Selain itu ada pesepak bola muslim menunjukkan sikap seorang Muslim. Yaitu 
Souley Ali Muntari.
--- Pada Sen, 15/6/09, faisal nafis <[email protected]> menulis:

Dari: faisal nafis <[email protected]>
Topik: [kendal-online] Fwd: [PPSDMS_Angkatan_IV] Trs: [protein43] Kanoute: 
Muslim di Luar  dan Dalam Lapangan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 15 Juni, 2009, 8:43 AM











    
            
            


      
      

---------- Forwarded message ----------
From: Uztoe Hadiyoso <asto_shirosaki@ yahoo.co. id>

Date: 2009/6/15
Subject: [PPSDMS_Angkatan_ IV] Trs: [protein43] Kanoute: Muslim di Luar dan 
Dalam Lapangan
To: lingkar cendekia <lingkar_cendekia@ yahoogroups. com>, Rizky Susti Ningrum 
<qyhana...@yahoo. co.id>, ukhti sabrina <ukhti_sabrina@ yahoo.co. id>, 
mutikfanus syifa <andifa_putri@ yahoo.co. id>, PPSDMS_Angkatan_ 
i...@yahoogroups. com




















    
            
            


      
      


----- Pesan Diteruskan ----
Dari: ahmad muthi <adamuthi_1210@ yahoo.com>

Kepada: protei...@yahoogrou ps.com
Terkirim: Sabtu, 13 Juni, 2009 18:53:23

Topik: [protein43] Kanoute: Muslim di Luar dan Dalam Lapangan










    
      
      

Kanoute: Muslim di Luar dan Dalam Lapangan
                
                
                        
Tuesday, 02/06/2009 09:33 WIB


                                
                                






Tak banyak pesepak bola Muslim yang mau menunjukkan identitas
keislamannya di lapangan hijau. Pengecualian itu tak berlaku buat
Frederic Kanoute. Penyerang klub sepakbola asal Spanyol, Sevilla bangga
menjadi seorang Muslim, dan itu ia tunjukan dengan jelas dalam aksi,
sikap hidup, atau selebrasinya.

Hidup di Barat, dan bergelut dengan budaya serta kebiasaan yang
banyak bertentangan dengan prinsip hidup seorang Muslim, memang berat.
Apalagi di dunia sepak bola, satu bidang olahraga yang paling popular
di Eropa dan sangat memberi ruang pada kebebasan duniawi. Bahkan
cenderung membuat orang lupa akan nilai-nilai agama. Kalaupun ada,
untuk insan pesepak bola Muslim, diharuskan berhati-hati. Bukan rahasia
lagi, sentimen agama masih keras dirasakan, selain juga anti-Islam yang
banyak didengungkan oleh banyak pihak.
Kita tentu mengenal beberapa nama terkenal yang menghiasi dunia bola
internasional. Misalnya saja, Zinedine Zidane. Jika Anda pergi ke tanah
Arab dan berjumpa dengan seorang penggila bola di sana, maka jangan
heran jika Zidane dianggap dewa, dikagumi sedemikian rupa. Alasannya?
“Zidane seorang Muslim!”. Tapi apa daya, jarang sekali, bahkan mungkin
kita tidak pernah melihat Zidane menunjukan sikapnya yang Muslim itu
sendiri. Jika merayakan gol, Zidane biasa saja. Berita-berita tentang
keseharian Zidane yang menunjukan kebiasaan Muslimnya, amatlah minim.
Terus, kedua anak Zidane pun diberi nama Enzo dan Luca, dua nama yang
sama sekali tidak mencirikan identitas Islam.

Zidane hanya satu contoh. Di Jerman, ada Franck Ribery yang juga
Muslim namun—maaf—masih ikut menenggak bir ketika Bayern Muenchen juara
liga. Di Premier League, Nicolas Anelka sering meletakan dua tangannya
usai mencetak gol sebagai tanda syukur yang menunjukan ia seorang
Muslim. Namun, media Inggris juga ramai memberitakan kehidupan
bebasnya. Wallohu alam.
Namun, berbeda dengan Frederic Kanoute. Di dalam dan luar lapangan, ia adalah 
Muslim sejati. Siapa Kanoute?

Karir Sepakbola Kanoute

Kanoute terlahir dengan nama Frederic Oumer Kanoute di
Sainte-Foy-lè s-Lyon, 2 September 1977. Walaupun lahir di Prancis,
tetapi Kanoute lebih dekat dengan Negara asal kedua orang tuanya, Mali.
Ini dikarenakan ikatan Muslim yang melekat dalam dirinya.





Karir sepakbolanya dimulai di klub Prancis, Lyon. Ia memulai di usia
yang cukup belia yaitu 18 tahun. Tahun 2000, Kanoute direkrut oleh
salah satu klub Liga Inggris, West Ham United. Di klub ini, ia main
sebanyak 84 kali dan menghasilkan 29 gol. Jumlah yang cukup banyak
untuk ukuran pendatang baru saat itu. Karena aksinya itu, Kanoute
diminati klub yang lebih besar. Pada tahun 2002, ia pun hijrah ke
Tottenham Hotspur. Di Spurs, Kanoute hanya bertahan dua musim dengan
torehan gol sebanyak 21. Namun karir cemerlang Kanoute sebenarnya
semakin nampak ketika ia mulai bermain untuk Sevilla, klub Spanyol. Di
klub ini, kecuali musim pertamanya dan musim 2008-2009, Kanoute selalu
mencetak gol lebih dari 20 gol setiap musimnya. Jumlah yang hanya bisa
diraih segelintir penyerang saja. 


