--- Pada Sen, 25/5/09, Marina S <[email protected]> menulis:
|
|
 ...
MAMA...
Mama melahirkan kita sambil
menangis kesakitan. Masihkah kita
menyakitkannya? Masih mampukah
kita tertawa melihat
penderitaannya? Mencaci
makinya? Melawannya? Memukulnya?
Mengacuhkannya? Meninggalkannya?
Mama tidak
pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu
masih kecil, Memberikan ASI waktu kita
bayi, Mencuci celana kotor
kita, Menahan
derita, Menggendong kita
sendirian.
Di saat mamamu tidur, coba
kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan
terbuka untuk selamanya.. tangannya tak dapat
hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang
sering kita abaikan.. bayangkan mamamu sudah
tiada.. apakah kamu cukup membahagiakannya. .
apakah kamu pernah berfikir bertapa besar
pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam
perutnya... kirim pesan ini pada semua... itupun
kalau kamu sayang mamamu dan mau mengingatkan
teman2mu.
Ingat-ingatlah
lima aturan sederhana untuk menjadi
bahagia:
1... Bebaskan
hatimu dari rasa benci. 2.
Bebaskan pikiranmu dari segala
kekuatiran. 3. Hiduplah dengan
sederhana. 4. Berikan lebih
banyak (give more). 5. Jangan
terlalu banyak mengharap (expect
less).
tetapi...
Beliau justru satu-satunya
orang yang bersedia mati untuk melahirkan
kita…
Mama bukan tempat penititipan
cucunya disaat anda jalan
jalan,
tetapi disaat beliau sudah tua dan
tak bertenaga, yang beliau butuhkan sekarang
adalah perhatian anda , datang & hampiri dia
, bertanyalah bagaimana kesehatannya saat ini
dan dengarlah curhatnya, temani dia disaat dia
membutuhkan anda, itu saja.... beliau
sudah bahagia sekali...... .......dan melupakan
semua hutang anda kepadanya
Kirimkan ke 10 orang agar MAMA KITA
PANJANG UMUR
|
|
|
|
|
|
|
|
Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas -
Dengan Yahoo! Mail Anda bisa mendapatkan semuanya.