samsul ulum
Tropical Forest Trust wildlife specialist kaliwungu city, kendal, central java www.tropicalforesttrust.com --- On Tue, 5/12/09, perhutani kph cepu <[email protected]> wrote: From: perhutani kph cepu <[email protected]> Subject: PRESS RELEASE KONSULTASI PUBLIK IDENTIFIKASI DAN PENGELOLAAN HCVF KPH CEPU To: [email protected], [email protected], "humas perhutani" <[email protected]>, [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Cc: "samsul ulum" <[email protected]> Date: Tuesday, May 12, 2009, 11:40 PM PRESS RELEASE KONSULTASI PUBLIK IDENTIFIKASI DAN PENGELOLAAN HCVF KPH CEPU Selasa, 12 Mei 2009 Perum Perhutani KPH Cepu melaksanakan kegiatan Konsultasi Publik Identifikasi dan pengelolaan HCVF (High Conservation Value Forest)/Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) di aula KPH Cepu. Kegiatan dilaksanan mulai jam 10.00 – 15.30 WIB. Kegiatan konsultasi publik di hadirin oleh stakeholder yang ada di KPH Cepu. Peserta yang hadir berjumlah 62 orang yang berasal dari Pemda Blora, Pemda Bojonegoro, BKSDA Jawa Timur, BKSDA Jawa tengah, NGO (TFT, Suphel, Obor, KTF, dll), Fakultas Kehutanan UGM dan masyarakat sekitar hutan. Kegiatan diawali dengan persentasi Identifikasi HCVF KPH Cepu oleh Bpk Prabawa Jatiasmara, S.Hut. Pembicara kedua adalah Bpk. Eko TP, S.Hut membicarakan masalah pembuatan rencana Kelola HCV (High Conservation Value) yang memiliki nilai sosial dengan menggunakan metode PCP (Participatory Conservation Palaning ). Pembicara ketiga adalah Bpk Prabawa Jatiasmara, S.Hut. Yang mempresentasikan pembuatan rencana kelola HCV yang memiliki nilai ekologi dengan mengunakan metode SCP ( site conservation Planing). Setalah kegiatan presentasi oleh KPH cepu kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dengan peserta konsultasi publik. Dalam sesi diskusi sebagian besar peserta konsultasi publik memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap langkah KPH Cepu dalam mengimplementasikan HCVF dalam wilayah kerjanya. Dari sisi pengelolaan peserta terdapat beberapa peserta memberi masukan kepada KPH Cepu mengenai permasalah kegiatan pengamanan kawasan HCVF. Pengamanan kawasan HCVF diharapkan melibatkan masyarakat dalam imlementasi pelaksanaannya. Kegiatan diakhiri dengan kesimpulan dan justment ahli oleh Ibu Ir. Dwi T Ardriyanti, MP dari Fakultas kehutanan UGM. Dalam kesimpulannya Ibu Ir. Dwi T Ardriyanti, MP menanggapi bahwa identifikasi HCVF di KPH Cepu sudah dilakukan dengan detail dan mengunakan metode yang tepat. Sedangkan mengenai rencana kelola dan pantau HCVF yang telah dibuat olah KPH Cepu, Ibu Ir. Dwi T Ardriyanti, MP juga menilai bahwa apa yang telah dibuat oleh KPH Cepu merupakan suatu perencanaan yang bagus dan sangat matang Karena dalam pembuatan rencana Pengelolaan dan Pemantauannya telah mengunakan metode yang sangat bagus (PCP dan SCP).

