--- Pada Jum, 27/2/09, Gema pramugia <[email protected]> menulis:


Dari: Gema pramugia <[email protected]>
Topik: [alumniexsamap] Hikmat Secangkir Coklat Panas
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 27 Februari, 2009, 11:24 AM







Hikmat Secangkir Coklat Panas
 
(Anonim)
Sekolompok alumni, yang sudah mapan dalam karirnya, sedang berbincang-bincang  
pada saat reuni dan memutuskan untuk pergi mengunjungi profesor universitas 
mereka yang sekarang sudah pensiun. Pada waktu mereka berkunjung, pembicaraan 
mereka berubah menjadi keluhan mengenai stres pada kehidupan dan pekerjaan 
mereka.
Professor itu menyajikan coklat panas pada tamu-tamunya, ia pergi ke dapur dan 
kembali dengan coklat panas di teko yang besar dan beberapa macam cangkir - 
porselen, gelas, kristal, dan beberapa cangkir yang biasa-biasa saja, ada 
beberapa yang mahal, ada beberapa yang cantik - dan mengatakan kepada mereka 
untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut.
Ketika mereka semua memegang  secangkir coklat panas di tangan mereka, 
professor itu berkata:
"Lihatlah semua cangkir yang bagus, mahal semuanya telah diambil, yang 
tertinggal hanyalah yang biasa dan yang murah."
 
Adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi kalian semua,  
itu adalah sumber dari masalah dan stress kalian. Cangkir yang kalian minum 
tidak menambahkan kualitas dari coklat panas tersebut.
Pada kebanyakan kasus itu hanya menambah mahal dan bahkan menyembunyikan apa 
yang kita minum.
Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya; 
tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik dan kemudian 
kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir kalian masing-masing.
 
Kemudian dia berhenti dan berkata, "Sekarang pikirkan ini:
 
Kehidupan adalah coklat panas; pekerjaan, uang, dan kedudukan di masyarakat 
adalah cangkirnya.
Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan.
Cangkir yang kau miliki  tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas 
kehidupan yang kalian miliki.
Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita hanya pada cangkirnya, kita gagal 
untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya.
Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik
Mereka hanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki.
Hiduplah dengan sederhana. Mengasihilah dengan murah hati.  Memperhatikanlah 
sesama dengan sungguh-sungguh.  Berbicaralah dengan ramah.
Dan nikmatilah coklat panas kalian!

-- 
Gema Pramugia Rachmat
















      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke