Ini nyata ga ya kira2, 
http://maubaca.com/serba-serbi/125-22-fakta-tentang-caleg-stress.html




var _wh = ((document.location.protocol=='https:') ? "https://sec1.woopra.com"; : 
"http://static.woopra.com";);
document.write(unescape("%3Cscript src='" + _wh + "/js/woopra.js' 
type='text/javascript'%3E%3C/script%3E"));



var gaJsHost = (("https:" == document.location.protocol) ? "https://ssl."; : 
"http://www.";);
document.write(unescape("%3Cscript src='" + gaJsHost + 
"google-analytics.com/ga.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E"));



try {
var pageTracker = _gat._getTracker("UA-8188647-1");
pageTracker._trackPageview();
} catch(err) {}
                  
                           
            
                        
                    
                    
                                                                                
                
                              

                
                                        23 Fakta Tentang Caleg Stress           
        
                

 
                        
                        Oleh Arif Hidayat               
                   
        



        
        
                Kamis, 16 April 2009 08:47                      
                        
                
        
                
                
        
                
                
                                













1. Caleg SK di Dapil I Kabupaten Sumbawa
menarik kembali bantuan sebuah mesin genset yang di sumbangkannya ke
mesjid. Selain itu, ia juga menarik bantuan dana sebesar Rp 1 juta yang
disumbangkannya ke dua mushallah.
2. Caleg AH di Dapil I Kabupaten Sumbawa, sebelumnya
ia menyumbang 100 buah kursi plastik dan 25 zak semen ke sebuah MTS di
Kecamatan Labangka, Namun karena kecewa tidak meraih suara yang
diharapkan, AH menarik kembali kursi dan semen tersebut.
3. Oknum caleg di Kota Sumbawa Besar yang tidak
disebut nama dan parpolnya, meminta kembali uang sebesar Rp 20 ribu per
orang yang diberikan dengan target 50 hingga 60 suara. Namun di pemilu,
perolehan yang ada hanya ada saksi dan keluarga tim sukses.
4. Caleg nomor urut 9 dari Partai Golkar dari Kota
Bogor,Yuniar, melalui tim suksesnya berinisial SB, menarik kembali
ratusan buku tabungan masing-masing senilai Rp50.000 bertuliskan Karya
Nyata Sejahtera yang dibagikan saat kampanye di Kampung Muara, RW
11/14, Kelurahan Pasirjaya,Kecamatan Bogor Barat.Namun saat hasil suara
dihitung, dari jumlah DPT yang jumlahnya sekitar 900 suara,nama Yuniar
hanya memperoleh di bawah 10 suara di RW 11 dan 14.
5. Caleg Partai Golkar dari Daerah Pemilihan I Dumai
Timur Aswin memalui tim suksesnya mencabut kembali lima tiang listrik
yang telah dipasang untuk menyalurkan listrik kewarga setempat.
6. Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota
Banjar, Jawa Barat, Srihayati, 23, ditemukan tewas gantung diri sekitar
pukul 07.30 WIB Selasa (14/4).Ibu muda yang mencalonkan diri untuk
daerah pemilihan (dapil) I Kota Banjar dengan nomor urut 8 itu
ditemukan tewas di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal RT01/01,
Desa Bangunjaya,Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.
7. Seorang calon legislatif (caleg) dari Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pahala Sianipar ditemukan tewas
di kediamannya, Senin (19/04) malam. Ia tewas bunuh diri akibat
menenggak obat pembasmi serangga di dalam kamarnya. Di kediamannya
Jalan Pintu Air, Kecamatan Medan Kota.
8. Tim Sukses (TS) Caleg pun bisa stres bahkan
mengakhiri hidupnya. Itu dibuktikan Muhammad Iqbal (28), TS seorang
Caleg yang kalah. Lelaki yang menetap di Jalan Eka Surya, Gang Pribadi,
Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor ini nekat gantung diri di
kediamannya, Jumat (10/4). Iqbal adalah TS seorang Caleg untuk DPRD
Medan. Sejak dua bulan lalu dia aktif menjadi TS Caleg sebuah Parpol.
Karena kesibukan sebelum dan saat kampanye. Lelaki dengan pekerjaan
serabutan ini dikabarkan sering tak pulang ke rumah untuk ngurus
kemenangan Caleg jagoannya. Karena itu, dia acap bertengkar dengan
istrinya.
9. Lazuardi, seorang caleg DPRD Kota Pontianak,
Kalimantan Barat, meninggal Senin (13/4) malam lalu. Ia meninggal
beberapa jam setelah mengikuti penghitungan suara pemilu. Diduga caleg
dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini meninggal
karena terlalu lelah dan stres mengikuti rangkaian proses pemilu.
Ditambah perolehan suara tak cukup untuk menjadikannya legislator.
10. Sri Sumini, caleg dari Partai Demokrat di Solo,
Jawa Tengah, meninggal akibat serangan jantung dan lever pada hari
Minggu (12/4). Menurut keluarga, sejak masa kampanye hingga usai
pencontrengan sang caleg lebih pendiam dan terkesan menyimpan beban
pikiran.
11. Di Cirebon, sebanyak 15 orang caleg mengalami
