--- On Fri, 7/10/09, Prof. Roy Sembel, Ph.D <[email protected]> wrote:

From: Prof. Roy Sembel, Ph.D <[email protected]>
Subject: [Smart WISDOM e-newsletter] TELADAN MANDIRI:  Christopher Paul 
Gardner; Terimakasih
To: [email protected]
Date: Friday, July 10, 2009, 10:14 PM











    
            
            


      
      Rekan-rekan netter Smart WISDOM yth,



Selamat bergabung bagi rekan-rekan yang baru bergabung.



Minggu lalu kami sekeluarga baru berkunjung ke Sulawesi Utara (Taman Laut 
Bunaken [Snorkeling lihat ikan Nemo, Taman Laut, dll], Manado [makan Bubur 
Manado di Wakeke], Danau Tondano, Bukit Kasih [naik lebih dari 2400 anak 
tangga], Tomohon, Kawangkoan [makan Biapong / Bakpau dan Kacang], pulang 
kampung ke Sumarayar Langowan [kuliner istimewa], pancing ikan di Air Mandidi, 
dll]. Bagi yang belum liburan, boleh juga tuh mempertimbangkan liburan 
refreshing ke sana.



Berikut ini kisah hidup Chris Gardner, yang ceritanya pernah diangkat ke layar 
lebar 'Pursuit of Happiness'. Mudah-mudahan bisa mencerahkan hidup anda.



salam WISDOM,

Roy Sembel

PS: 

* Terimakasih atas perhatian khusus dari rekan-rekan, kolega, kerabat/keluarga 
terhadap HUT saya (10 Juli). GBU all. 

* Buku BEST WIN (Becoming Smarter, Tougher, Wiser, Investor) masih dalam tahap 
akhir editing (sekitar 1-2 minggu lagi), setelah itu akan dikirim ke penerbit. 
Harap bersabar menunggu. Terimakasih atas dukungan rekan-rekan semua. 



=== e-newsletter Smart WISDOM ===



WISDOM, WEB, WEALTH



"Genius is 1% inspiration and 99% perspiration" 

(Albert Einstein)



---



Christopher Paul Gardner

Oleh:

Prof. Dr. Roy Sembel 

Dekan Business School Universitas Pelita Harapan (UPH)

Sandra Sembel (ssem...@yahoo. com)

Pemerhati dan praktisi pengembangan SDM



Apakah pernah terbayang di benak Anda bagaimana rasanya hidup menggelandang 
tanpa memiliki rumah? Pernahkah terbayang di benak Anda bagaimana rasanya 
'menginap' di stasiun kereta bawah tanah? Semua ini pernah dialami oleh 
Christopher Paul Gardner (Chris Gardner) di awal tahun 1980an ketika ia harus 
terusir dari apartemen yang ditinggalinya karena menunggak pembayaran sewa. 
Namun ia berhasil melewati masa sulit tersebut sampai akhirnya menjadi salah 
satu orang terkaya di Amerika Serikat. Apa yang dilakukannya? Bagaimana dia 
melakukannya hingga meraih sukses? Simak yang berikut.



Mimpi dan Harapan



Walaupun Chris pada saat itu tak memiliki rumah (homeless) dan harus berebut 
untuk bisa bermalam di rumah singgah, ia tidak pernah kehilangan harapan 
(hopeless), begitu yang dikatakannya dalam wawancara dengan CNN. Inilah salah 
satu senjata Chris ketika harus melewati masa-masa sulit: tetap memiliki 
harapan untuk sukses. Harapan ini muncul karena ia memiliki mimpi untuk keluar

dari kondisi sulit. Mimpi ini sempat diremehkan oleh orang-orang terdekat di 
sekitarnya (misalnya isterinya)l, seperti yang digambarkan dalam film 'The 
Pursuit of Happyness'� mengenai kisah hidupnya yang diperankan oleh William 
Smith.



Christopher Gardner, yang lahir tanggal 9 February 1954 di Milwaukee, 
Wisconsin, tidak mau dipatahkan semangatnya oleh orang-orang terdekatnya 
sekalipun. Ia fokus pada mimpi dan harapannya untuk meraih sukses.



Kegigihan



Mimpi dan harapan ini memberikan semangat dan ketekunan yang luar biasa bagi 
Chris untuk berjuang meraih sukses. Ketika ia harus mengikuti pelatihan bagi 
calon stockbroker, ia belajar dengan tekun dan serius. Ia pantang menyerah 
walaupun harus kehilangan apartemen dan semua fasilitas yang diperlukan untuk 
belajar. Sambil menjaga putranya yang masih balita, Chris menghabiskan sore dan 
malam hari belajar dan mempraktekan materi pelatihan yang diperolehnya. Sampai

akhirnya, ia berhasil menjadi yang peserta pelatihan yang terbaik dari 20 orang 
peserta. Peserta terbaik inilah yang akhirnya mendapatkan posisi sebagai 
pegawai tetap di perusahaan saham besar di AS.



Menciptakan Kesempatan



Selain harapan, mimpi, kerja keras dan kegigihan, Chris juga bekerja dengan 
cerdas yaitu bekerja dengan strategi dan perencanaan. Ia tidak tinggal diam 
menunggu kesempatan sukses datang. Ia mengejar kesempatan tersebut bahkan ia 
menciptakan kesempatan tersebut, sehingga ia mendapatkannya. Ketika ia harus 
bersaing mengalahkan para pelamar pekerjaan di perusahaan saham, ia tidak 
sekedar menyerahkan surat lamaran saja, tetapi ia langsung menemui orang yang 
berwenang menentukan lamaran siapa yang bisa diterima. Ia secara tatap muka

berkenalan dengan orang tersebut untuk memperkenalkan kualitas positifnya.



Kombinasi kualitas positif ini ternyata berhasil membawa Christopher Gardner 
menjadi pemenang dari kesulitan hidup yang dihadapinya. Ia akhirnya berhasil 
mendirikan sendiri perusahaan pialang saham yang terkemuka dan menjadi salah 
satu tokoh kaya di Amerika Serikat. Namun, ia juga tidak melupakan orang-orang 
yang sedang dalam kesulitan. Untuk itu, ia banyak mendedikasikan tidak hanya 
uang tetapi waktu dan tenaganya untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi 
orang-orang tersebut untuk tidak kehilangan harapan, dan untuk

terus berjuang meraih sukses. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki 
mimpi, harapan, kegigihan dan kesempatan? Selamat mencoba.




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke