Contreng-menyontreng Menjadi Satu, Itulah Indonesia
--------------------------------------------------- 

Hari ini adalah H-1 menjelang hari pesta demokrasi Indonesia, 9 April 2009 
bertepatan dengan hari Kamis Pahing, 13 Rabi’ul Awal 1430 H. Besok adalah hari 
dimana orang se-Indonesia contreng-contrengan (hajindul..., pas wetonku wong 
sak Indonesia contreng-contrengan...), Agenda contreng-menyontreng ini serentak 
dilaksanakan di segenap penjuru tanah dan airnya daripada Indonesia. Maka besok 
adalah Hari Contreng Nasional, dan bisa jadi inilah adegan 17 tahun ke atas 
(menurut KTP) yang tidak akan berulang kembali di belahan bumi manapun.

Sebenarnya sejak awal saya tidak suka dan merasa jengkel dengan diri sendiri 
setiap mendengar istilah 'contreng' ini. Kosa kata ini tidak ada dalam bahasa 
Jawa, dan dalam kamus Bahasa Indonesia pun tidak terdaftar. Tapi karena 
telanjur diakui dalam legalitas dunia persilatan perpemiluan Indonesia periode 
tahun ini, ya apa boleh buat. Kata 'centang' yang lebih dulu akrab di telinga 
terpaksa ditinggalkan, diganti dengan 'contreng'.

Karena itu, ajakannya adalah : Mari kita sukseskan HCN (Hari Contreng 
Nasional). Ada baiknya pergunakanlah hak Anda sebaik-baiknya. Ya, hak istimewa 
untuk menyontreng empat lembar kertas suara yang lebarnya bisa untuk menutup 
dinding jumbleng kita yang berlubang karena lapuk kayunya. Bahkan warga negara 
Amerika atau Eropa pun barangkali tidak akan pernah mengalami peristiwa 
contreng-menyontreng berjamaah yang dikoordinir oleh pemerintahnya.

Mari kita beramai-ramai mendatangi TPS-TPS terdekat, lalu gunakan hak istimewa 
ini. Walaupun Anda memutuskan memilih untuk tidak memilih, atau kepingin 
memilih tapi belum tahu pilihannya apa, atau bahkan malah belum tahu mau 
memilih atau tidak, cobalah untuk tetap berduyun-duyun mendatangi TPS-TPS. Di 
sana sedang ada pesta. Pergunakan saat-saat ketika harus mengantri sambil 
bersilaturrahim dengan tetangga dekat tapi jauh (karena jarang ketemu), sambil 
menceritakan bisnis Anda, memprospek teman duduk Anda, dan bila perlu sambil 
mempromosikan produk usaha Anda. Jadikanlah pesta ini kesempatan untuk 
melakukan sedikit improvisasi hidup, bawalah segenggam permen lalu bagikanlah 
kepada teman-teman duduk di dekat Anda. Sebab antrian untuk meyontreng bisa 
panjang dan lama sekali. Bayangkan kalau setiap orang menyontreng empat lembar 
kertas suara seperti membuka dan melipat koran. Mendingan melipat koran bisa 
asal-asalan, sedang kartu suara harus tetap rapi dan
 bersih. 

Itu saja belum terlalu penting. Lebih penting lagi adalah rasakan dan nikmati 
saat Anda seorang diri berada di dalam bilik suara. Bayangkan siapa calon 
pemimpin Anda, akan seperti apa negeri daripada Indonesia ini lima tahun ke 
depan, dan seterusnya.

Itu pun belum seberapa. Jauh lebih penting adalah rasakan dan nikmati 
detik-detik ketika Anda menggoreskan pena untuk menyontreng. Rasakan 
sensasinya. Sambil agak menahan nafas, Anda menorehkan garis pendek dari atas 
ke bawah dengan agak menekan, lalu torehan itu bersambung berganti arah ke 
kanan atas, sambil ditarik dan dilepas sekuatnya (jika perlu sampai bunyi mak 
jeduk... karena tangan Anda membentur dinding kanan bilik suara, asal jangan 
sampai mak gedubrak... dindingnya roboh). Lalu lepaskan nafas panjang Anda. 
Ulangi hingga empat kali dan rasakan sensasinya, seperti saat pengalaman 
pertama Anda mencoblos dulu. 
     
Sungguh, ini pengalaman sekali seumur hidup. Bersyukurlah mereka yang masih 
bisa menyontreng tanggal 9 April besok. Belum tentu cara pemilu paling ndueso 
biyanget yang dikenal oleh peradaban perpemiluan yang pernah ada ini akan 
terulang lima tahun lagi. Karena itu jangan sia-siakan hak Anda, jangan 
diberikan dengan percuma kepada orang lain hak istimewa untuk menikmati sensasi 
menyontreng seorang diri di dalam bilik suara. Sekalipun Anda tidak punya 
pilihan, tetap lakukanlah ritual menyontreng ini di bagian manapun yang Anda 
sukai. Sekalipun Anda tidak ingin memilih alias golput, tetap datangilah bilik 
suara dan lakukanlah untuk alasan menikmati sensasi menyontreng. Jika belum 
puas, contrenglah dinding bilik suaranya. Biarlah kartu-kartu suara itu menjadi 
contreng-montreng (coreng-moreng, maksudnya) karena Anda begitu bergairah 
melampiaskan hasrat menyontreng sebagai pengalaman sekali seumur hidup.

Ada baiknya siapkanlah kondisi fisik dan mental Anda besok pagi. Sarapan dulu 
sebelum menuju TPS. Nikmati suguhannya jika disediakan oleh Panitia. Bawalah 
segenggam permen. Dan, biarkanlah Indonesia Raya ini gegap-gempita dengan pesta 
demokasi alias pesta contreng-menyontreng. Dari Sabang sampai Merauke akan 
berjajar TPS-TPS, contreng-menyontreng menjadi satu, itulah Indonesia besok 
tanggal 9 April 2009. Hidup contreng…!      

Yogyakarta, 8 April 2009
Yusuf Iskandar 

http://yiskandar.wordpress.com


      

Kirim email ke