depresi dan memilih melakukan pengobatan spiritual untuk menyembuhkan
depresi kepada Ustaz Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Mundu, Cirebon.
12. Seorang calon legislator daerah pemilihan
Tangerang, di perumahan elit Alam Sutera Kunciran, stres dan
marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9 April lalu.Sekitar
pukul 17.00 WIB (9/4) saat penghitungan suara dilakukan, seorang pria
(40) yang merupakan caleg dari partai tertentu, terlihat frustasi saat
mengatahui kalah dalam perolehan suara. Dia merangkak di pinggir jalan
dengan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang
berlalu lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu.
13. Salah seorang caleg Partai Penegak Demokrasi
Indonesia (PPDI) dari Bulukumba; Andi Langade Karaeng Mappangille
Minggu (12/4) bersama tim suksesnya nekat melakukan penutupan jalan
sepanjang 3 km. Tindakan tersebut diduga akibat perolehan suaranya yang
tidak mencukupi menjadi caleg terpilih.
14. Di Ternate, Maluku Utara, seorang caleg
berinisial HT meminta kembali televisi yang sudah disumbangkan ke
warga. Ini dilakukan karena perolehan suara sang caleg sangat rendah.
Kejadian ini terjadi di RT 02 Kelurahan Falawaja II, Kota Ternate
Selatan.
15. Seorang caleg di Cirebon, Jawa Barat, kini sering
melamun dan mengurung diri. Nasib ini menimpa Iwan Setiawan, caleg
Partai Patriot asal Kabupaten Kuningan. Apa yang dialami Iwan ini bisa
jadi hanya satu dari banyak kasus yang bakal terjadi. Setelah
mengetahui hasil penghitungan suara tidak sesuai harapan, pria berusia
29 tahun ini mendadak menjadi pendiam dan sering mengurung diri di
kamar. Keluarganya menduga, perilaku Iwan Setiawan terjadi karena
kekalahannya dalam pemilu 9 April lalu. Iwan Setiawan memang telah
menghabiskan uang yang banyak untuk kampanye. Setidaknya Rp 300 juta
ludes dibuyurkan.
16. Ni Putu Lilik Heliawati (45), caleg nomor tiga
Partai Hanura untuk DPRD Buleleng, meninggal dunia secara mendadak di
rumahnya Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.Musibah terjadi
Kamis (9/4) malam sekitar pukul 23.30 Wita itu. Heliawati diduga
meninggal akibat serangan jantung setelah menerima telepon dari tim
suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi
harapan.
17. Caleg nomor urut 15 Daerah Pemilihan (Dapil)
berinisial S Sirimau untuk DPRD Kota Ambon, hendak menarik kembali
karpet yang telah disumbangkan kepada ibu-ibu pengajian setempat.
18. Caleg DPRD Kulon Progo menarik kembali sejumlah
hadiah dan sumbangan yang pernah ia berikan kepada warga Desa
Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Caleg yang menarik kembali sumbangan
kampanyenya itu, S, caleg perempuan.Saat masa kampanye, S cukup sering
memberikan sumbangan dan hadiah kepada warga. Di Dusun Kamal,
Karangsari, misalnya, ia memberikan 14 zak semen untuk pembuatan jalan
konblok. Menurut warga, S juga memberikan bantuan alat musik drumband
dan uang tunai Rp 2,5 juta.
19. Di Kalimantan Tengah muncul dua caleg dan tiga
simpatisan partai yang mengalami tekanan psikis. Dua dari lima orang
itu mengalami gangguan jiwa ringan atau stres, seorang gangguan jiwa
sedang atau depresi. Dua lainnya mengalami gangguan jiwa berat: terus
mengoceh, murung, serta tak mau makan serta Minum. Kelimanya kini
dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Kalawa Atei, Kalteng.
20. Dahlan, caleg DPRD Bulukumba dari Partai Peduli
Rakyat Nasional (PPRN). Caleg nomor urut tiga yang bertarung di Dapil I
Kecamatan Herlang, Bonto Tiro dan Kajang ini, melakukan aksi penyegelan
gedung SDN 225 Kajang-Kajang, Desa Borong, Kecamatan Herlang.Dahlan
mulai menyegel sekolah ini sejak Sabtu (11/4) malam lalu dengan cara
mengikat pintu gerbang sekolah menggunakan tali. Ia menyatakan, lahan
yang ditempati gedung sekolah itu adalah miliknya.
21. Caleg EP dari partai RepublikaN menggusur 42 KK
dari lahan tempat mereka tinggal di kawasan Daeo, desa Gura, kecamatan
Tobelo, kabupaten Halmahera Utara (Halut). Tergusurnya warga itu
dikarenakan ada pengusiran dari pemilik lahan yang beralasan bahwa
tempat tinggal warga "menumpang" itu akan dibangun tempat usaha. EP
yang merupakan caleg dari partai RepublikaN tak memperoleh satupun
suara dari TPS para warga berdomisili, yang menjadi pemicu dari
penggusuran tersebut.
22. Tim sukses salah satu caleg dari partai Golkar di
Dapil I Ternate (Ternate Selatan-Moti) yang menarik televisi yang
diberikan di pangkalan ojek Falajawa II, Kelurahan Kayu Merah, termasuk
merusak pangkalan tersebut hanya beberapa jam setelah penghitungan
suara berakhir.
23. Tim sukses Caleg berinisial MG di Kelurahan Jati
Ternate melakukanpenarikan televisi dan bantuan semen. Hal ini
dilakukan karena suara yang diperolehnya tidak sesuai dengan harapan.
http://maubaca.com/serba-serbi/125-22-fakta-tentang-caleg-stress.html



      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke