Sop Sapi Mas Gandhul Jogja
------------------------------------- 

Bagi penggemar masakan sop sapi, barangkali tidak terlalu sulit menemukan 
warung penjual sop kaki di banyak pinggiran jalan. Salah satu pilihan yang 
mudah dicapai kalau kebetulan sedang berada di Jogja adalah sop kaki Mas 
Gandhul. Lokasinya berada di pinggir Jalan Solo km 8,5 yang merupakan jalan 
utama akses Jogja – Solo. Kira-kira 100 meter barat pertigaan Ring Road timur, 
seberang hotel Sheraton agak ke kanan sedikit.

Dalam perjalanan pulang dari mengantar istri saya belanja keperluan toko, kami 
sengaja mampir ke warung ini karena ingin mencicipi menu sop sapi yang 
ditawarkan. Siang menjelang sore itu, rumah makan Mas Gandhul sedang sepi. Kata 
seorang mbak pegawainya, biasanya ramai kalau jam makan siang dan terkadang 
juga saat sarapan pagi. Rumah makan ini memang buka mulai jam 7 pagi sampai jam 
7 malam, terkadang juga molor lebih malam.

Pilihan menunya beragam. Menu unggulannya adalah sop sapi dan soto ayam 
kampung. Ada pilihan sop daging, sop babat, sop kikil atau sop komplitan yang 
berisi campuran daging, babat dan kikil sekaligus. Juga tersedia pilihan soto 
dan pecel lele. Menyesuaikan judul menu yang diunggulkan, akhirnya saya memesan 
sop komplit. Dengan harapkan sekali sendok, dua-tiga sop ternikmati. Alias 
pesan sekali tapi bisa mencicipi rasa daging, babat dan kikil sapinya 
sekaligus. Bukan mau ngirit, tapi sekedar menyesuaikan kemampuan tembolok. 

Puji Tuhan walhamdulillah, saya masih dikaruniai kemampuan menjadi pemakan 
segala, sehingga tidak ada kekhawatiran akan bayang-bayang hantu kolesterol dan 
hantu-hantu makanan sejenisnya. Bahkan nambah sop babatnya pun, siapa takut?.  
Meski cuaca Jogja sedang panas, menyeruput kuah sop sapi Mas Gandhul terasa 
segar dan nikmat. Kuah sopnya terasa pas di lidah, mengalir lembut melalui 
tenggorokan menuju tembolok meninggalkan kelezatannya. Campuran irisan tipis 
daging, babat dan kikil sapi (namanya juga sop komplit), dengan irisan kentang, 
tomat, seledri, serta taburan bawang goreng dan remukan emping, menimbulkan 
aroma sop yang cukup merangsang. Jangan lupa tambahkan kecrotan jeruk nipis dan 
kecap manis secukupnya (kalau suka), khas selera wong Jogja yang suka 
dimanis-maniskan.

Rumah makan Mas Gandhul ini terbilang baru dalam upayanya turut meramaikan 
blantika perkulineran Jogja. Terbukti mampu bertahan setahun ini dan kata 
pegawainya setiap hari hampir selalu ludes, meski masih dalam tingkat omset 
yang terbatas. Artinya, setiap hari selalu tersaji bahan baru, bukan sisa 
kemarin. Lokasinya pun cukup strategis, mudah dijangkau, berada di pinggir 
jalan yang cukup ramai di Jogja. Tapi tampilannya yang sangat sederhana untuk 
ukuran rumah makan di pinggir jalan besar, menyebabkan agak kurang menyolok 
sehingga berpotensi terlewati ketika berada di depannya. Sementara label "Mas 
Gandhul" sebenarnya cukup menjual.

Pemiliknya boleh berbangga dengan nilai lebih dari lokasinya. Setidak-tidaknya, 
para pegawai hotel Sheraton dan perkantoran di seputarannya adalah pelanggan 
setia sop sapi dan soto ayam Mas Gandhul yang masing-masing dibanderol Rp 
10.000,- dan Rp 5.000,- per porsi lengkap dengan nasinya. Cukup untuk membuat 
perut merasa tenteram sambil terkadang keringatan (di kepala tentu saja, bukan 
di perut).   

Menilik cita rasa sop kaki yang ditawarkan oleh Mas Gandhul ini kiranya bisa 
menjadi pilihan untuk sarapan pagi atau makan siang saat berada di seputaran 
Jogja timur dengan harga yang terjangkau. Konon trade mark Mas Gandhul adalah 
panggilan kecil sang empunya warung yang walaupun masih menjadi pegawai di 
Jakarta tetapi berani berwirausaha di bidang yang persaingannya cukup ketat di 
Jogja. 

Yogyakarta, 7 April 2009
Yusuf Iskandar 

http://yiskandar.wordpress.com


      

Kirim email ke