Mas Agus almt Klw dmana?

--- Pada Kam, 5/3/09, ASROFI <[email protected]> menulis:

Dari: ASROFI <[email protected]>
Topik: Re: [kendal-online] Tim Peneliti UGM Kembangkan Ganyong untuk  Produksi 
Bio-ethanol
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 5 Maret, 2009, 9:11 PM











 






    
            kami dari pegunungan sukorejo bisa urun ikut2 ga mas?
misal stok bahan baku atau apa begitu
atau stock tenaga kerja

terimakaish


Pada 6 Maret 2009 09:19, agusmst <agus...@gmail. com> menulis:


















    
            Apa kabar juga mas Ery

Berkat Doa semua Rekan KOL project pilot BioEthanol  produksi nya sdh 

berjalan lancar dan berlokasi di samping pabfrik es batu milik Bp. 

Siswono di jalan Raya Sukarno -Hatta kendal  .

untuk sementara untuk uji coba proses dan kemampuan kerja peralatan dr 

fermentasi sampai alat distilator nya masih di gunakan bahan baku 

molases/limbah tetes dr pabrik gula

kemampuan peralatan sdh bagus mampu menghasilkan kadar sampai 92 -93 % 

bioethanol

untuk peralatan pendukung pembuatan bioethanol dr umbi umbi an sdh kami 

rangkai di dalam proses tersebut

untuk bahan baku dr umbi diperlukan 1 tahapan proses lagi yaitu mengubah 

karbohidrat/ pati menjadi gula dgn bantuan ensym alfa dan gluco amilase

akan kami coba secara bertahap dgn pelatihan-pelatihan agar teknologi 

ini mampu diserap oleh masyarakat yg nantinya diharapkan mampu mandiri 

untuk membuat bioethanol dr umbi umbian sebagai bahan bakar alternatif 

pengganti gas dan minyak bumi

seperti yang pernah saya informasikan masih banyak umbi umbian yang 

dianggap tidak bermanfaat di jadikan bahan baku bioethanol dan sangat 

melimpah di daerah kaliwungu kendal dan sekitarnya

yang paling penting adalah analisa usaha dan biaya apakah umbi umbian 

tersebut akan mempunyai nilai lebih atau tidak apabila kita budidayakan 

untuk bahan baku bioethanol.

masih perlu waktu dan perjuangan utk mensosialisasikan dan memberdayakan 

masyarakat dan potensi sekitar kita agar hasil bumi dan pertanian yg 

dianggap tidak bermanfaat bisa di berdaykan secara  maksimal.

salam hormat

agus mst

agrobisnis sukajaya

kaliwungu-kendal- jateng

ery wijaya wrote:

>

>

>       // Ganyong yang kadang gak kita manfaatkan ternyata bisa jadi

>       pengganti bensin, mirip yang dulu pernah akan dicoba oleh salah

>       satu warga KOL, mas Agus Kaliwungu Indah...pripun mas Agus

>       perkembangane, kabar terakhirnya mas Agus sedang mengerjakan

>       proyek kompor bioethanol Pak Siswono//

>

> Bagi sebagian orang, rimpang ganyong (Canna edulis Ker) selama ini 

> dipandang sebelah mata sehingga kurang dibudidayakan. Rimpang yang 

> selama ini diketahui hanya sebagai makanan selingan atau tepung 

> pengganti tepung terigu, ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai 

> bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah dan bensin. Hal ini 

> terungkap setelah Tim Peneliti UGM mengembangkan produksi bio-ethanol 

> dari rimpang kana sebagai salah satu bahan bakar hidrogen.

>

>

> “Menarik dari ganyong, tanaman ini belum banyak dibudidayakan dan 

> punya potensi besar. Karena mengandung zat pati yang cukup tinggi, 

> gulanya cukup tinggi, sehingga punya potensi untuk bahan bio-ethanol. 

> Selain itu, tanaman itu mudah tumbuh, toleran pada naungan, punya 

> potensi yang cukup tinggi untuk dibudidayakan,” kata Dr. Kumala Dewi, 

> M.Sc., salah seorang anggota tim peneliti dalam Pameran 25 Hasil 

> Kegiatan Penelitian UGM dan Hi-Link Project di Hotel Sheraton 

> Yogyakarta, Selasa (4/3).

