Pemerintah Iran membuat membuat gebrakan baru lagi terkait agresi
brutal Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Pemerintahan
Presiden Mahmud Ahmadinejad mengajukan draft undang-undang ke parlemen
yang akan menjatuhkan sanksi bagi perusahaan-perusahaan asing yang
terbukti memiliki hubungan dengan Israel atau memberikan dukungan
moneter untuk kepentingan-kepentingan Israel.
Langkah ini adalah langkah yang kesekian kalinya dilakukan pemerintah Iran 
untuk menekan Israel. 
Pekan kemarin, pemerintah Iran memerintahkan agar distribusi
produk-produk dari perusahaan yang diduga punya hubungan dengan Israel,
dihentikan. Menteri Pertambangan dan Industri Iran, Ali Akbar Mehrabian
mengatakan, instruksi berlaku sampai dilakukan evaluasi final tentang
status pemilik modal perusahaan-perusahaan yang bersangkutan. 
Sejauh ini, Iran belum mengumumkan nama perusahan-perusahaan itu,
termasuk detil dari draft undang-undang yang diajukan pemerintahan
Ahmadinejad. 
Selain Iran, Malaysia lewat Perdana Menteri-nya Abdullah Ahmad
Badawi juga mendesak komunitas internasional untuk menerapkan sanksi
pada Israel. Badawi menyebut agresi Israel ke Gaza sebagai tindakan
amoral dan mengatakan bahwa para pemimpin dunia punya tanggung jawab
moral untuk membantu rakyat Palestina. 
Sementara itu, negara-negara Arab masih bersikap menunggu untuk
menerapkan sanksi tegas terhadap Israel. Pemerintah Qatar mengatakan
siap memutus hubungan dagang dengan Israel jika negara-negara Arab
lainnya juga melakukan tindakan yang sama. 
Saat ini, negara Arab yang secara resmi membuka hubungan diplomatik
dengan Israel adalah Yordania dan Mesir. Yordania belum memutuskan
apakah akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, meski
kemungkinan itu menurut pejabat pemerintahan Yordania terbuka akibat
tekanan dari publik Yordania agar negara itu memutus hubungan
diplomatik dengan Israel. (ln/prtv)
http://eramuslim.com/berita/dunia/pemerintah-iran-ajukan-draft-uu-boikot-israel.htm



      

Kirim email ke