Sejak 2004, ada profesi baru yang aku tekuni, yaitu profesi yang 
menyalurkan salah satu hobbyku, yaitu makan enak. Profesi itu adalah menjadi 
"guide tour" bagi tamu-tamu luar kota yang sedang berkunjung ke Yogyakarta. 
Obyek kunjungan mereka bervariasi. Namun biasanya yang sudah dewasa dan berasal 
dari Bogor-Jakarta lebih suka diajak ke tempat-tempat asri berupa wisata alam 
atau mengunjungi desa tradisional. Bahkan dalam hal makanan, mereka lebih suka 
memilih makanan tradisional seperti Bakmie Kadin, Sate, dll. Kalau mereka yang 
masih muda atau berjiwa muda lebih suka ngobrol ngalor ngidul di Hotel sambil 
makan.
 
Penjelasan kepada tamu beraneka topik, ada tentang alam, makanan khas, kampus, 
politik, pendidikan, dll, tergantung latar belakang mereka. Intinya, kita hanya 
menemani mereka ngobrol dan jalan-jalan. Namun tanpa terasa, kita jadi kenal 
banyak orang dan banyak tempat. Bahkan informasi itu akhirnya menjadi saling 
kait-mengkait menjadi sumber info yang menarik diberikan.
"Wah, cerita tentang topik apa saja jadi bisa yaa...", komentar seorang teman.
 
Namun aku bukanlah guide tour murni. Biasanya aku hanya datang tanpa fasilitas, 
kecuali yang menempel di tubuh (baca: HP). Mereka tahu tungganganku hanya 
motor, gak mungkin juga jalan-jalan muter jogja dengan motor. Masuk angin ntar 
hehehe.
Jadi biasanya aku datang ke hotel tempat beliau-beliau menginap. Selanjutnya 
acara tergantung beliaunya. Ada yang ngajak makan sambil ngerumpi, ada yang 
ngajak ketemu seseorang, plus ngerumpi, plus makan hehe.
 
Nah, cerita Rabu kemarin, saya mendapat kehormatan mengantarkan tamu Staf Ahli 
Menteri LH mau berkunjung ke rumah Pak Bagyo di Cangkringan. Topik yang mau 
dibahas adalah model kredit lunak untuk pengentasan kemiskinan. Obrolan ngalir 
plus mak nyuss dengan sajian hasil kebun pak bagyo yi buah manggis dan salak, 
serta sajian minuman jahe merah + gula jawa + sere. Pak Bagyo juga menyajikan 
jadah + tempe-tahu bacem khas Kaliurang. Waktu 2 jam tak terasa. Akhir obrolan, 
kami diajak melihat-lihat koleksi tanaman hias dan buah-buahan, terutama Durian 
Montong (umur 5 tahun) dan Markisa Hijau yang sedang berbuah.
 
Tanpa terduga, obrolan pulang menginformasikan Rabu malam ada dialog antara 
Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup RI (Sesmen LH) dengan Pusat Studi 
Lingkungan Hidup UGM. "wah peluang nih.." pikirku. Kemudian aku mohon kepada 
beliau agar bisa ikut diundang dalam dialog itu. Di Kos aku H2C (harap-harap 
cemas). Akhirnya jam 19.30 aku ditelpon untuk datang ke Hotel Garuda ikut 
dialog.
 
Ternyata KLH sedang minta masukan 5 PTN se Indonesia, salah satunya UGM yang 
diwakili PSLH. Wah aku satu-satunya non UGM, masih S2 pulak. Di depanku 
berjejer para pakar UGM lintas bidang dengan gelar Doktor dan Profesor. Wih.... 
Suhu semua. Jadi gak berkutik aku. Namun dengan Sok PD aku duduk bak seorang 
pakar juga hehehe. Akhirnya satu-persatu memberikan masukan. Giliranku, aku 
memberikan 6 point masukan, dari pengembangan kelembagaan LH dan strategi 
pelestarian ke depan. Dialog sampai pukul 23.00 WIB.
 
Satu hal yang berkesan, ternyata rombongan pakar dikoordinasi oleh pak Bobby 
Setiawan. Dengan SMS-an beliau mengundang rekan kerja untuk datang dialog di 
hotel Garuda. Aku jadi berpikir untuk kampusku, apakah para pakar di kampusku 
juga mampu dan mau "ngemong" para kolega dan yuniornya untuk "menangkap 
peluang".....
Aku hanya bisa berharap agar dialog ini masih juga mengundangku, walau bukan 
UGM, tapi khan alumni UGM hihihihi... (pembelaan diri mode ON).
 
Usai dialog, aku canggung buat bersalam-salaman, secanggung mahasiswa yang 
harus menyalami dosen-dosennya hehe. Gleks, aku melirik ada petugas bawa map 
dan amlop. Ups.... para pakar diminta tanda tangan dan dapat amplop. Waduh, 
tamu tak diundang kayak aku ni apa dapat yaaa. Super gak PD aku nempel tembok, 
sambil berlagak mau nunggu salaman. Aslinya, nunggu dipanggil gak yaa... 
:P. Wow, ternyata dipanggil. Tanda tangan dan nerima amplop. 
Wah................................
Aku pulang menuju kos dengan muka berseri-seri......
Rizki kalo mau datang, gak akan pergi kemana; begitu kata Istriku suatu waktu...


 

Muhamad Kundarto
Pusat Studi Lahan LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta
(Survey, Pemetaan, Evaluasi Sumberdaya Lahan, dan Pemberdayaan Masyarakat)
HP: 08180 272 6112
http://mkundarto.wordpress.com/
 
 


      

Kirim email ke