>

>

> Selain Kumala Dewi, peneliti lain adalah Prof. Dra. Endang 

> Sutariningsih Soetarto, M.Sc., Ph.D., keduanya merupakan dosen 

> Fakultas Biologi UGM, serta Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D. 

> dari Fakultas MIPA UGM. Dalam penelitian tersebut, produksi 

> bio-ethanol dilakukan dengan cara memanfaatkan kadar pati di dalam 

> ganyong yang mencapai 15-20 persen. Kandungan pati kemudian dirombak 

> secara hidrolisis untuk menjadi ikatan yang lebih sederhana melalui 

> proses Liquefaction Saccharification.

>

>

> “Dengan ikatan yang lebih sederhana, rantai glukosa yang lebih 

> panjang, kita potong-potong sehingga menjadi bentuk gula yang 

> sederhana. Selanjutnya difermentasi dengan bantuan khamir yang biasa 

> dipakai sebagai ragi roti,” kata perempuan kelahiran Magelang, 8 April 

> 1966 ini.

>

> Berikutnya dilakukan fermentasi selama 3-4 hari. Hasil fermentasi 

> berupa alkohol. Namun, kadar alkohol akan meningkat tajam selama 

> berlangsung proses fermentasi hingga mencapai 40 persen pada hari 

> keeempat. Hasil fermentasi lalu didestilasi untuk proses pemurnian. 

> Dari destilasi pertama diperoleh bio-ethanol dengan kadar 50-75 

> persen. Selanjutnya, dilakukan destilasi ulang untuk memperoleh 

> bio-ethanol dengan kadar di atas 90 persen.

>

>

> “Setelah itu bio-ethanol dapat dimurnikan dengan menggunakan molecular 

> sieves,” tutur Kumala Dewi lebih lanjut. Dari penelitian ini, 

> kualitas kadar bio-ethanol 98 persen dapat memenuhi standar bahan 

> substitusi bensin. Konsentrasi maksimum yang disarankan untuk 

> pencampuran bio-ethanol 98 persen dengan bensin adalah 10 

> persen.Disebutkan dalam penelitian itu, satu kilogram (kg) ganyong 

> dapat menghasilkan 120 cc bio-ethanol. Artinya, diperlukan 7-8 kg 

> ganyong untuk menghasilkan satu liter bio-ethanol. Dengan kata lain, 

> diperlukan perbandingan 8:1 untuk dapat menghasilkan bio-ethanol 

> berkadar 75 persen dan perbandingan 12:1 untuk bioethanol berkadar 

> 97-98 persen.

>

>

> Kumala Dewi bersama anggota tim lainnya melakukan penelitian sejak 

> Juli 2008 setelah mendapat dana hibah dari Hi-Link. Ide untuk 

> memanfaatkan ganyong diperolehnya tahun 1993. Kala itu ia tengah 

> melakukan penelitian budidaya ganyong.“Di situ saya mendapatkan bahwa 

> ganyong mudah tumbuh dan pembentukan umbinya bisa dimanipulasi 

> sedemikian rupa sehingga produksi lebih banyak. Namun kan, 

> pemanfaatannya banyak yang belum tahu. Selain untuk pangan, karena 

> mengandung pati dan gula maka saya punya ide untuk mengembangkannya 

> sebagai bahan bio-ethanol,” jelas ibu tiga anak ini.

>

> Salam,

>

>

> Ery Wijaya

> http://erywijaya. wordpress. com/ <http://erywijaya. wordpress. com/>

>

> <http://ery-wijaya. web.ugm.ac. id>

> <http://kamase. org>

>

>

> 




 

      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




-- 
ASROFI

Address : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan
Mobile  : +6281 311 661 479
Phone : +6221 685 29 128
Yahoo : asrofism

G-Talk : m...@asrofi. web.id
Email : m...@asrofi. web.id
Blog : www.asrofi.web. id
Office : www.sentraproperty. com



 

      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger. Sekarang bisa 
dengan Yahoo! Messenger baru. http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke