Jangan2 ad member palsu disini[Kidding], sebenerny orang indonesia kreatip2 
cuman disalah gunakan

--- Pada Jum, 24/4/09, wongsono <[email protected]> menulis:

Dari: wongsono <[email protected]>
Topik: Re: [kendal-online] Waspada Minyak Goreng Campur Oli Bekas
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 24 April, 2009, 8:10 PM











    
            
            


      
      


Wah semoga saja kiriman artikel anda yang 
dijelaskan secara gamblang tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak 
bertanggung jawab.
 
 
 

  ----- Original Message ----- 
  From: 
  moh 
  anto 
  To: kendal-online@ yahoogroups. com 
  
  Sent: Friday, April 24, 2009 11:06 
  PM
  Subject: [kendal-online] Waspada Minyak 
  Goreng Campur Oli Bekas
  

  
  
  
    
    
      

        
          
          
          
          
           
          
           
          
          
          
           
          
            
            
              
                
                Waspada Minyak 
                Goreng Campur Oli Bekas

Indonesia pernah tercatat 
                sebagai salah satu negara pemalsu terbesar. 
                
Meski sedih tapi apa mau dibilang kalau kenyataan memang 
                demikian.
Mulai dari avtur palsu (dicampur air), baso palsu 
                (berformalin, berdaging tikus), beras palsu (pakai pemutih), 
                daging ayam palsu (tiren), daging sapi palsu (glonggongan, 
                direndam darah, berformalin, dioplos dengan daging celeng), 
                gorengan crispy palsu (sedotan, kemasan plastik ikut dilelehkan 
                dalam minyak goreng panas), semangka manis palsu (disuntik 
                pemanis buatan), susu murni palsu (dioplos santan dan air 
                kaporit), telur 
                asin palsu (dicat dan disuntik air garam), terasi palsu 
                (campur nasi aking atau dedak), ikan palsu (berformalin) , jamu 
                tradisional palsu (campur obat keras jenis G penyebab gagal 
                jantung/ginjal/ hati), permen coklat palsu (diisi narkoba), 
susu 
                Formula ?palsu? (mengandung bakteri enterobacteri sakazaki). 
                Dan,
masih banyak palsu-palsu yang lain yang sangat mendukung 
                predikat tidak terpuji.

Bahkan berita terbaru yang 
                ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta tentang 
                terulangnya praktek kecurangan terhadap minyak goreng yang 
                dioplos dengan oli bekas kendaraan bermotor. Padahal peristiwa 
                yang sama sempat marak di bulan Mei lalu. Pertanyaannya kenapa 
                hal serupa menjadi marak lagi sekarang?

Apakah Balai POM 
                dan pihak Kepolisian sudah tuntas mengusut 
                pelakunya.
Rasanya setiap detik hidup kita 
                terkepung dalam bahaya terselubung.
Konsumen selalu terbebani 
                keresahan dan kekhawatiran akan produk yang akan dibeli. 
Apalagi 
                di saat-saat seperti ini semua bahan kebutuhan pokok sudah 
                merangkak naik. Maka ibaratkan makan buah simalakama. Ingin 
                berhemat dengan membeli minyak goreng curah yang per kilo 8-9 
                ribuan tapi dengan risiko terjebak minyak goreng oplosan. Atau 
                membeli minyak yang bermerek yang notabene lebih sehat yang 
                sudah berada di kisaran Rp 12.000/liter sedangkan
kebutuhan 
                lain juga turut mendesak.

Walhasil lagi-lagi konsumen 
                tidak ada pilihan dan tetap membeli minyak goreng curah karena 
                harga yang terjangkau. Padahal kerap kali minyak goreng itu 
                selain dikonsumsi sendiri juga digunakan sebagai modal usaha 
                bagi pedagang makanan gorengan, warung-warung tepi jalan, dan 
                penjual aneka penganan di pasar-pasar, stasiun kereta api, 
                terminal bus, dan fasilitas
umum yang lain.

Berikut 
                ini informasi yang didapat langsung dari lapangan dan oknum 
                pelaku kecurangan yang bisa kita simak sebagai pengetahuan agar 
                kita lebih waspada dan tidak terjebak sebagai korban pemalsuan 
                minyak goreng lagi..
                
                
                
Teknik 
                Pengoplosan
Pelaku mengumpulkan minyak 
                jelantah (minyak bekas menggoreng) dari para penjual makanan 
                gorengan dengan harga Rp 1000 ? 2000/kg. Oli bekas kendaraan 
                bermotor didapat dari bengkel mobil dan sepeda motor secara 
                gratis.

