Ini ada tulisan dr milis tetangga, semoga ada manfaatnya......

--- Pada Ming, 1/2/09, Annisa Sholihah <[email protected]> menulis:











 






    
            


Bahasa Arab, Asal-Usul Bahasa-bahasa di Dunia 

   

   

Bahasa
Arab dan Inggris adalah bahasa dunia. Keduanya memiliki akar sejarah yang amat
panjang dan warisan peradaban yang paling banyak, apalagi Bahasa Arab. Hampir
dua per tiga penduduk dunia memakai dua bahasa internasional ini. Oleh karena
itu, tidak salah jika para cendekiawan mengatakan, “Dengan menguasai Bahasa
Arab-Inggris, kita akan menguasai dua kehidupan dunia.” 

   

Gejala
kebahasaan itu kemudian ditangkap para peminat “pasar bahasa”, baik yang 

berkecimpung
dalam dunia pendidikan, politik, ekonomi, dan bahkan penerbitan. Mereka 

mendirikan
sekolah-sekolah bahasa, laboratorium bahasa dan berbagai macam kegiatan 

kebahasaan,
termasuk di antaranya lomba pidato bahasa asing di sekolah-sekolah. 

   

Sejak
Bahasa Arab yang tertuang di dalam Al-Qur’an didengungkan hingga kini, semua 

pengamat
baik Barat maupun orang muslim Arab menganggapnya sebagai bahasa yang 

memiliki standar ketinggian dan
keelokan linguistik yang tertinggi, yang tiada taranya (thesupreme of
linguistic excellence and beauty). 

   

Hal ini, tentu saja berdampak
pada munculnya superioritas sastra dan filsafat bahkan pada sains seperti ilmu
matematika, kedokteran, ilmu bumi, dan tata Bahasa Arab sendiri pada masa-masa
kejayaan Islam setelahnya. Keunggulan bahasa Arab ada pada kekayaannya,
pengertian-pengerti an niskala (abstrak) dan ketepatan makna (semantic
prescision) serta kemungkinan pembentukan kata turunan (derivation). 

   

* * *  

   

Seorang dosen linguistik di
sebuah universitas terkemuka di Inggris menghabiskan waktu 

selama puluhan tahun untuk
mengkaji beberapa dokumentasi ilmiah, literatur, manuskrip, 

ensiklopedi, dan lain sebagainya
untuk mencapai hasil yang memuaskan. Dia adalah Prof. Dr. Tahiyya ‘Abdul ‘Aziz
yang mengarang kitab berbahasa Inggris “Arabic Language the Origin of
Languages” (Bahasa Arab, Asal-usul Bahasa-bahasa di Dunia). 

   

Di dalam kitab tersebut terdapat
beberapa artikel dan esai, serta sekaligus kata-kata yang 

berpadanan
(lafazh musytarak) seperti : 

[1]
antara Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, 

[2]
antara Bahasa Arab dan Bahasa Latin, 

[3]
antara Bahasa Arab dan Bahasa Hiroglypa, 

[4]
antara Bahasa Arab dan Bahasa Jerman, 

[5]
antara Bahasa Arab dan Bahasa Anglo-Saxon, 

[6]
antara Bahasa Arab dan Bahasa Perancis, 

[7]
antara Bahasa Arab dan Bahasa Eropa Kuno, 

[8]
antara Bahasa Arab dan Bahasa Yunani, 

[9]
antara Bahasa Arab dan Bahasa Itali, 

[10]
antara Bahasa Arab dan Bahasa Sansekerta, dan lain sebagainya. 

Menurut
Prof. Dr. Tahiyya ‘Abdul ‘Aziz, bahasa Arab merupakan asal-usul dari semua 

bahasa
di dunia disebabkan antara lain : 

   

[1] Kosakata Bahasa Arab sangat luas dan kaya. 

Sedangkan
bahasa-bahasa lainnya miskin akan kosakata. Bahasa Latin memiliki tujuh ratus
akar kata dan Bahasa Saxonia mempunyai seribu akar kata saja. Sementara Bahasa
Arab memilki enam belas ribu akar kata.  

   

Bahasa
Arab luas dalam kata kerja, asal kata, dan susunan kalimatnya. Contohnya kata
sifat “good” dalam Bahasa Inggris atau “jayyid” dalam Bahasa Arab, di mana
keduanya memilki kesamaan dalam pengucapannya, yang artinya adalah bagus. Akan
tetapi 

kita
akan mendapatkan kata lain yang merupakan derivasi (penyimpangan, yang berbeda)
dari kata “jayyid” tersebut, yaitu Al-Jaud, Al-Jaudah, Al-Ijadah, Yujiidu,
Yajudu, Jawaad, Jiyaad, dan lain sebagainya. Akan tetapi kita tidak
menemukan kosakata lain yang berasal dari kata “good”. 

   

Bahasa
Arab kaya akan sinonim (persamaan arti kata). 

Misal
Al-Asad yang artinya singa, mempunyai sinonim yang banyak sekali. Di
antaranya 

adalah
Al-Laits, Al-Ghadanfar, As-Sabu’u, Ar-Ri’baal, Al-Hizbar, Adh-Dhargaam, Ad- 

Dhaigam, Al-Wardu, Al-Qaswar, dan lain sebagainya. 

   

[2] Tiap Huruf dalam Bahasa Arab mempunyai simbol, tanda, dan arti
tersendiri. 

Contohnya
adalah huruf ha’, di mana ia mengandung arti yang berkonotasi kepada sesuatu
yang tajam dan panas, seperti Al-Hummaa (penyakit panas, demam), Al-Haraara
(panas), Al-Hurr (yang bebas dan merdeka), Al-Hubb (kecintaan),
Al-Hariiq (kebakaran), Al-Hiqd (kedengkian) , Al-Hamiim (teman
akrab), Al-Hamzhal (buah parai), Al-Hirriif (yang pedas), Al-Haraam
(yang dilarang), Al-Hariir (kain sutera), Al-Hanaan (kasih
sayang), Al-Haadd (yang tajam), Al-Haqq (kebenaran) dan
lain-lain. 

   

Contoh lainnya adalah huruf kha’
mempunyai konotasi kepada segala sesuatu yang tidak 

disukai atau dihindari, seperti
dalam kata; Al-Khauf (ketakutan), Al-Khizyu (kehinaan), Al-Khajal
(malu), Al-Khiyaanah (pengkhianatan) , Al-Khalaa’ah (pencabulan) ,
Al-Khinzir (babi), Al-Khizlaan (kekecewaan) , dan lain sebagainya. 

   

Sudah menjadi sunnatullah (hukum
alam) bahwa yang merasa kekurangan akan meminta 

bantuan kepada yang kelebihan.
Demikianlah analoginya, bahwa bahasa lain yang merasa 

kekurangan akan “mengadopsi”
Bahasa Arab yang kaya dengan kosa katanya, serta 

menganggapnya
sebagai bahasa induk bagi semua bahasa di dunia. 

   

Haa Miim.
Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Kitab
yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, 

untuk
kaum yang mengetahui, 

(Al-Qur’an Al-Karim Surah Fushshilat [41] : ayat 3) 

   

Wallahu a’lam bish-showab wa ‘afwu minkum 

Hamba Allah fii Solo 









      
      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman 
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke