setuju mas...
pengamat jogja juga tho..hehehhe
sekarang kl lagi mumet gampang, maen aja ke babarsari...dijamin yang mak nyuss
itu banyak berceceran di sana sini... yang penting cukup sekedar buat cuci
mata aja..jangan terus meliarkan fantasinya....
--- On Fri, 2/27/09, muhamad kundarto <[email protected]> wrote:
From: muhamad kundarto <[email protected]>
Subject: [kendal-online] Trend Anak Muda Sekarang
To: "milist alumni" <[email protected]>, "milist pty"
<[email protected]>, "milist dosen UPN"
<[email protected]>, "alumni faperta"
<[email protected]>
Cc: "kendal online" <[email protected]>, "avie kusnadi"
<[email protected]>, "endah bappeda" <[email protected]>
Date: Friday, February 27, 2009, 12:43 AM
Mungkin kebayang gaul-nya anak muda tempo 90an. Yang asyik di kos
paling main catur atau rebutan nonton TV. Kos bak mau hancur ketika siaran
bola, super gaduh dengan umpatan dan tetabuhan dari barang/kaleng bekas. Namun
trend anak muda saat ini menunjukkan perilaku yang berbeda.
Uang jajan kiriman orang tua berkisar 1-2 juta. Bagi ekonomi pas-pasan sekitar
500 ribu rupiah. Kadang kebayang kalo orangtuanya punya anak 3 saja yang
kuliah, berapa juta yang harus disediakan dan berapa gaji yang pantas untuk
menjadi orangtua yang meng-kuliah- kan anaknya ehhehee....
Walau tidak banyak urusan, hampir setiap anak muda punya 2 nomor HP dengan
alasan beragam. Ada demi kemurahan fasilitas provider. Ada taktik agar
selingkuhan aman. Ada yang memisahkan nomor umum dan nomor privacy.
Ketergantungan dengan HP sudah seperti pakaian. Sehari saja tanpa dering
telp/sms, rasanya dunia jadi sunyi dan senyap. Bahkan di suatu lokasi yang
tanpa ada sinyal HP, rasanya seperti terputus dengan dunia.
Hampir tiap kamar kos tersedia komputer, TV dan tentu saja HP. Bahkan sekarang
masing-masing punya tunggangan, minimal motor. Sangat jarang mahasiswa jalan
kaki dan antri naik angkot, kecuali memang kondisi ekonomi. Tak jarang malah
mobil-mobil yang dipakai mahasiswa jauh lebih mewah dibanding dosennya.
Kehidupan di kos juga menjadi ajang permainan yang serba ada. Kos disulap jadi
game center karena antar kamar dipasang LAN, hingga hampir 24 jam kos tidak
pernah sepi. Pergaulan beda jenis kelamin juga makin bebaas ajah!. Bahkan cumbu
rayu acap dilakukan oleh mereka yang bukan berstatus ikatan pacar. Atas dasar
suka sama suka aja. Have Fun kali ye.
Banyak dandanan, terutama kaum hawa, yang makin terbuka. Dulu sich paling
banter cuman tank top (nulisnya bener ga? hehhee). Lima tahun lalu model ala
britney spears (baca: memakai baju/kaos ukuran adiknya :P). Lha saat ini banyak
jalan di muka umum dengan cueknya memakai celana super pendek. Gleks..... mak
nyuss tenan.....
Dunia malam juga berbeda banget dengan 20 tahun lalu. Dunia malam bukan identik
dengan house music (cafe, dll) dan bilyar, tapi juga sekarang marak tempat
nongkrong sampe pagi. Dari fasilitas internet Wi-Fi, gubuk-gubuk yang 'aman',
minuman kopi jos, nonton bareng, dll. Jalan solusi kesuntukan sering berujung
ke tempat-tempat itu. Kalo dulu khan dilampiaskan nongkrong sak kenyange di
angkringan.
Memang ada olahraga bagi mereka yang suka. Jenis yang diminati adalah Futsal
untuk cowok dan Renang untuk cewek. Jalan-jalan di pagi hari hibur dan jalan di
mall menjadi alasan berolahraga, plus 'cuci mata', plus menyalurkan bakar
konsumerisme (baca: tukang belanja).
Era makanan dan penyajian juga mengalami evolusi. Dulu anteng aja makan di
warung terdekat kos. Sekarang, hampir tiap hari menikmati makan di
warung-warung yang berbeda. Selanjutnya rotasi tiap minggu. Aku aja kalo
ngikuti mereka gak kuat isi kantongku. Jenis rumah makan lesehan dengan hiburan
musik dan sajian sambel bawang atau penyetan yang super pedas, menjadi buruan.
By the way, ada yang mengatakan, dunia gemerlap saat ini mencetak anak muda
yang piawai menguasai teknologi, tapi rentan batinnya, alias tidak tahan
banting dalam memperjuangkan kegiatan/pekerjaan yang jauh dari dunia gemerlap.
Entah kebetulan atau tidak, penyakit kebanyakan anak muda sekarang adalah maag,
pusing, stress plus depresi.
Kalo obat dariku yah dengan pemijatan sekitar kepala dan menempelkan telapak
tangan ke perut. Beberapa permasalahan hidup kusarankan membaca artikel-artikel
di webku. Alhamdulillah, beberapa orang mengatakan cocok.
Ki Asmoro Jiwo