samsul ulum

Tropical Forest Trust

wildlife specialist

kaliwungu city, kendal, central java

www.tropicalforesttrust.com

--- On Thu, 7/23/09, botol ulum <[email protected]> wrote:

From: botol ulum <[email protected]>
Subject: qhse course aug - nov 2009
To: [email protected], [email protected], [email protected], 
"Sumantri Yaksi" <[email protected]>, [email protected]
Date: Thursday, July 23, 2009, 1:06 AM

---------- Forwarded message ----------
From: HSS <[email protected]>
Date: 2009/7/21
Subject: [alumni-ipb] qhse course aug - nov 2009
To: [email protected]
Cc: [email protected], [email protected],
[email protected]




HSS Safety Training August – November 2009



Course 154 :    Ahli K3 Umum (Sertifikasi Depnaker)

Date            :    3 –  13 Aug 2009

Venue         :    Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta Pusat



#154: Sertifikasi CALON AHLI K3 Umum/P2K3



Dengan telah diberlakukannya UU no. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah
Daerah, maka daerah perlu menggali dan memanfaatkan potensi daerahnya
guna mengelola wilayah otonomi masing-masing termasuk dalah mhal ini
meningkatkan kemampuan perusahaan di wilayahnya. Masih banyak
perusahaan di daerah yang eblum mempunyai atau kekurangan tenaga Ahli
K3 guna menangani masalah kecelakaan kerja yang dapat terjadi setiap
saat sesuai dengan bidang keahliannya sebagaimana yang dimaksud dalam
pasal 1 ayat 6 dari Undang-undang no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja.



Maksud

Mempersiapkan tenaga Ahli K3 yang dapat melakukan identifikasi,
evaluasi, pemeriksaan yang  berkaitan dengan bidan keselamatan dan
kesehatan kerja secara umum
Mempersiapkan tenaga ahli yang dapat mengelola dan menjalankan organisasi P2K3.



Tujuan

Tersedianya calon Ahli K3 di perusahaan
Terpenuhinya pengisian jabatan sekretaris dan anggota P2K3



Materi Pelatihan

Kebijakan K3 Nasional
Undang-undang No. 1 tahun 1970
Sistem Manajemen K3
Prinsip dasar K3
Panitia Pembina K3
Pengawasan K3 Konstruksi Bangunan
Pengawasan K3 Listrik
Pengawasan Penanggulangan Kebakaran
Pengawasan K3 Pesawat Uap
Pengawasan K3 Bejana tekan
Pengawasan K3 Mekanik
Pengawasan Kesehatan Kerja
Sistem Pelaporan Kecelakaan
Analisa Bahaya
Pengenalan Resiko
Sistem Manajemen K3
Audit SMK3
Studi Kasus
Praktek Inspeksi/Kunjungan Lapangan
Seminar



163: TRAINING OPERATOR FORKLIFT



I. TUJUAN & MANFAAT



Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
dalam mengoperasikan forklift sehingga operator akan
bertanggung-jawab, berdisiplin serta memahami dan mengerti persyaratan
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam mengoperaiskan forklift
yang lebih efisien dan produkti dan aman untuk memenuhi standar
international (ISO 19000 dan ISO 14000) dan SMK3



II. MATERI PELATIHAN



1.     Kebijakan Depnaker

Undang-undang No. 01 tahun 1970
Permenaker No. 01 tahun 1989 & 05 tahun 1985
Pengetahuan dasar forklift
Sebab kecelakaan pada pengoperasian forklift
Pengoperasian yang aman
Membaca daftar beban
Dasar Pengukuran Kapasitas
Perawatan dan Pemeliharaan
Praktek





#166: PELATIHAN &  SERTIFIKASI KOMPETENSI K3 SCAFFOLDING

PENDAHULUAN & LATAR BELAKANG
Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk
menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, bebas
dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Karena itu pencegahan kecelakaan kerja dapat dilakukan melalui
berbagai pendekatan, salah satu pendekatan yang sering digunakan
adalah melalui pendidikan dan pelatihan. Melalui pendidikan dan
pelatihan dapat ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan, tanggung
jawab dan disiplin, pemahaman dan pengertian tentang persyaratan
keselamatan dan kesehatan kerja.

Peraturan menteri tenaga kerja No. PER.01/MEN/1980 tentang keselamatan
dan kesehatan kerja pada konstruksi bangunan mensyaratkan penggunaan
perancah (scaffolding) yang sesuai dan aman untuk semua pekerjaan
konstruksi

TUJUAN
UMUM
Dapat melakukan pekerjaan pemasangan, perawatan, pemeliharaan dan
pembokaran perancah secara aman bagi keselamatan dirinya, orang lain,
konstruksi dan bagian-bagian yang lainnya.

AKADEMIK
Memahami secara baik tentang :

Potensi bahaya konstruksi perancah
Cara pencegahan kecelakaan kerja perancah
Prosedur kerja aman perancah
Pengetahuan dasar perancah
Jenis-jenis perancah
Supervisi perancah
Pemasangan dan pembongkaran perancah
Standar dan pedoman teknis
Peraturan dan standar perancah

KETERAMPILAN TEKNIK
Dapat melakukan pekerjaan pemasangan, pemeliharaan dan pembongkaran
perancah dengan selamat dan sehat, antara lain :

Melaksanakan pekerjaan pemasangan
Melaksanakan pekerjaan pemeliharaan
Melaksanakan pekerjaan pembongkaran
Mengindentifikasi dan mendeteksi bahaya perancah

MATERI

Undang-undang No.1 th 1970
Peraturan Menaker No.1/MEN/1980
Surat Keputusan bersama Menaker dan Menteri Pekerjaan Umum
No.147/MEN/1986 dan No.104/Kpts/1986 tentang K3 pada tempat kegiatan
konstruksi bangunan
Pengetahuan dasar perancah
Jenis-jenis perancah
Standar dan pedoman teknis perancah
Supervisi perancah
Penggunaan perancah yang aman
Pemasangan dan pembongkaran perancah
Praktek lapangan
Ujian

167: AHLI MUDA K3 KONSTRUKSI UNTUK LISENSI K3

I. Pendahuluan

Bahwa kecelakaan kerja proyek konstruksi bangunan mengandung potensi
bahaya yang mengancam tenaga kerja atau orang lain yang berada
ditempat kerja baik akibat proses pekerjaan, instalasi/peralatan
proyek, lingkungan kerja atau tenaga kerja itu sendiri.



Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja terhadap tempat kerja
proyek konstruksi bangunan diperlukan adanya tenaga kerja yang
berkompeten dan memiliki kewenangan sebagai dimaksud dalam Surat
Dirjen Binwasanker RI No. Kep. 20/DJPPK/VI/2004 tentang Sertifikat
Kompetensi K3 bidang Konstruksi Bangunan.



Seorang Ahli Muda K3 Konstruksi tugasnya: Mengindentifikasi potensi
bahaya. Melaksanakan pekerjaan K3 proyek konstruksi, mengontrol &
mengetahui tindakan dan kondisi bahaya. Melaksanakan penyuluhan
dilingkungan proyek. Melaksanakan konsultasi dan komunikasi K3 di
proyek.



II. Dasar Hukum

Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
Undang-undang no.18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.01 Tahun 1980
tentang K3 pada Konstruksi Bangunan
Surat Keputusan bersama Menakertrans dan Menteri Pekerjaan Umum No.
174/Men/1986 dan No. 104/Kpts/1986 tentang K3 pada tempat kegiatan
konstruksi
Surat Dirjen Binwasnaker No.40/DJPPK/VI/2004 tentang sertifikasi
Kompetensi K3 pada konstruksi bangunan.



III. Program Pelatihan

Pelatihan K3 Ahli Muda Konstruksi pelaksanaan telah dimulai sejak
bulan April 2004, terselenggara atas kerja sama Depnakertrans RI
dengan Perusahaan Jasa K3 bidang pelatihan/Asosiasi Ahli K3
Konstruksi. Pelatihan ini dimaksud untuk memberikan SERTIFIKASI DAN
LISENSI K3 AHLI MUDA KONSTRUKSI bagi semua pekerja yang terlibat dalam
proyek konstruksi bangunan.



