Mohon penjelasan ilmiah atas terjadinya musibah jebolnya bendungan Situ Gintung 
dari Bpk/Ibu Pakar terkait.
 
Sekilas di tayangan TV saya lihat profil tanah di waduk yang jebol berwarna 
merah. Kemungkinan Latosol (Alfisol / Ultisal / Oxisol). Kayaknya juga landform 
(bentuk lahan) secara alami seperti cekungan di kelilingi lembah pada waduk 
itu....
Mungkinkah karena curah hujan yang ekstrim, karena sehari sebelumnya di 
beberapa lokasi di Jakarta terjadi hujan es. Kali aja intensitas hujan jauh di 
atas normal pada hari itu.
Menteri PU (mantan rektor ITB?) sempat memberi info bahwa sedang dilakukan 
penelitian, termasuk mengambil sampel tanah, untuk diteliti pada pembangunan 
kembali Waduk yang jebol.
Saya yang awam jadi membayangkan :
- berapa panjang beton (pintu waduk) yang harus dibangun 
- berapa tebal beton
- berapa tinggi beton
Mengingat :
bangunan walondo or ma kape-kape panjajah (baca: belanda) yang udah terkenal 
super awet saja hanya mampu bertahan 80an tahun.
 
Mohon pencerahan dari yang menguasai bidang ini....

 

Muhamad Kundarto
HP: 08180 272 6112
http://mkundarto.wordpress.com/
 
 


      

Kirim email ke