protokol itu antara lain berisikan 
perencanaan keuangan bagi kerajaan Yahudi Internasional yang menyangkut mata 
uang, pinjaman-pinjaman, dan bursa. Media surat kabar adalah salah satu 
kekuatan besar dan melalui jalan ini akan dapat memimpin dunia. Manusia akan 
lebih mudah ditundukkan dengan bencana kemiskinan daripada ditundukkan oleh 
undang-undang. 
  Pada tahun 1902 dokumen rahasia Zionis itu diterbitkan dalam bentuk buku 
berbahasa Rusia oleh Prof. Nilus dengan judul ‘PROTOKOLAT ZIONISME’. Dalam kata 
pengantarnya Prof. Nilus berseru kepada bangsanya agar berhati-hati akan satu 
bahaya yang belum terjadi. Dengan seruan itu terbongkarlah niat jahat Yahudi, 
dan hura-hura pun tak bisa dikendalikan lagi, dimana saat itu telah terbantai 
lebih kurang 10.000 orang Yahudi. Theodor Herzl, tokoh Zionis Internasional 
berteriak geram atas terbongkarnya Protokolat mereka yang amat rahasia itu, 
karena tercuri dari pusat penyim-panannya yang dirahasiakan, dan 
penyebar-luasannya sebelum saatnya akan membawa bencana. Peristiwa pembantaian 
atas orang-orang Yahudi itu mereka rahasiakan. Lalu mereka ber-gegas membeli 
dan memborong habis semua buku itu dari toko-toko buku. Untuk itu, mereka tidak 
segan-segan membuang beaya apa saja yang ada, seperti ; emas, perak, wanita, 
dan sarana apa saja, asal naskah-naskah itu bisa disita oleh
 mereka.
  .
  Mereka menggunakan semua pengaruhnya di Inggris, supaya Inggris mau menekan 
Rusia untuk menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi di sana. Semua 
itu bisa terlaksana setelah usaha yang amat berat.
  Pada tahun 1905 kembali Prof. Nilus mencetak ulang buku itu dengan amat cepat 
dan mengherankan. Pada tahun 1917 kembali dicetak lagi, akan tetapi para 
pendukung Bolshvic menyita buku protokolat itu dan melarangnya sampai saat ini. 
Namun sebuah naskah lolos dari Rusia dan diselun-dupkan ke Inggris oleh seorang 
wartawan surat kabar Inggris ‘The Morning Post’ yang bernama Victor E.Mars dan 
dalam usahanya memuat berita revolusi Rusia. Ia segera mencarinya di 
perpustakaan Inggris, maka didapatinya estimasi tentang akan terjadinya 
revolusi komunis. Ini sebelum lima belas tahun terjadi, yakni di tahun 1901. 
Kemudian wartawan itu menterjemahkan Protokolat Zionis itu ke dalam bahasa 
Inggris dan dicetak pada tahun 1912.
  Hingga kini tidak ada satu pun penerbit di Inggris yang berani mencetak 
Protokolat Zionis itu, karena kuatnya pengaruh mereka di sana. Demikian pula 
terjadi di Amerika. Kemudian buku itu muncul dicetak di Jerman pada tahun 1919 
dan tersebar luas ke beberapa negara. Akhirnya buku itu diterjemah-kan ke dalam 
bahasa Arab, antara lain oleh Muhammad Khalifah At-Tunisi dan dimuat dalam 
majalah Mimbarusy-Syarq tahun 1950. Perlu diketahui, bahwa tidak ada orang yang 
berani mempublikasikan Protokolat itu, kecuali ia berani menghadapi tantangan 
dan kritik pedas pada koran-koran mereka, sebagaimana yang dialami oleh 
penerjemah ke dalam bahasa Arab yang dikecam dalam dua koran berbahasa Perancis 
yang terbit di Mesir.
  Setelah melalui proses yang amat panjang akhirnya pada 14 Mei 1948 silam, 
kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel. Dengan kemerdekaan ini, 
cita-cita orang orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk 
mendirikan negara sendiri, tercapai. Mereka berhasil melaksanakan "amanat" yang 
disampaikan Theodore Herzl dalam tulisannya Der Judenstaat (Negara Yahudi) 
sejak 1896. Tidaklah mengherankan jika di tengah-tengah negara-negara Timur 
Tengah yang mayoritas menganut agama Islam, ada sekelompok manusia yang 
berkebudayaan dan bergaya hidup Barat. Mereka adalah para imigran Yahudi yang 
didatangkan dari berbagai negara di dunia karena mengalami pembantaian oleh 
penguasa setempat.
  Sejak awal Israel sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di 
daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis 
dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong-bondong datang ke Palestina. 
Imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ini terjadi sejak akhir tahun 1700-an. 
Akibat pembantaian diderita, maka mereka merasa harus mencari tempat yang aman 
untuk ditempati. Oleh Inggris mereka ditawarkan untuk memilih kawasan 
Argentina, Uganda, atau Palestina untuk ditempati, tapi Herzl lebih memilih 
Palestina.
  Herzl adalah The Founding Father of Zionism. Dia menggunakan zionisme sebagai 
kendaraan politiknya dalam merebut Palestina. Kemampuannya dalam melobi para 
penguasa dunia tidak diragukan lagi. Sederetan orang-orang terkenal di dunia 
seperti Paus Roma, Kaisar Wilhelm Jerman, Ratu Victoria Inggris, dan Sultan 
Turki di Istambul telah ditaklukkannya. Zionisme adalah otak dalam perebutan 
wilayah Palestina dan serangkaian pembantaian yang dilakukan Yahudi.
  Dengan berdatangannya bangsa Yahudi ke Palestina secara besar-besaran, 
menyebabkan kemarahan besar penduduk Palestina. Gelombang pertama imigrasi 
Yahudi terjadi pada tahun 1882 hingga 1903. Ketika itu sebanyak 25.000 orang 
Yahudi berhasil dipindahkan ke Palestina. Mulailah terjadi perampasan tanah 
milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi. Bentrokan pun tidak dapat dapat 
dihindari. Kemudian gelombang kedua pun berlanjut pada tahun 1904 hingga 1914. 
Pada masa inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak.
  Berdasarkan hasil perjanjian Sykes Picot tahun 1915 yang secara rahasia dan 
sepihak telah menempatkan Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris.. Dengan 
berlakunya sistem mandat atas Palestina, Inggris membuka pintu lebar-lebar 
untuk para imigran Yahudi dan hal ini memancing protes keras bangsa Palestina.
  Aksi Inggris selanjutnya adalah memberikan persetujuannya melalui Deklarasi 
Balfour pada tahun 1917 agar Yahudi mempunyai tempat tinggal di Palestina. John 
Norton More dalam bukunya The Arab-Israeli Conflict mengatakan bahwa Deklarasi 
Balfour telah menina-bobokan penguasa Arab terhadap pengkhiatan Inggris yang 
menyerahkan Palestina kepada Zionis.
  Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih 
kekuasaan. Resolusi DK PBB No. 181 (II) tanggal 29 November 1947 membagi 
Palestina menjadi tiga bagian. Hal ini mendapat protes keras dari penduduk 
Palestina. Mereka menggelar demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan PBB 
ini. Lain halnya yang dilakukan dengan bangsa Yahudi. Dengan suka cita mereka 
mengadakan perayaan atas kemenangan besar ini. Bantuan dari beberapa negara 
Arab dalam bentuk persenjataan perang mengalir ke Palestina. Saat itu pula 
menyusul pembubaran gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan pembunuhan terhadap 
Hasan al-Banna yang banyak berperan dalam membela Palestina dari cengkraman 
Israel.
  Apa yang dilakukan Yahudi dalam merebut Palestina tidaklah terlepas dari 
dukungan Inggris dan Amerika. Berkat dua negara besar inilah akhirnya Yahudi 
dapat menduduki Palestina secara paksa walaupun proses yang harus dilalui 
begitu panjang dan sulit. Palestina menjadi negara yang tercabik-cabik selama 
30 tahun pendudukan Inggris. Sejak 1918 hingga 1948, sekitar 600.000 orang 
Yahudi diperbolehkan menempati wilayah Palestina. Penjara-penjara dan kamp-kamp 
konsentrasi selalu dipadati penduduk Palestina akibat pemberontakan yang mereka 
lakukan dalam melawan kekejaman Israel.
  Tahun 1956, Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel, setelah gerakan Islam 
di kawasan Arab dipukul dan Abdul Qadir Audah, Muhammad Firgholi, dan Yusuf 
Thol’at yang terlibat langsung dalam peperangan dengan Yahudi di Palestina 
dihukum mati oleh rezim Mesir. Dan pada tahun 1967, semua kawasan Palestina 
jatuh ke tangan Israel. Peristiwa itu terjadi setelah penggempuran terhadap 
Gerakan Islam dan hukuman gantung terhadap Sayyid Qutb yang amat ditakuti kaum 
Yahudi. Tahun 1977, terjadi serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp David 
yang disponsori oleh mendiang Anwar Sadat dari Mesir
  .
  Akhirnya pada Desember 1987, perjuangan rakyat Palestina terhimpun dalam satu 
kekuatan setelah sekian lama melakukan perlawanan secara sporadis terhadap 
Israel. Gerakan Intifadhah telah menyatukan solidaritas rakyat Palestina. 
Intifadhah merupakan aksi pemberontakan massal yang didukung massa dalam jumlah 
terbesar sejak tahun 1930-an. Sifat perlawanan ini radikal revolusioner dalam 
bentuk aksi massal rakyat sipil.
  Adanya kehendak kolektif untuk memberontak sudah tidak dapat ditahan lagi. 
Untuk tetap bertahan dalam skema transformasi masyarakat yang menghindari aksi 
kekerasan, maka atas prakarsa Syekh Ahmad Yassin dibentuklah HAMAS (Harakah 
al-Muqawwah al-Islamiyah) pada bulan Januari 1988, sebagai wadah aspirasi 
rakyat Palestina yang bertujuan mengusir Israel dari Palestina, mendirikan 
negara Islam Palestina, dan memelihara kesucian Masjid Al-Aqsha. HAMAS 
merupakan "anak" dari Ikhwanul Muslimin karena para anggotanya berasal dari 
para pengikut gerakan Ikhwanul Muslimin. Perlawanan terhadap Israel semakin 
gencar dilakukan dan mengakibatkan kerugian material bagi Israel berupa 
kehancuran pertumbuhan ekonomi, penurunan produksi industri dan pertanian, 
serta penurunan investasi. Kerugian lainnya yaitu hilangnya ketenangan dan rasa 
aman bangsa Israel.
  Tidak ada manipulasi sejarah yang lebih dahsyat dari pada yang dilakukan kaum 
Zionis terhadap bangsa Palestina. Kongres Zionis I di Basle merupakan titik 
balik dari sejarah usaha perampasan tanah Palestina dari bangsa Arab. Namun 
hebatnya, para perampas ini tidak dianggap sebagai ”perampok” tetapi malahan 
dipuja sebagai ”pahlawan” dan bangsa Arab yang melawannya dianggap sebagai 
”teroris” dan penjahat yang perlu dihancurkan.
  Salah satu kunci untuk memahami semua ini ialah karena sejak Kongres I kaum 
Zionis sudah mengerti kunci perjuangan abad XX yakni: diplomasi, lobi, dan 
penguasaan media massa. Herzl sebagai seorang wartawan yang berpengalaman 
dengan tangkas memanfaatkan tiga senjata andal dalam perjuangan politik abad 
modern ini. Sejak Kongres I, dia sangat rajin melobi para pembesar di Eropa, 
mendekati wartawan, dan melancarkan diplomasi ke berbagai negara. Hasilnya 
sungguh luar biasa. Zionisme lantas diterima sebagai gerakan politik yang sah 
bagi usaha merampas tanah Palestina untuk bangsa Yahudi.
  Tokoh-tokoh Yahudi banyak terjun ke media massa, terutama koran dan industri 
film. Hollywood misalnya didirikan oleh Adolf Zuckjor bersaudara dan 
Samuel-Goldwyn- Meyer (MGM). Dengan dominasi yang luar biasa ini, mereka 
berhasil mengubah bangsa Palestina yang sebenarnya adalah korban kaum Zionis 
menjadi pihak ”penjahat”.
  .
  Apakah anda tau siapa yang menguasai kantor-kantor berita seperti Reuter, 
Assosiated Press, United Press International, surat kabar Times dan jaringan 
telivisi terkenal dunia serta perusahaan film di Holywood? Semuanya adalah 
bangsa Yahudi. Reuter didirikan oleh Yahudi Jerman, Julius Paul Reuter yang 
bernama asli Israel Beer Josaphat. Melalui jaringan informasi dan media 
komunikasi massa inilah mereka menciptakan image negatif terhadap Islam, 
seperti Islam Fundamentalis, Islam Teroris, dan lain sebagainya. Demikian 
gencarnya propaganda ini, sampai-sampai orang Islam sendiri ada yang phobi 
Islam.
  Edward Said, dalam bukunya Blaming The Victims secara jitu mengungkapkan 
bagaimana media massa Amerika menciptakan gambaran negatif bangsa Palestina. 
Sekitar 25 persen wartawan di Washington dan New York adalah Yahudi, sebaliknya 
hampir tidak ada koran atau TV Amerika terkemuka yang mempunyai wartawan Arab 
atau Muslim. Kondisi ini berbeda dengan media Eropa yang meskipun dalam jumlah 
terbatas masih memiliki wartawan Arab atau muslim. Dengan demikian laporan 
tentang Palestina di media Eropa secara umum lebih ”fair” daripada media 
Amerika.
  Edward Said yang terkenal dengan bukunya Orientalism (Verso 1978), 
menguraikan apa yang dilakukan kaum Zionis terhadap bangsa Palestina merupakan 
praktik kaum Orientalis yang sangat nyata. Pertama, sejarah ditulis ulang, 
yakni Palestina sebelum berdirnya Israel ialah: wilayah tanpa bangsa untuk 
bangsa yang tidak mempunyai tanah air. Kedua, bangsa Palestina yang menjadi 
korban dikesankan sebagai bangsa biadab yang jadi penjahat. Ketiga, tanah 
Palestina hanya bisa makmur setelah kaum Zionis beremigrasi ke sana.
  Penulis :
Agam Rosyidi
URL : http://agam. rosyidi.com/ sejarah-bangsa- israel/ 
  Referensi:
swaramuslim

H.Muh.Nur Abdurrahman Makassar

















  


  

                           

       
---------------------------------
  Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

Kirim email ke