samsul ulum

Tropical Forest Trust

wildlife specialist

kaliwungu city, kendal, central java

www.tropicalforesttrust.com

--- On Fri, 3/13/09, adnun reno <[email protected]> wrote:

From: adnun reno <[email protected]>
Subject: Gubernur Jambi (Bang Zulkifli N) : "Segera Tangkap Harimau Jambi"
To: "harimaukita mailinglist" <[email protected]>, "tigerelephant 
mailinglist" <[email protected]>, "Lingkungan mailing 
list" <[email protected]>, [email protected], "Sahabat 
PILI" <[email protected]>, "forum pembaca KOMPAS" 
<[email protected]>, "Forum Redaksi" <[email protected]>
Date: Friday, March 13, 2009, 12:05 AM

Sent: Friday, March 13, 2009 1:23:29 PM
Subject: [HARIMAU JAMBI] Gubernur Jambi (Bang Zulkifli N) : "Segera Tangkap 
Harimau Jambi"



Jumat, 13 Maret 2009 | 12:48 WIB   Jambi, HarimauJambi Blog - Gubernur Jambi 
Zulkifli Nurdin memberikan sebuah instruksi agar Harimau yang sudah menewaskan 
beberapa manusia di hutan Kabupaten Muaro jambi agar segera ditangkap.  Hal ini 
telah diinstruksikan Gubernur Jambi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam 
Jambi pada kamis (12/3) kemarin.
Menurut Gubernur Jambi dalam kompas (13/03), kebijakan ini dilakukan karena 
undang-undang menyatakan bahwa harimau tidak
 boleh dibunuh sehingga diambil jalan keluar supaya harimau ditangkap saja.  
Setelah ditangkap, harimau akan dimasukkan ke Kebun Binatang Taman Rimba, Kota 
Jambi, untuk dipelihara. Pihaknya berencana menganggarkan biaya pemeliharaan 
harimau dalam Anggaran Biaya Tambahan Provinsi Jambi.  Bila tidak memungkinkan, 
pihaknya berencana menggandeng lembaga swadaya masyarakat untuk membantu biaya 
pemeliharaan satwa liar tersebut. ”Biaya pemeliharaan dan makan satu ekor 
harimau diperkirakan Rp 400.000 per bulan. Jika harimaunya ada empat, berarti 
kebutuhannya Rp 1,6 juta per bulan,” ujarnya.
Rencana tersebut mendapat kecaman dari beberapa pihak terutama Kepala BKSDA 
Jambi Didy Wurjanto dan artis kawakan Franky Sahilatua.  ”Manusia yang merusak 
hutan itulah yang seharusnya ditangkap. Ini, kok, malah harimau yang mau 
ditangkap. Harimau, kan, memang hidupnya di hutan,” tutur Franky Sahilatua 
dalam Kompas (13/03) dalam dendangannya bersama Ketua Umum Partai Republikan 
Sri Sultan Hamengkubowono X di depan kandang Salma KB Taman Rimba, Jambi.
Rencana penangkapan Harimau Jambi yang telah meresahkan warga merupakan salah 
satu solusi penyelamatan harimau di Provinsi Jambi.  Keseluruhan korban yang 
telah dimangsa harimau jantan dewasa ini merupakan para pembalak liar yang 
telah merusak dan merubah lingkungan hidup si harimau.  Namun aksi hukuman 
rimba harimau ini telah banyak membuat warga yang tinggal di desa seputaran 
hutan tersebut resah dan khawatir dengan tragedi
 tersebut dan menyayangkan mengapa harimau ini sampai begitu marahnya.
Kekhawatiran terbesar adalah para cukong kayu akan menyewa pemburu profesional 
untuk memburu harimau ini dikarenakan akibat dari aksi cowboy harimau ini yang 
telah mengganggu business haram logging mereka.    Selain itu para warga 
tersebut akan merasa bahwa pemerintah sepertinya kurang menyikapi perasaan 
kekhawatiran dan keresahan warga sungai gelam dan sekitarnya tentang harimau 
pembunuh illegal logger di kawasan hutan yang tidak jauh dari pemukiman Desa 
mereka.  Sehingga suatu
 saat akan memaksa mereka untuk mengambil tindakan sendiri untuk memusnahkan 
harimau tersebut.

Upaya gubernur Jambi patut dihargai sebagai salah satu solusi penyelamatan 
satwa kharismatik Sumatera ini.  Namun akan bagusnya harimau ini tetap 
dilepasliarkan di suatu kawasan hutan yang memiliki kharakteristik habitat 
sesuai dengan kebutuhan hidup si Harimau Jambi setelah diberikan GPS Collar 
pada leher si Harimau Jambi tersebut.  Akan lebih bagus lagi jika aksi logging 
haram mereka diberantas sampai
ke akar-akarnya dan lebih menata kawasan hutan yang tidak hanya
memikirkan ruang hidup masyarakat Jambi dan ekosistem buatan-nya namun
juga ekosistem alam lainnya dimana masih banyak kekayaan alam Jambi
yang terkandung didalamnya, termasuk kucing besar Jambi yang merupakan
maskot Provinsi Jambi kota beradat ini.
--

Posting oleh  Adnun Salampessy, S.Hut  ke  HARIMAU JAMBI  pada  3/13/2009 
12:43:00 PM


      


      

Kirim email ke