Keislaman Kanoute

Kanoute tak pernah sungkan dalam menunjukan identitas keislamannya,
baik di luar lapangan ataupun di dalam lapangan. Di lapangan misalnya,
setiap kali mencetak gol, ia tak pernah lupa merayakannya dengan
cara-cara yang “berani”. Misalnya dengan bersujud dan atau gerak tangan
seperti orang Islam yang telah berdoa.



Dalam kondisi apapun, Kanoute tetap menjalankan kewajibannya untuk
shalat. Tak jarang ia shalat di kamar ganti dan disaksikan oleh
rekan-rekannya. Awalnya ritual itu membuat heran sesama pemain yang
memang notabene non-Islam, namun lama-kelamaan, hal itu menjadi
pemandangan yang biasa. Bahkan rekan-rekannya di Sevilla memberikan
toleransi yang besar kepada Kanoute untuk melaksanakan keyakinannya.



Jika Ramadhan mendatang, Kanoute tetap menjalankan ibadah puasa.
Baik ketika latihan ataupun bertanding. Namun, khusus ketika berlatih,
pelatih fisik Sevilla memberikan kelonggaran kepada Kanoute untuk
berlatih tidak secara penuh. Sedangkan dalam pertandingan, Kanoute
tetap bermain penuh dan profesional kendati tidak makan dan minum.
Untungnya, pertandingan Liga Spanyol lebih banyak dimainkan pada waktu
malam hari, terutama untuk klub-klub besar.



Simpati Untuk Palestina.

Ketika Gaza tengah diobrak-abrik Israel, ribuan rakyat Palestina
syahid akibat agresi kaum Yahudi Zionis Januari silam, Kanoute tercatat
hanya satu-satunya pesepakbola yang menyampaikan simpati dan
dukungannya kepada Palestina. Hal itu ia tunjukan dengan cara membuka
bajunya untuk memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan
"Palestine". Kata Palestina itu ditulis juga dalam beberapa bahasa yang
lain. Itu ia lakukan dalam pertandingan Sevilla kontra Deportivo La
Coruna.



Aksi Kanoute tersebut mengundang banyak komentar dan reaksi.
Federasi Sepak Bola Spanyol (REF) memberlakukan denda kepada Kanoute
sebanyak 3000 euro atau sekitar Rp. 45 juta. Keputusan Federasi Sepak
Bola Spanyol ini menuai aksi protes dari segala penjuru. Peraturan
federasi Spanyol melarang para pemain menunjukkan berbagai publisitas
atau slogan-slogan sepanjang pertandingan berlangsung. Menurut federasi
itu, hukuman tersebut tidak mempermasalahkan sifat dasar politik dari
pesan itu. Tetapi mereka menyoroti fakta bahwa sang pemain telah
menunjukkan suatu pesan yang dinilai melanggar peraturan. Pep
Guardiola, pelatih Barcelona, membela Kanoute untuk aksinya itu.

Tanggapan Kaonute? ”Itu merupakan sesuatu yang saya rasa harus saya
lakukan. Setiap orang seharusnya merasa bertanggung jawab saat
menyaksikan ada suatu situasi yang sangat tidak adil itu. Saya merasa
100 persen bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan dan saya tidak
takut atas sanksi itu,” ujarnya kepada televisi swasta Telecinco.

Muslim di Luar Lapangan
Kanoute memang dikenal sebagai muslim yang taat. Pada tahun 2007
misalnya, pemain terbaik Afrika 2007 ini pernah memberikan gajinya
selama setahun, sebesar 700.000 dolar AS atau sekitar Rp 7 miliar untuk
menyelamatkan masjid terakhir yang ada di Sevilla. Masjid tersebut
sedianya akan dijual karena populasi Muslim di kota tersebut mulai
punah. Pemerintah setempat pun akhirnya memberi nama tempat ibadah
tersebut sesuai dengan sang pembeli.



"Jika tidak ada Kanoute, kami tidak akan beribadah pada hari Jumat
lagi, di mana itu adalah hari yang suci bagi umat muslim," tukas wakil
dari komunitas Islam Spanyol, sesaat setelah Kanoute membeli Masjid
tersebut, seperti dilansir AFP.

Ketaatan Kanoute dalam mengamalkan ajaran Islam juga mendapat dukungan penuh 
dari Sevilla. Ia diberi jersey (seragam)
khusus tanpa sponsor. Hal itu karena sponsor utama Los Palanganas,
888.com, adalah situs judi yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ia
juga menyumbangkan seluruh hasil penjualan kaosnya untuk beramal.
(sa/bbc/wkpd)
Source : http://eramuslim. com/berita/ dakwah-mancanega ra/kanoute- muslim-di- 
luar-dan- dalam-lapangan. htm

                                


        New Email addresses available on Yahoo!  
 Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.


Hurry before someone else does!
 

      


         
        
        


      
 

      


        
        

        Berselancar lebih cepat. 

 Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)
 

      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa 
mendapatkan semuanya. http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke