Orang Arab sendiri gak pernah mau bersatu ya gimana mau mengalahkan Israel. Mari kita lebih jauh merenungkan diri, orang Islam itu terkadang kalau melihat masalah Islam tidak pernah bisa bersatu, contoh mudahnya saja antara Iran, Irak, Mesir dan Arab Saudi yang jelas-jelas ngaku sebagai negara Islam malah saling perang, bahkan justru permasalahan sekte (aliran Islam-red) antara syiah dan sunni pun bisa menjadikan peperangan. Kita terkadang justru lebih menilai orang yang beda aliran meskipun sesama Islam itu lebih haram dari pada orang kafir yang memusuhi Islam.
Tengok saja di lingkungan terdekat kita, antara NU dan Muhammadiyah pun bagi para masyarakat paling bawah adalah hal yang runcing di bicarakan. Kadang gara-gara cuman beda antara NU dan Muhammadiyah aja saling ejek2an dan ujung2nya ya perpecahan antar umat. Sadar atau tidak sadar itulah yang terjadi. Maaf meski ini bukan milis agama tapi saya mempostingkan masalah ini, sekali lagi mohon maaf bagi warga KOL yang beragama non-Islam. Salam, Ery Wijaya http://erywijaya.wordpress.com/ ________________________________ From: Asrofi sm <[email protected]> To: KENDAL KENDAL <[email protected]> Sent: Thursday, 22 January, 2009 3:27:11 Subject: [kendal-online] INilah Gaya Pemimpin-Pemimpin Arab Belum lepas dari ingatan kita, bagaimana keras kepala dan keras hatinya para pemimpin Arab melihat tragedi di Gaza Palestina. Mesir yang paling dekat dengan perbatasan Gaza sampai detik ini pun belum dan tidak mau membuka perbatasannya di Raffah. Begitu juga dengan Jordan, mereka secara geografis termasuk yang dekat dengan Gaza, hanya karena terikat perjanjian dengan Israel – mereka tega membiarkan saudara-saudara muslimnya di Gaza terbantai oleh Zionis Israel. Setali tiga uang dengan Arab Saudi, ali-alih menunjukkan sikap yang tegas terhadap aksi holocaust Israel di Gaza, untuk menghadiri KTT di Doha pun mereka enggan. Mungkin gambar-gambar dibawah ini bisa memberikan penjelasan atas sikap kepala batu nya para pemimpin Arab melihat tragedi di Gaza. Dari kiri, Raja Abdullah (Saudi), Menlu Arab Saudi, Saud Al-faisal, Raja Abdullah (Jordan), George Bush Menlu Israel Tzipi Livni bersalaman mesra dengan Presiden Husni Mubarak (Mesir) Mahmud Abbas (Fattah) berjabat tangan mesra dengan Menlu Israel Tzipi Livni George Bush, Ehurt Olmert dan Husni Mubarak saling mempersilahkan Raja Abdullah (Saudi) bergandengan tangan akrab dengan George Bush Senyum saudara kembar, Ehurt Olmert dan Husni Mubarak Raja Abdullah (Saudi) saling membalas cium dengan George Bush Jadi wajar kalau para pemimpin Arab sangat 'banci' menghadapi Zionis Israel dan tidak tegas dalam menentang agresi dan holocaust yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza. Kita berdoa bersama semoga para pemimpin Arab dan semua pemimpin Muslim terbuka hatinya melihat tragedi kemanusiaan ini. Dan semoga mereka tidak lupa dengan firman Allah SWT : "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin....."(Ali-Imran[3] :28) (fq/berbagai sumber)