Jelantah dan oli bekas dipanaskan di tempat yang 
                berbeda sampai terpisah antara endapan dan cairan beningnya 
                kemudian masing-masing disaring. Minyak jelantah yang sudah 
                terpisah disaring dan kemudian ditambahkan tepung terigu dan 
                mentega dengan takaran suka-suka dan dimaksudkan supaya warna 
                dan tampilannya mendekati minyak goreng 
                murni.
                
                
                
saat dicampur oli 
                dan minyak 
                
                
Terakhir oli bekas yang juga sudah 
                disaring ditambahkan ke dalam minyak goreng tadi dengan maksud 
                menambah jumlah volume sehingga semakin banyak hasil yang 
                diperoleh. Bahkan, tidak tanggung-tanggung pelaku juga 
                menambahkan zat kimia semacam Hidrogen beroksida. Dan, semua 
itu 
                membutuhkan modal hanya Rp 6000/liternya dan mereka menjual 
                kembali kepada penjual di pasar mendekati harga normalnya Rp 
                10.000 sampai dengan 11.000
/liter. Dan dijual dalam kemasan 
                plastik 1 kiloan atau per jerigen.

hasil 
                produksi
Bisa dibayangkan berapa keuntungan 
                yang bisa mereka dapat dengan penjualan minyak racikan 
berbahaya 
                ini. Semisal (50 kilo/hari x Rp 4000) 30 hari = Rp 
                6000.000/bulan. Bisa dibayangkan berapa ratus orang yang akan 
                dirugikan dan terancam penyakit mematikan. Kanker, ginjal, hati 
                dengan 50 kilo minyak goreng berbahaya itu.
Hasil Penelitian 
                Bapak Mohamad Bachir selaku kepala Associate Laboratories 
                menyatakan bahwa hasil uji lab terhadap minyak goreng oplosan 
                mengandung senyawa berbahaya (baca: racun) lebih tinggi 
                dibanding minyak jelantah biasa. Kadar Senyawa itu memicu sel 
                kanker menjadi ganas.

Cara Mengenali
Mengenali 
                minyak goreng oplosan di pasaran memang tidaklah mudah. Tapi, 
                tetap kita bisa membedakannya apabila kita mau jeli. 
                
                
          
          Berikut ini tips mudah 
          untuk mengenalinya:
- Berbau tengik.
- Berwarna lebih gelap 
          dari minyak goreng asli.
- Terdapat endapan didasar minyak (berasal 
          dari tepung terigu).
- Timbul buih dan berasap saat 
          dipanaskan.

Keanehan di atas tidak ditemukan pada minyak goreng 
          asli yang sehat.
Berbekal pengetahuan di atas semoga konsumen bisa 
          lebih jeli terhadap produk-produk palsu yang merugikan dan 
          membahayakan kesehatan keluarga dan saudara-saudara kita. Dan sudah 
          seharusnya pemerintah segera mengatur tata niaga tentang pembuatan 
dan 
          izin edar minyak goreng karena sampai saat ini minyak goreng masih 
          termasuk niaga bebas dan pengawasannya memang tidak 
          ketat.

Sedang untuk produk-produk palsu lain segeralah 
          pemerintah bertindak tegas dan tidak setengah-setengah karena 
          korbannya anak bangsa sendiri.. Semua instansi terkait hendaknya 
          bergerak cepat dan jangan menunggu sampai terulang kasus serupa. Dan 
          masyarakat juga berperan aktif memberikan informasi apabila ditemukan 
          pemalsuan di sektor mana pun.?

Semoga info di atas dapat 
          bermanfaat bagi teman2 dan saya juga ingin sampaikan bahwa saya 
          memiliki solusi untuk ?memagari? tubuh kita ini dari berbagai ancaman 
          toxic/ racun yang dapat masuk melalui udara dan makanan serta minuman 
          yang kita konsumsi sehari-hari, yaitu melalui terapi oksigen, dengan 
          cara mengkonsumsi air sehat yang menyehatkan (bahkan 0% kandungan 
          mineral) yang mengandung oksigen tinggi yang merupakan produk 
          nasional
sejak tahun 5 tahun yang lalu.
           
           
           

  
  Akses 
  email lebih cepat. 
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
  Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan 
  di sini! (Gratis)
  

 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Yahoo! Upcoming: Singapore Arts Festival 2009 15 Mei - 14 Juni 2009. 
Lihat!  http://upcoming.yahoo.com/event/2166746/

Kirim email ke