Suatu Hari di Kunden
www.korantempo.com; Rabu, 15 Juli 2009
Kunden, Kendal, Jawa Tengah. Masyarakat desa di
sana sehari-hari berprofesi membuat gerabah. Di situlah pada 12-30 Juli
2009, Teater Studio Indonesia (TSI) Serang, pimpinan Nandang Aradea,
menceburkan diri dengan penduduk. Setelah menggelar pertunjukan teater
Perempuan Gerabah
atawa Ritus Kawin Tanah di TIM tahun lalu dan melanjutkannya ke Lampung
dan Palembang, agaknya pergulatan mereka dengan gerabah terus
berlangsung.
Sutradara Nandang Aradea yang pernah belajar teater di Moskow,
Rusia, ingin berkolaborasi dengan para petani gerabah di Kunden itu,
baik pada tingkat artistik maupun manajemen keproduksian. "Ini respons
bagi kecenderungan penciptaan teater-teater mutakhir yang tak lagi
berangkat dengan pertemuan langsung secara personal dengan masyarakat,"
katanya. Secara teknis, kerja sama ini akan terbagi dalam tiga tahap, yaitu
observasi, training,
serta pementasan dan diskusi-diskusi. Dalam tahap orientasi dan
observasi, Nandang dan kawan-kawan akan berkenalan dengan pihak
kelurahan dan komunitas seni tradisi Kunden, menanggap pertunjukan seni
terbang jawa, beramah tamah dengan pemuda dan tokoh masyarakat,
mengenal geografis, serta mensosialisasi rencana program dilengkapi
pemutaran video pertunjukan. Kemudian, mereka akan mengidentifikasi
berbagai jenis gerabah karya petani. Lalu, melakukan audisi pada para
petani Kunden.
Pada tahap kedua, tahap training, "Ini latihan sebelum
memasuki teks garapan," kata Nandang. Pada tahap ini, mereka akan
mempersiapkan aktor sebelum memasuki konsep pertunjukan. Tahap terakhir
adalah tahap pementasan. Petani Kunden sehari-hari memandang gerabah
adalah gerabah. Pada latihan-latihan, Nandang dan kawan-kawan akan
mencoba memberikan makna lain pada gerabah-gerabah itu. Makna yang
mengkritisi problematika kehidupan.
Kerja sama dengan para petani gerabah ini akan dipentaskan di
dua tempat, yakni pertama di Kampung Kunden (25 Juli 2009) dan yang
kedua di tengah-tengah Taman Kabupaten Kendal (28-29 Juli 2009). "Kami
akan mendokumenter seluruh proses ini dari A sampai Z dengan video dan
foto. Ini penting sebagai bagian pendekatan ilmiah teater," Nandang
menambahkan. Program ini terselenggara atas dukungan penuh Yayasan
Kelola yang memperoleh bantuan pendanaan dari Japan Sosial Development
Fund melalui Bank Dunia.
Revolusi Budaya Teater – Petani
Karya Budaya
Senin, 13 Juli 2009
JAKARTA,
SUARA MERDEKA — Setelah dinilai berhasil mementaskan teater Perempuan
Gerabah atau Ritus Kawin Tanah karya dan sutradara Nandang Aradea,
Teater Studio Indonesia (TSI) melakukan gerakan revolusi kebudayaan.
Mereka melakukan kolaborasi proses kreatif dengan para petani gerabah
di Kunden, Kendal, 12-30 Juli 2009. Gerakan
budaya yang dalam bahasa Nandang membutuhkan proses pelibatan diri
secara eksploratif dalam penciptaan gagasan teater penyadaran tersebut
diharapkan dapat meningkatkan kesadaran artistik dan managemen produksi.
Menurut
Nandang, pertemuan budaya itu merupakan respons terhadap kecenderungan
penciptaan teater mutakhir yang tak lagi diberangkatkan dari teks
lateral sastrawi tetapi teater yang digagas dari pertemuan-pertemuan
jejak personal. Secara teknis proyek kolabaroatif itu terbagi dalam
tiga tahap, yaitu orientasi dan observasi,
training-pengolahan-rehearshal, serta pementasan dan diskusi.
SUKSESKAN REUNI G82 SMA NEGERI KENDAL
Rekening G82 (an. NUR YULFIATI)
BANK BCA A/C 0800.450.7900 ; BANK MANDIRI A/C 136.00.0624886.5
Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/