Quote: *seorang ketua OSIS kemudian menjadi Juara III Lomba Story Telling dan Juara II Speech Contest Tingkat Kabupaten** tetapi ketika kami mengadakan try out UJIAN NASIONAL , DIA TIDAK LULUS! KARENA MENDAPAT NILAI 3,75 UNTUK PELAJARAN MATEMATIKA.
Ya berarti ada yang keliru pas dia ujian. Kurang belajar, soalna terlalu susah ato karna faktor2 laen. Bangsa Indonesia perlu belajar berkompetisi, jangan minta pemakluman terus. Gwe aja yang lulus sastra Inggris dengan IPK 3,26 dan TOEFL 533 gak pernah lolos tes DEPLU. Mungkin karena gwe emang kurang kompeten disitu, meski sedih gwe gak bisa dong maksain diri. Gwe belajar menerima kekalahan dan mencari tempat laen yang lebih pas buat gwe. Bukan nyalahin orang laen. Regards, Amru *Pada 19 April 2009 14:59, Muhtadin Kdl <[email protected]>menulis: > > > PENJARAKAN SAJA SEMUA GURU > > *Surat Terbuka Kepada Penguasa Yang Congkak!* > > Bapak-bapak Penguasa, > > Sudah 3 tahun kami simpan nilai-nilai moral pendidikan di lemari ketidak > jujuran. Kami telah menjadi guru-guru yang menghianati hati nurani dan > kebenaran, kami terjerumus dalam hedonisme dan kemunafikan yang disemai oleh > para politisi pemuja demokrasi dan liberalisme. > > Sudah tiga tahun, kami para guru berurai airmata mengamini ambisi para > politisi yang ingin di puji berhasil meningkatkan kualitas pendidikan yang > kemudian bersama dengan birokrasi membuat aturan-aturan yang sok moralis dan > populis tanpa tahu permasalahan apa yang sesungguhnya dihadapi para guru di > lapangan. > > Wahai para penguasa berhati besi, > > Coba tatap muka para guru di daerah betapa peluh mereka bercucuran > membanjiri anak-anak yang tidak ada motivasi belajar karena jiwa mereka > setiap hari di banjiri nilai-nilai hedonistic, materialistic, tahayul > melalui media-media yang menyita seluruh waktu mereka, tak ada lagi waktu > untuk belajar, tak ada semangat belajar tertanam dalam diri mereka sebab di > mata mereka guru adalah orang yang ditertawakan di sinetron-sinetron. > > *Mereka tak Suka Belajar, karena televisi lah sesungguhnya guru mereka!* > > * * > > *Penguasa, Sekarang Tanya diri anda !* > > *Apakah ada yang telah anda perbuat untuk mencegah televisi meracuni > anak-anak kita?* > > *Tidak ada kan?* > > Karena ketika kita menginstall Demorasi Amerika di negara kita, plugin nya > juga turut yaitu : Liberalisme dan Kapitalisme. Anda tidak berani menindak > kaum kapital dibelakang jaringan media televisi karena mereka berlindung di > balik slogan kebebasan(liberalisme) pers. > > Saya hanya seorang guru fisika, tapi saya faham bahwa anda juga tidak > bisa mengurusi Lumpur lapindo, ketika anda juga tidak bisa mengurus masalh > BBM, ketika anda juga tidak bias mengurusi rakyat yang kekurangan gizi, > sekarang anda seolah – olah merasa orang –orang paling pintar dengan > merampas hak-hak guru dan hak-hak siswa untuk mendapatkan pendidikan > > Apakah anda menganggap bahwa anak sekolah supaya pintar? > > Coba anda renungkan contoh berikut ini : > > Saya memiliki seorang murid, dia berasal dari keluarga tidak mampu ( karena > pemerintah yang tidak bisa mengurusi negara ) , yang mungkin ketika masih > kecil dan sampai sekarang tidak mendapat asupan gizi yang memadai jadi wajar > kalau dia tidak pintar , tetapi kami berhasil menjadikannya seorang ketua > OSIS kemudian menjadi Juara III Lomba Story Telling dan Juara II Speech > Contest Tingkat Kabupaten* tetapi ketika kami mengadakan try out UJIAN > NASIONAL , DIA TIDAK LULUS! KARENA MENDAPAT NILAI 3,75 UNTUK PELAJARAN > MATEMATIKA. *Dan kalau pada UJIAN NASIONAL itu terjadi, dia tidak lulus > hanya karena dia tidak pintar matematika dan kemudian dia tidak > melanjutkan sekolah berarti kita tellah merampas hak dasar dia untuk > berkembang dan memperoleh pendidikan. Padahal dia bisa saja menjadi penyiar > TV atau menjadi Wakil Presiden, karena untuk menjadi Wakil Presiden tidak > harus pandai Matematika, kan ? > > Coba anda renungkan, sekarang anda menangkapi beberapa teman guru dan > memenjarakan mereka karena mereka mencoba “ menolong siswa “ agar hak > dasarnya tidak dirampas oleh pemerintah. Maka besok *PENJARAKAN SEMUA GURU > DI INDONESIA, karena mereka semua menjadi bagian dari ketidak jujuran ini. > Sekali lagi KITA semua para guru sudah menjadi bagian dari ketidak jujuran > ini dan kami ingin mengakhiri semua ini sekarang. PENJARAKAN KAMI SEMUA biar > kami dapat menebus semua kesalahan kami.* > > *Dan setelah ini TIDAK ADA LAGI UJIAN NASIONAL* > > *KITA HARUS LAWAN KEBIJAKAN YANG PREMATUR INI !* > > *Kalau para penguasa masih tidak mau mendengar suara kita, biarkan mereka > mengurusi sendiri UJIAN NASIONAL TAHUN DEPAN, biar UN tahun depan > dilaksanakan oleh Tim Independen dan Diawasi oleh Polisi atau Tentara dan > mereka akan JATUH karena akan ada jutaan siswa yang tidak lulus, jutaan > orang akan turun ke jalan, ribuan sekolah akan hancur dan akhirnya para > penguasa akan lari terkencing-kencing.* > > Mudah-mudahan tidak terjadi ! amin > > > http://endangmuhtadin.wordpress.com/2008/05/02/penjarakan-saja-semua-guru/ > > ------------------------------ > Akses email lebih cepat. > <http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/> > Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru > yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! > (Gratis)<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/> > >

