Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mendesak Raja Arab Saudi, Raja
Abdullah bin Abdul Aziz untuk segera mengambil sikap tegas atas krisis
di Jalur Gaza. Desakan itu disampaikan Ahmadinejad dalam surat yang ia
kirim ke Raja Abdullah, Kamis (15/1).
Dalam suratnya, Ahmadinejad mengingatkan Raja Saudi bahwa warga Gaza
sedang mengalami masa yang paling sulit akibat blokade dan serangan
brutal dari laut, darat dan udara yang dilakukan oleh kaum Zionis yang
tak beradab.
"Kaum perempuan, anak-anak, orang-orang lanjut usia dan warga
masyarakat biasa dibantai di tanah airnya sendiri. Kekejaman dan
kekerasan yang sedang dilakukan Israel di Gaza, telah merobek dan
membuat marah setiap manusia yang melihatnya," tulis Ahmadinejad.
Ia menyatakan, kekuatan-kekuatan agresif yang mengklaim sebagai
penegak demokrasi dan hak asasi manusia, telah mempersenjatai rezim
Zionis dan telah dengan sengaja membentuk rezim itu dengan tujuan untuk
melakukan kejahatan, penindasan dan penjajahan.
"Kekuatan-kekuatan tersebut bukan hanya mendukung tindakan Zionis
Israel, tapi juga telah menggunakan kekuatannya lewat
organisasi-organisasi internasional untuk memberi kesempatan pada rezim
ini melakukan pembantaian," kata Ahmadinejad dalam suratnya pada Raja
Saudi.
Sayangnya, tulis Ahmadinejad, sejumlah pemerintahan Islam dan Arab
di kawasan (Timur Tengah) memaafkan genosida yang tak terperi itu
dengan sikap diam dan senyum kepuasan. Negara-negara ini sedang
menunggu dan ingin melihat perlawanan yang heroik dari sebuah bangsa
yang pasrah. "Allah melarang, untuk berpihak pada kekejaman dan
penindasan yang dilakukan penjajah," tukas Ahmadinejad.
Masih dalam suratnya, Presiden Iran itu mengatakan bahwa semua orang
tahu bahwa tidak ada masa depan buat rezim Zionis. Apa yang dilakukan
Israel sekarang menunjukkan keputusasaan rezim tersebut atas
eksistensinya di kawasan.
"Seperti semua orang dan bangsa yang merdeka, yang menyuarakan
protesnya terhadap rezim Zionis dan kekejamannya yang dilakukan di
Gaza, Anda, sebagai Raja Arab Saudi dan Pelindung Dua Tempat Suci yaitu
Makkah dan Madinah, diharapkan mengakhiri sikap diam Anda melihat
bencana dan pembantaian yang sedang terjadi di Gaza dan segera
mengambil sikap yang jelas atas pembunuhan terhadap anak-anak Anda yang
menjadi bagian dari umat Islam," tandas Ahmadinejad.
Ahmadinejad menyatakan yakin, kejelasan sikap Raja Saudi akan
mematahkan harapan dari kekuatan-kekuatan dunia yang korup dan ingin
memecahbelah dunia Islam.
Dalam penutup suratnya, Ahmadinejad mendoakan kemenangan bagi
bangsa-bangsa yang merdeka dan perlawanan yang berani dari warga Gaza.
Ia juga meminta agar Allah menghancurkan para penjajah seperti rezim
Zionis.
Dalam kesempatan berbeda, Ahmadinejad menilai para pemimpin Israel
sudah kehilangan kontrol diri mereka, sehingga mereka membunuh
anak-anak dan warga tak berdosa di Gaza. Ia juga menyerukan warga
Israel untuk turun ke jalan memprotes agresi yang dilakukan
pemerintahnya terhadap bangsa Palestina dan menyerukan tentara Israel
untuk menolak perintah yang diberikan militernya.
"Saya menyerukan mereka yang tinggal di daerah-daerah pendudukan,
termasuk kaum Yahudi, Kristiani dan Muslim untuk turun ke jalan dan
bergabung dengan masyarakat dunia lainnya untuk mengecam kejahatan
perang yang dilakukan Israel," ajaknya. (ln/prtv)
http://eramuslim.com/berita/dunia/desakan-ahmadinejad-pada-raja-saudi-dan-warga-israel.htm



      

Kirim email ke