Sebagai mantan guru,saya sangat sangat mendukung sikap kritis Mas Asrofi dalam mensikapi kelakuan pelajar. Itulah kualitas pendidikan di negara kita,secara umum para pelajar dan mahasiswa hanya pintar berkreasi mengikiuti mode yang tidak pantas tapi sepi prestasi buktinya ketika standar kelulusan Ujian Nasional dinaikkan ribuan siswa tidak lulus.Itu baru sebagian kecil dari ketidakbecusan pendidikan di Indonesia.Memang kita tak boleh menafikan fakta bahwa ada sekelompok pelajar yang mampu menunjukkan prestasinya di kancah nasional maupun international tetapi itu hanya bagian minoritas yang bisa dihitung dengan jari dari jutaan pelajar&mahasiswa di tanah air.Yang saya rasakan ketika masih ikut mengajar dulu,adanya indikasi bahwa pendidikan seolah-olah cuma jual ijasah tanpa diikuti rasa tanggung jawab paska proses pendidikan berlangsung bagaimana kualitas peserta didik di tengah-tengah masyarakat yang kompleks.Disisi lain saya juga merasakan bahwa pendidikan di Indonesia tidak sungguh-sungguh dalam mencetak manusia Indonesia seutuhnya terutama dalam penanamam milai-nilai moralitas seolah-olah pekerjaan guru telah selesai ketika secara tekstual materi pengajaran telah disampaikan.Dan yang lebih parah lagi adanya sejumlah sekolah dan perguruan tinggi swasta gurem yang meluluskan peserta didiknya secara mudah semakin memperburuk citra pendidikan kita yang pada akhirnya bangsa kita akan tetap berada pada kondisi ketertinggalan oleh bangsa-bangsa lain. Bagaimana pendidikan akan bermutu kalau guru-gurunya yang terangkat jadi PNS lewat jalur kolusi,akibatnya guru-guru yang berkualitas tersingkir oleh guru low quality yang memiliki uang lebih sehingga mampu menembus tes CPNS.Coba jika anda mau mengamati lebih jauh,ketika melihat sekerumunan guru-guru sedang berkumpul obrolan mereka adalah seputar mutasi kerja dan kenaikan gaji baik di angkot maupaun di ruang guru sekalipun.Dari sederetan masalah tersebut yang mendorong saya untuk keluar dari dunia pendidikan dengan alih profesi tenyata lebih enjoe dan tidak jenuh dengan kondisi masyarakat dan bangsa yang kian terpuruk. Mohon maaf kepada rekan-rekan yang masih berkiprah di dunia pendidikan,semoga lewat tangan dan pengabdian anda sekalian dunia pendidikan akan maju dan berkembang yang pada akhirnya akan mampu mencetak kader-kader penerus perjuangan bangsa yang handal di masa yang akan datang.Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.. i
--- Pada Sab, 13/6/09, ASROFI <[email protected]> menulis: Dari: ASROFI <[email protected]> Topik: [kendal-online] Komitmen Guru terhadap Pendidikan Kesopanan Kepada: "KENDAL KENDAL" <[email protected]> Tanggal: Sabtu, 13 Juni, 2009, 6:37 AM Katur teman2 Kendal Online, Beberapa minggu lalu saya menemui anak SLTA Sukorejo yang memakai tindik di dagu. Hal semacam itu di jalan2 wajar, tapi rasanya kalo masih pakai sragam sekolah kok ya aneh.. Pertanyaan saya buat temen2 di sini yang kebetulan jadi guru: Apakah kita akan membiarkan anak didik kita yang cowo memakai tindik di kelas? Terimakasih, ASROFI Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal Mobile : +6281 311 661 479 Yahoo : asrofism G-Talk : m...@asrofi. web.id Email : m...@asrofi. web.id Blog : www.asrofi.web. id Office : www.sentraproperty. com Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

