Dongeng Kiamat 2012: Film dan Mitologi
Para penulis buku Kiamat 2012 cuma menyebarkan pseudoscience. NASA bantah ada
Planet Nibiru yang bakal menabrak bumi.
Sutradara Roland Emmerich kini sedang menghitung mundur. Filmnya yang berjudul
2012 bakal diputar perdana pada 10 Juli 2009. Film itu dibintangi oleh John
Cusack, Amanda Peet, Danny Glover, dan Chin Han, aktor dari Singapura.
2012 memang karya terbaru Roland, spesialis pembuat film-film kiamat dan
bencana. Sebelumnya dia menjadi sutradara film 10,000 B.C., The Day After
Tomorrow, Godzilla, dan Independence Day. "Saya menikmati jadi bagian film
sains fiksi dan bencana besutan Roland Emmerich," kata Chin Han.
Film terbaru Roland Emmerich bakal menggenapi keriuhan di media Internet dan
infotainment mengenai kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012. Tak
hanya itu, ada 10 buku yang mengulas kiamat 2012 yang dijual di Amazon.com.
Belum lagi film-film dokumenter.
Yang paling anyar ialah karya Lawrence E. Joseph yang berjudul Apocalypse 2012:
A Scientific Investigation into Civilization' s End. Buku terbitan 2007 ini
telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan tajuk Kiamat 2012:
Investigasi Akhir Zaman. Buku ini sudah mengalami cetak ulang oleh penerbit
Gramedia.
Munculnya tanggal keramat ternyata bersumber dari Kalender Maya (lihat "Rumus
13 dan 20"). Sistem kalender dari kekaisaran di Amerika tengah ini ternyata
berakhir pada 21 Desember 2012. Dalam mitologi Maya, sesuatu yang buruk bakal
terjadi pada akhir kalender. Ada yang menyebut bumi diisap oleh lubang hitam
dan ditabrak meteorit. Zecharia Sitchin dan Burak Eldem dalam bukunya menyebut
bumi bakal ditabrak oleh Planet Nibiru pada tanggal tersebut (lihat "Meneropong
Nibiru dari Artefak").
Lawrence E. Joseph dalam bukunya menakut-nakuti dengan data sensasional.
Jurnalis dan ketua dewan direksi Aerospace Consulting Corporation ini
memaparkan, retaknya medan magnet yang melindungi bumi dari radiasi berbahaya..
Rekahan terbesar terletak di atas lautan antara Brasil dan Afrika Selatan,
terbentang sepanjang 160.000 kilometer yang dikenal sebagai anomali Atlantik
Selatan.
Paparan lain dari buku Joseph adalah soal supervolcano Yellowstone. Setiap
600.000 hingga 700.000 tahun, gunung mahabesar di Amerika Serikat ini meletus.
Menurut Joseph, Yellowstone tak lama lagi bakal meletus. Selain buku-buku
ilmiah, Joseph mengutip tradisi beberapa masyarakat purba seperti bangsa Maya,
Cina, dan sumber-sumber Kristen.
Sejumlah ahli di NASA dan lainnya, seperti dikutip oleh Universetoday,
meragukan pernyataan Joseph. Menurut mereka, kekuatan medan magnet saat ini di
atas rata-rata bila dibandingkan dengan jutaan tahun lalu. NASA juga membantah
klaim soal Planet Nibiru. Lembaga ini menjelaskan tidak pernah menemukan atau
mendeteksi Nibiru di tata surya kita. "Nibiru adalah cerita palsu dan cuma
lelucon," kata David Morrison, ilmuwan senior dari NASA Astrobiology
Foundation.
Profesor Michael Heiser, ahli Hebrew Bible and Ancient Semitic Languages dari
University of Wisconsin-Madison, menuduh Sitchin telah menyebarkan
pseudoscience. Nibiru, katanya, merupakan pseudoscience planetary object. Untuk
sebuah film, Kiamat 2012 memang menarik untuk ditonton. Film Indiana Jones and
the Kingdom of Crystal Skull juga dibuat berdasarkan mitos bangsa Maya.
Dalam film Indiana Jones itu, 13 tengkorak kristal akan dapat menyelamatkan
umat manusia dari kiamat. Mitologi Maya menyebut, jika ke-13 tengkorak kuno
tidak diletakkan bersama pada waktu tertentu, bumi akan bergeser dari sumbunya.
Kini, Roland Emmerich kembali mengangkat mitologi Maya dalam film bertajuk
2012. Ayo siap-siap menghadapi kiamat, eh nonton film karya Emmerich yang bakal
tersedia mulai Juli.
____________________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/