wah kalo sdh berbicara parte bikin puyeng apalagi kalo ada parte yg m,engaku 
sempurna, betul kata Pak muh anto kesempurnaan hanya milik alllah semata, 
sebage seorang muslim mestinya kita jagan sesekali merasa sempurna apa lagi 
soal parte atau organisasi apapun, karena gak ada yg sempurnam kecuali Allah 
semata, maf kalo sudah berbicara parte politik mendigan gak lah sbb politik tu 
kotor, kalo kampanye ngomong doang gedegedein, pada cari muka, mohon maaf ya 
klo cari pemimpin tu yaman sekarang susah dan belom ada yg jujur dan berani 
apalagi jadi pahlawan bangsa, jarang tu... nah tugas kita adalah membina 
dirisendiri dan keluarga yg baik dan benar, berawal dari keluarga baru merakyat 

--- Pada Kam, 19/3/09, moh anto <[email protected]> menulis:

Dari: moh anto <[email protected]>
Topik: [kendal-online] dari Super Koran
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 19 Maret, 2009, 8:33 AM











    
            note : dari milis sebelah dan bukan untuk mendiskreditkan apalagi 
black campaign....





PKS dan Kesempurnaan yang Mengerikan

Melanjutkan tulisan saya yang lalu tentang PKS dan budaya arab. Seperti
juga jilbab awalnya saya juga sangat menghormati orang-orang Islam
berjenggot di kampus saya.

Budaya memelihara jenggot ini pertama kali saya lihat muncul di Unsyiah
ketika beberapa teman saya mendirikan lembaga dakwah kampus dengan nama
UKM FOSMA. UKM ini beserta para anggotanya adalah UKM yang paling saya
hargai di luar UKM-PA Leuser, UKM tempat saya bergabung.

Saya menghargai mereka karena saya lihat di kampus saya waktu itu banyak
sekali UKM siluman yang didirikan oleh segelintir mahasiswa oportunis
hanya untuk mengeruk keuntungan materi dari dana-dana operasional UKM.
Selain UKM tempat saya bergabung yang sangat transparan dalam pengelolaan
keuangan, saya melihat hanya UKM FOSMA lah yang paling mirip dengan kami
dalam soal amanah terhadap uang.

Terus terang saja, sebenarnya saya
 sering merasa lucu dan ingin tertawa
melihat penampilan para anggota UKM ini dengan jenggotnya. Tidak jarang
saya melihat beberapa anggota UKM ini sebenarnya secara genetik tidak
mendukung untuk menumbuhkan jenggot di dagunya, tapi karena mereka percaya
itu adalah sunah, merekapun memaksakan jenggot yang hanya tumbuh beberapa
lembar itu menghiasi dagu mereka. Tapi karena saya menghargai mereka, saya
tidak pernah menunjukkan apa yang saya rasakan ini secara terang-terangan.

Saya sendiri berteman baik dengan para pendiri UKM ini yang kemudian
menjadi cikal bakal calon anggota PK (Partai Keadilan), nama PKS di awal
kemunculannya. Saya dan banyak anggota UKM saya menghormati anggota UKM
ini karena sikap mereka yang santun dan wajah mereka yang selalu
menyunggingkan senyum. Beberapa anggota UKM saya juga bergabung dengan UKM
ini dan beberapa anggota UKM ini juga mendaftar untuk bergabung dengan
kami. Saat inipun
 beberapa teman dekat saya dari UKM PA Leuser tercatat
sebagai anggota legislatif dari PKS. Bahkan ketua fraksi PKS di DPRK Aceh
Besar adalah teman dekat yang sudah seperti saudara dengan saya.

Jadi sebenarnya saya tidak menampik kalau banyak hal positif yang dimiliki
oleh PKS. Saat PKS masih bernama PK dulu, saya bahkan sering secara
terang-terangan menyatakan kekaguman saya pada Partai ini. Karena
pernyataan saya yang terang-terangan, teman-teman yang menjadi pengurus PK
di Banda Aceh, meskipun tidak secara resmi, pernah menyarankan saya untuk
mengelola PK di Aceh Tengah, tempat asal saya.

Pada awal kemunculannya, PK di mata saya, sebagai sebuah partai saat itu
PK memang nyaris sempurna. Pengurusnya mulai dari jajaran paling tinggi
adalah anak-anak muda yang bisa dikatakan bebas dari pengaruh ORBA, lalu
seperti yang saya lihat di FOSMA, mereka santun, amanah dan punya
kecenderungan sangat kecil untuk
 korupsi dan organisasi partai merekapun
begitu solid. Tapi belakangan justru semua sifat positif di ataslah yang
membuat saya sangat khawatir melihat perkembangan partai ini. Semua sifat
positif yang dimiliki partai ini ditambah dengan keberhasilan mereka
mendapatkan suara yang cukup signifikan di Pemilu 2004 dengan mengusung
nama PKS, membuat simpatisan dan kader partai ini merasa partai mereka
adalah sebuah partai yang SEMPURNA yang sedikitpun tidak memiliki cacat
cela dan karenanya tidak lagi bisa menerima kritik. Sikap sebagian sangat
besar simpatisan dan kader partai ini yang memandang partai mereka
demikian sempurna inilah yang membuat saya sangat khawatir dengan sepak
terjang partai yang pernah saya kagumi ini.

Saya khawatir karena kata SEMPURNA bagi saya adalah sebuah kata yang hanya
bisa dilekatkan pada satu entitas saja yaitu TUHAN. Ketika SEMPURNA
dikaitkan kepada sesuatu yang bukan TUHAN biasanya
 yang terjadi kemudian
adalah sesuatu yang mengerikan. Mengerikan karena orang-orang yang
mempercayai kesempurnaan sebuah entitas non-Tuhan itu, biasanya suka
bersikap dan bertindak seolah mereka memiliki otoritas seperti yang
dimiliki TUHAN. Saya pernah punya klien warga negara Perancis asal Kamboja
yang beruntung selamat dari kekejaman Khmer Merah di bawah pimpinan Polpot
yang membantai jutaan warga Kamboja. Klien saya ini menceritakan bagaimana
sikap dan perilaku para tentara Khmer merah di awal-awal masa
terbentuknya. Awalnya pasukan Khmer Merah adalah kumpulan dari anak-anak
muda idealis yang sangat mencintai negaranya, mereka anti korupsi, anti
kapitalisme. Pakaian yang mereka kenakan sebagai seragam sangat sederhana
dan merekapun sangat santun ketika bertemu dengan rakyat.

Saat itu Khmer Merah begitu SEMPURNA, sehingga dalam perjalanannya
merekapun merasa KESEMPURNAAN yang mereka miliki itu harus
 dipertahankan
dengan segala cara dan seperti kita tahu bersama, dalam mempertahankan
KESEMPURNAAN itu, Polpot bersama Khmer Merah-nya membantai jutaan rakyat
Kamboja. Jika kita membaca sejarah dengan teliti, kita juga akan menemui
cerita yang kurang lebih sama pada Hitler dengan Nazi-nya. NAZI yang
didirikan Hitler pada awalnya adalah sebuah partai yang begitu SEMPURNA,
untuk ras yang SEMPURNA. Untuk mempertahankan KESEMPURNAAN- nya, Hitler
bersama NAZI membantai manusia-manusia yang dianggap bisa mencederai
kesempuranaan mereka. Thaliban di Afghanistan juga demikian, mereka begitu
percaya Islam yang mereka percayai berdasarkan penafsiran ulama mereka
adalah Islam yang paling sempurna. Sehingga apapun yang bertentangan
dengan penafsiran Islam yang mereka percayai adalah lawan. Dan seperti
kita tahu yang terjadi di sana adalah pemaksaan keseragaman. Bukan hanya
manusia yang menjadi lawan KESEMPURNAAN Islam versi
 Thaliban ini.

Situs Buddha yang berusia ribuan tahunpun mereka ledakkan karena dianggap
mengganggu KESEMPURNAAN yang mereka percayai. Suku HUTU di Rwanda dan
Burundi juga demikian, mereka percaya suku mereka adalah suku yang
sempurna, sebaliknya suku Tutsi adalah kecoa. Karena itu harus
dibersihkan. Soeharto bersama Orde Baru juga mempercayai bahwa Pancasila
adalah sebuah ideologi yang SEMPURNA, hasilnya kita tahu bersama berapa
banyak nyawa yang melayang akibat dianggap mengusik KESEMPURNAAN
Pancasila.

Soal PKI, jika hanya mengandalkan buku-buku sejarah resmi, kita tidak akan
bisa mendapatkan informasi valid tentang Partai ini, karena cerita tentang
partai ini di masa saya masih bersekolah sudah banyak sekali ditambahi
bumbu-bumbu hiperbola oleh penguasa di masa itu. Tapi saat saya mencoba
menanyakan kepada para pelaku sejarah yang hidup di masa saat partai ini
eksis, saya juga menemukan informasi bahwa
 pada masanya PKI juga adalah
sebuah partai yang menganggap ideologi Komunis adalah sebuah ideologi yang
SEMPURNA, mereka memandang rendah setiap orang yang berbeda ideologi
dengan mereka. Menurut beberapa orang yang saya tanyai, ada indikasi PKI
akan bertindak seperti Khmer Merah yang membersihkan orang-orang yang
tidak sepandangan dengan mereka dengan DARAH. Jadi meskipun saat ini
banyak dari kita yang percaya bahwa pembantaian PKI yang mengerikan yang
terjadi pasca 30 September 1965 adalah akibat hasutan Soeharto dan
pendukungnya.

Tapi dari cerita yang saya dengar dari pelaku peristiwa itu sendiri,
mereka mengatakan pembantaian PKI yang dilakukan rakyat sipil di Jawa
Timur saat itu lebih banyak didorong oleh naluri untuk mempertahankan
diri. Mereka membantai PKI sebelum mereka sendiri dibantai oleh PKI.
Cerita-cerita di atas mengingatkan saya pada cerita tentang Dajjal yang
sering diceritakan oleh
 tengku-tengku yang mengajari saya mengaji di saat
saya masih kecil dulu. Tengku-tengku yang mengajari saya sering mengatakan
bahwa ciri Dajjal adalah dia membawa air dan api di tangannya. Dajjal
memiliki kemampuan yang hebat untuk memanipulasi fakta. Ketika dia
menawarkan air dan kita melihat itu sebagai air, Dajjal sebenarnya sedang
memberikan api. Karena itu berhati-hatilah dengan Dajjal, jangan hanya
melihat apa yang tampak di permukaan. Meskipun redaksinya tidak persis
sama, tapi begitulah kira-kira nasehat yang sering disampaikan oleh
tengku-tengku yang mengajari saya mengaji saat saya masih kecil dulu.
Nasehat tengku-tengku saya ini ditambah dengan fakta-fakta yang saya
paparkan di atas adalah beberapa alasan kenapa saat ini saya begitu
khawatir melihat sepak terjang PKS belakangan ini.

Saya khawatir karena saya melihat ada indikasi partai yang pada awal
terbentuknya begitu menjanjikan ini, belakangan
 sudah berubah menjadi
begitu menakutkan. Indikasi perubahan ini saya saksikan sendiri di Aceh.
Badan pemerintahan mahasiswa di Unsyiah saat ini sudah sepenuhnya dikuasai
para pendukung dan simpatisan PKS. Dan seperti yang saya ceritakan di
atas, saat ini merekapun begitu mempercayai bahwa PKS dan ideologinya
adalah partai dan ideologi yang sempurna, karena itu merekapun percaya
segala kebijakan PKS, segala kebijakan di badan eksekutif mahasiswa
Unsyiah harus sejalan dengan kebijakan PKS.

Untuk mengawal KESEMPURNAAN yang mereka percayai itu, merekapun membentuk
satu pasukan paramiliter. Pasukan ini dicirikan oleh anggotanya yang
menutupi wajah dengan zebo. Anggota pasukan ini tidak segan-segan menculik
dan memukuli mahasiswa lain yang kebijakannya dianggap berseberangan
dengan mereka. Mahasiswa-mahasiswa ini diculik dan dipukuli karena
dianggap potensial mengganggu KESEMPURNAAN partai dan ideologi
 mereka.

Begitulah kenapa belakangan ini saya merasa PKS jika dibiarkan tumbuh
besar akan potensial menjadi bahaya. Itu karena dimata kader dan
simpatisannya, PKS sekarang telah berubah menjadi partai yang SEMPURNA.
Tidak boleh ada kritik apapun yang ditujukan kepadanya. PKS sekarang
kurang lebih seperti Aa Gym di masa jayanya, setiap kritik yang ditujukan
kepadanya akan membuat kita berhadapan dengan pendukung fanatiknya.
Berhadapan dengan PKS saat ini akan membuat kita langsung dicap sebagai
anti Islam dan Pro Yahudi. Sementara bagi saya sendiri, saya percaya yang
namanya manusia dan segala produk buatan manusia tidak ada yang SEMPURNA,
apa yang bisa dikatakan 'SEMPURNA' dalam dunia manusia adalah segala
sesuatu yang masih memiliki cacat cela. Manusia yang 'SEMPURNA' di mata
saya adalah manusia yang masih menyediakan celah kelemahan untuk dikritik
oleh manusia lainnya. Dalam kepercayaan yang saya anut,
 satu-satunya yang
sempurna tanpa cacat cela hanyalah ALLAH YANG ESA. Di luar itu, apapun
namanya yang mengaku dan dipercayai oleh manusia sebagai sebuah entitas
yang SEMPURNA, sebenarnya tidak lain adalah BERHALA.

Wassalam Win Wan Nur

www.winwannur. blogspot. com



        Dapatkan nama yang Anda sukai!  

Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke