tapi perlu diingat eksploitasi terhadap guano secara berlebih justru 
membehayakan keberlangsungan ekosistem goa yang unik.. bagai mana pun guano 
merupakan sumber pakan bagi banyak species goa yang apabila habis makan akan 
mempengaruhi  kegidupan dalam gua tersebut. jadi sebaiknya proses eksploitasi 
dilakukan secra bijaksana , thanks

salam hijau

samsul ulum

Tropical Forest Trust

wildlife specialist

kaliwungu city, kendal, central java

www.tropicalforesttrust.com

--- On Wed, 2/11/09, moh anto <[email protected]> wrote:

From: moh anto <[email protected]>
Subject: Bls: [kendal-online] Meramu Pupuk
To: [email protected]
Date: Wednesday, February 11, 2009, 4:09 AM











    
            Pupuk....pupuk. .....
Boleh juga nih pupuk, kayaknya yg organik beginian yg mesti dicari oleh petani 
kita, enggak pake pupuk pabrik lagi. Tapi mas ngomong2 pupuk ini dah di uji 
coba di daerah Kendal belum ya?

--- Pada Jum, 6/2/09, muhamad kundarto <mask...@yahoo. com> menulis:

Dari: muhamad kundarto <mask...@yahoo. com>
Topik: [kendal-online] Meramu Pupuk
Kepada: "alumni faperta" <lintas_alumni_ fape...@yahoogro ups.com>, "milist 
alumni" <up...@yahoogroups. com>, "milist dosen UPN" <dosen_upnjogja@ 
yahoogroups. com>, "milist pty" <forum_...@yahoogrou ps.com>, "kendal online" 
<kendal-online@ yahoogroups. com>
Cc: "ilmu tanah" <ilmuta...@yahoogrou ps.com>
Tanggal: Jumat, 6 Februari, 2009, 12:34 AM







Konon, sekarang pupuk sangat langka. Entah karena produksi turun, entah ada 
yang main simpan, entah sudah dimonopoli oleh pihak tertentu untuk maksud 
tertentu (baca: kalo ditulis "untuk kampanye" gak enak hehhe..).
 
Alkisah, pak S pekerjaannya sebagai penambang batu phospat (rockphosphat) di 
goa-goa di perbukitan kapur di Gunungkidul Yogyakarta. Selain batu phospat, 
juga terdapat deposit guono yang sangat banyak. Jadilah kedua bahan itu 
dikeringkan dan ditumbuk untuk dikirim ke pabrik-pabrik pupuk di lain provinsi.
 
Seiring waktu, beliau punya prinsip bahwa usahanya harus bermanfaat bagi banyak 
petani. Pertama, beliau merekrut banyak tenaga lokal untuk menjadi tenaga 
penambang dan tidak mau menggunakan alat berat. Kedua, beliau ingin membuat 
pupuk dengan harga terjangkau bagi petani. Apalagi saat ini pupuk pabrik banyak 
yang langka di pasaran.
 
Saat ini beliau meramu pupuk kombinasi rockphosphat, guano, pupuk kandang / 
kompos, dan bubuk ikan. Bahan perekatnya menggunakan dolomit dan bentonit. 
Harapannya pupuk ini mempunyai kandungan dominan NPK dan juga unsur hara makro 
dan mikro yang lain. Pupuk beliau ini dijual dengan harga sekitar 1000 rupiah 
per kilogram. Pupuk berbentuk butiran. Pesanan sudah cukup banyak. Bahkan 
target produksi sampai 15 ton per hari.
 
Siapa tahu diantara kita ada yang membutuhkan pupuk baik dalam skala kecil 
maupun besar. 



Muhamad Kundarto
Pusat Studi Lahan LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta
(Survey, Pemetaan, Evaluasi Sumberdaya Lahan, dan Pemberdayaan Masyarakat)
HP: 08180 272 6112
http://mkundarto. wordpress. com/
 
 


       Pamer gaya dengan skin baru yang keren.
  Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru sekarang! 
 

      

    

           
  
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke