wah, no, awakmu ngomong e ojo neng forum. ngko do ngerti kabeh nda.
doakan saja ya teman - teman, jika memang sudah waktunya, berarti harus bisa menjalani hidup dengan keluarga baru. amin. --hajir-- =============================================== SISFOKOL (Sistem Informasi Sekolah) http://sisfokol.wordpress.com/ 100% : Freedom, OpenSource, Commercial Support =============================================== --- On Fri, 4/10/09, Yahssiar M. Valestino <[email protected]> wrote: From: Yahssiar M. Valestino <[email protected]> Subject: Re: Bls: [kendal-online] Re: AYAT untuk Pacaran To: [email protected] Date: Friday, April 10, 2009, 8:41 PM Jir, awas nek udangan ga tekan omahku..!!! wkwk...:)) From: Agus Muhajir <hajirod...@yahoo. com> To: kendal-online@ yahoogroups. com Sent: Friday, April 10, 2009 11:35:11 AM Subject: Re: Bls: [kendal-online] Re: AYAT untuk Pacaran lumayan untuk tambahan ilmu. tapi mungkin bulan depan, aq udah gak pacaran lagi. mohon doa restu ya teman - teman... thanks. --hajir-- ============ ========= ========= ========= ======== SISFOKOL (Sistem Informasi Sekolah) http://sisfokol. wordpress. com/ 100% : Freedom, OpenSource, Commercial Support ============ ========= ========= ========= ======== --- On Fri, 4/10/09, TIGOR OSEANIKA <mechabytes2@ yahoo.com> wrote: From: TIGOR OSEANIKA <mechabytes2@ yahoo.com> Subject: Re: Bls: [kendal-online] Re: AYAT untuk Pacaran To: kendal-online@ yahoogroups. com Date: Friday, April 10, 2009, 3:45 AM Mas ta'aruf tu paling 3 bulan y? mas klo cocok nikah kan, bener g? --- Pada Rab, 8/4/09, muhamad kundarto <mask...@yahoo. . com> menulis: Dari: muhamad kundarto <mask...@yahoo. com> Topik: Re: Bls: [kendal-online] Re: AYAT untuk Pacaran Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com Tanggal: Rabu, 8 April, 2009, 12:49 AM Kadang aku suka ngeledek adik2 mahasiswa yang ikut kelompok pengajian : "emange kalo manggil ikhwan-akhwad itu lebih berpahala dibanding manggil mas-mbak?" itu sekedar selentinganku aja agar jangan sampai kita terjebak pada "kata" yang digunakan, karena perintah dasarnya adalah "panggilan yang baik dan tidak menyakitkan hati", bukan dengan memakai bahasa arab atau bahasa lain. Begitu juga dengan istilah pacaran atau taaruf. Jelas memang arti dan perilaku yang menjalani juga beda. Namun kadang adik2 pengajian suka berkelit pada hubungan pacaran yang mereka jalani dengan sebutan : " Khan kami sedang taaruf pak....". Nah loh? Kalo saya lebih suka memberikan sesuatu secara tersirat karena pada hakekatnya manusia itu punya sifat senang dipuji dan tidak mau disalahkan. Memang di ayat itu (Al Hujuraat : 13), lebih tepat menyebut kenal-mengenal (li taarofu, taaruf). Kenal mengenal yang benar jelas beda dengan kenal mengenal yang menyimpang, tapi khan sama-sama kenal-mengenal hehe. Makanya guna menyadarkan mereka yang sudah latah dan bahkan penganut "sebelum nikah harus pacaran dulu" perlu diingatkan dengan ayat ini, dengan bahasa tersirat : "Boleh aja pacaraaaaan, tapi.... semua yang dilakukan harus menuju ketaqwaan.." Gitu loh...... /me kepaksa kultum (baca: mantan calon ustadz) :P Kun --- On Wed, 4/8/09, Fahri Risyad <nuha_kendal@ yahoo.co. id> wrote: From: Fahri Risyad <nuha_kendal@ yahoo.co. id> Subject: Bls: [kendal-online] Re: AYAT untuk Pacaran To: kendal-online@ yahoogroups. com Date: Wednesday, April 8, 2009, 9:55 AM Yup! se-7 bgt, Pak Pur. Kalo pacaran adalah taaruf, mungkin bisa masuk ke ayat itu. Tapi kalo saya tanya cara pacaran anak2 sekarang, kayaknya gak bgt dikategorikan ke sana. Karena versi mereka pacaran adalah berdua-duaan, jalan-jalan gandengan tangan, berciuman, berpelukan, dst.dst. Naa, yang begitu itu masuk juga dalam Al Quran, yaitu ayat wala taqrobuzina. karena jelas perilaku seperti itu termasuk kategori mendekati zina bahkan sudah masuk berzina. po ngono, po? salam Endang --- Pada Rab, 8/4/09, vakvoer <pak...@gmail. com> menulis: Dari: vakvoer <pak...@gmail. com> Topik: [kendal-online] Re: AYAT untuk Pacaran Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com Tanggal: Rabu, 8 April, 2009, 12:51 AM Nuwun sewu .. kok jadi pengen ikut komentar .. Mungkin ada baiknya didefinisikan dulu secara rinci dan komplit .. apa itu pacaran ? penjelasan memasukkan unsur ruang, waktu (jam, era/jaman), alat (perangkat), tindakan, ijin orang tua, biaya, lingkungan, dan kesehatan (jiwa dan raga). Penjelasan ini harus future proof, karena Al-Quran jelas future proof .. jadi biar nyambung gitu .. nah, nanti tinggal dipilih .. mau ya atau tidak, menurut Quran tentunya. Kalau menurut manusia, mah ... bisa fleksibel atuh .. hehe ... Monggo kalau ada yg mau "menjlentrehkan" ... (bhs opo kui) :D Salam PakPur --- In kendal-online@ yahoogroups. com, muhamad kundarto <mask...@... > wrote: > > Hehe.... > Aku jadi ingin cerita masa lalu > > Waktu aku SD-SMP, aku mengaji di Kyai NU, gak lama sich, tapi lumayan dapat ilmu tajwid (cara membaca tartil). Kadang sesekali ikut Barzanji (?), pokoknya mbaca, gak tahu artinya apa. Pernah juga mau mulai nahwu shorof (fa ala yaf ulu fak lan dst..), tapi hanya di awal saja. > Selama ngaji di sini, hampir gak pernah beda isi kitab al qur an atau hadits > Paling banter ndengerin kyai yang ceramah.... > > Waktu SMA, sekolah di Muhammadiyah dan organisasi PII Kendal. Style > pengajiannya jauh beda. Di sini setiap peserta dipacu bisa kultum dengan > berdasarkan 1 ayat dari Quran atau hadits. Kita main baca arabnya, lalu > terjemahan... Kadang terjemahan aja. Lalu berusaha menafsirkan sesuai dengan > kemampuan kami yang terbatas. Kadang jika mentok di tanyakan ke Kyai. Kyai > juga beda-beda lho... hehhe... > Style di sini kebanyaknya tajwidnya ancur hehhe.... > > Itulah sekelumit cerita lalu yang berasal dari dunia non pondokan/pesantren, > jadi kajiannya gak mendalam banget. skarang, gimana baiknya? > - apakah belajar runtut sampai mungkin gak tuntas, TANPA berani menafsirkan? > - apakah belajar tafsir, sambil sesekali minta rujukan ke narasumber? > - apakah cukup puas dengan tadarus tanpa tahu maknanya? > > Kalo dari pemahamanku yang nekad ini, > ayat tadi cukup pas untuk rujukan pacaran > di dalamnya tersirat perintah bersilaturahmi (kenal mengenal), tapi > warningnya "orang yang paling mulai adalah orang yang bertaqwa". ya artinya > silaturahmi yang menjurus pada peningkatan taqwa. > itu mas....... > > Atau silahkan para alim di milist ini untuk jangan pelit menebarkan > ayatNYA..... . > buat pencerahan kita yang terlanjur abangan ini.... > > > > Muhamad Kundarto > HP: 08180 272 6112 > http://mkundarto. wordpress. com/ > > > > --- On Fri, 4/3/09, Budiyanto <hr2fat...@. ..> wrote: > > > From: Budiyanto <hr2fat...@. ..> > Subject: Re: [kendal-online] AYAT untuk Pacaran > To: kendal-online@ yahoogroups. com > Date: Friday, April 3, 2009, 9:58 PM > > > > > > > Assalamu 'alaikum > > Berpendapat tentang tentang ma'salah aqidah apalagi menafsirkan AYAT, menurut > kaidah ushul, tidak boleh dan dilarang menggunakan akal saja sebagaimana mas > Kundarto berpendapat " setahuku ya....." tetapi diwajibkan menggunakan dalil, > maksudnya yang paling afdhol adalah menerjamahkan AYAT dengan hadits, > demikianlah pandangan salafush sholih yang sampe ke kita sampe hari ini. > Apalagi bagi yang tidak mengerti mufrodat AYAT. kalo tidak ketemu hadits yang > menafsirkan AYAT, masih ada syarat dan ilmu lain yang harus dipahami/dipelajari untuk menafsirkan AYAT dan ini memerlukan rujukan-rujukan. > > untuk al-Hujurot:13 sebaiknya jangan dipahami secara makna kontekstual saja > (makna terjemahan Depag) tetapi pahamilah secara klausulnya dan mungkin bisa > dipelajari dalam tafsir IBNU KATSIR atau kalo masih kurang bisa dilanjut > dengan tafsir At-thobari. > > "Ya Allah janganlah engkau hukumi kami jika tersalah atau terlupa" > > Wassalamu 'alaikum > Budiyanto > > > 2009/4/2 muhamad kundarto <mask...@yahoo. com> > > > > > > > > > > > > setahuku ya Al Hujuraat : 13 > > baca deh....... > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