IV. Mata Pelajaran



Undang-undang, Standard dan Peraturan K3
Undang-Undang Jasa Konstruksi Kaitan dengan K3 Konstruksi
Pengenalan Jasa Konstruksi
Pengetahuan Dasar K3
Manajemen Pelatihan
Manajemen dan Administrasi K3
Manajemen Lingkungan
Higiene Perusahaan dan Proyek
K3 Pekerjaan Konstruksi
K3 Peralatan Konstruksi
K3 pada Alat Angkat dan Angkut
K3 Tangga dan Perancah
K3 Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal
Sistim Pemadam Kebakaran
Sistim Tanggap Kebakaran
Pengetahuan Inspeksi K3
Observasi Lapangan dan Penyusunan Makalah
Seminar
Evaluasi Akhir





#168: AHLI K3 KEBAKARAN PAKET D (TINGKAT DASAR I)

Tujuan

Mengidentifikasi dan melaporkan tentang adanya faktor yang dapat
menimbulkan bahaya kebakaran
Memadamkan kebakaran pada tahap awal
Mengarahkan evakuasi orang dan barang
Menandakan koordinasi dengan instansi terkait

•  Materi

Norma K3 Penanggulangan Kebakaran
Dasar-dasar K3 dan
peraturan terkait dengan K3 penanggulangan kebakaran
Manajemen Penanggulangan kebakaran
Dasar-dasar manajemen pengamanan kebakaran
Teori api dan Anatomi Kebakaran I
Teori api dan anatomi kebakaran
Prinsip-prinsip pencegahan dan teknik pemadam kebakaran
Pengenalan Sistem Proteksi Kebakaran
System proteksi pasif (komprehensif dll)
System proteksi aktif (APAR, Hidran dll)
Prosedur darurat Bahaya kebakaran
Pengetahuan prosedur menghadapi bahaya kebakaran (dasar-dasar Fire
Emergency Plan)
Praktek
Pemadaman dengan APAR/Hidrant
Evaluasi





#169: HAZOPS (HAZARD & OPERABILITY STUDY)



Setelah mengikuti Hazops Training, para peserta diharapkan dapat
melakukan identifikasi bahaya dari suatu system proses, baik itu
proses produksi minyak maupun proses produksi bahan kimia yang
menggunakan suatu system perpipaan, bejana-bejana bertekanan yang
didisain dengan perlengkapan pengamanan atau safety devices, melalui
suatu kajian yang sistematis dari kemungkinan terjadinya penyimpangan
aliran proses dari tujuan perancangan. Melalui beberapa studi kasus,
para peserta diharapkan akan dapat menerapkan pengetahuannya ditempat
kerja mereka nantinya.



COURSE OUTLINES

1) Pendahuluan: Pengertian dasar & terminology hazard analysis;
Process Safety Management vs Hazard Analysis

2) Konsep dan Teknik Hazard Analysis: Aplikasi Hazard Analysis di
industri; Methodology Hazard Analysis

3) Case Study: Fault Tree dan Check List

4) Hazard & Operability Study: Konsep Dasar & Methodology; Terminology



5) HAZOPS Methodology: Keuntungan & kerugian

6) Kapan HAZOPS dilakukan: Data yang diperlukan; Anggota tim HAZOPS;
Prosedur HAZOPS; Pelaksanaan studi; Dokumentasi HAZOPS



7) Tindak Lanjut:



Kesimpulan HAZOPS; Risk Ranking; Rekomendasi; PPT (Potential Problem Report)



8) Commitment: Management of Change (MOC); Kesalahan umum



#170: HAZARDOUS AREA CLASSIFICATION

EQUIPMENT SAFE SITING







1)     Introduction



2)     Definition of Area Classification



3)     Roles of Underwriting & Standards Organizations: Underwriters
Laboratory  (UL)  & Factory Mutual  (FM); Instrument Society of
America  (ISA); Occupational Safety & Health Administration  (OSHA);
National Fire Protection Association (NFPA); American Petroleum
Institute  (API); American National Standards Institute (ANSI)



4)     Definition of Key Terms: Class I / II  Areas; Hazardous
Location; Flash Point; Flammable Liquid; Classes of  Flammable Liquid;
Combustible Liquid; Classes of  Combustible Liquid; Adequate
Ventilation; Areas that are considered to have adequate ventilation;
Authority having jurisdiction; Class I / II  Locations; Conditions
necessary for ignition; What are point sources of emissions?;
Unclassified areas; Determination of Area Classification



5)     Determination of Area Classification: Methodology Development;
Flowcharting the Process; Area Classification Procedures



4)     Defining the extent of Classified Areas



5)     Area Classification Documentation: Drawing Backgrounds; Drawing
Content; Area Classification Plant View; Assessment Report



6)     Classification of Locations: Classes; Divisions; Groups



7)     Equipment In Classified Areas: Protection Techniques Divisions;
Equipment Approval Equipment; Equipment in Class I Locations;
Equipment in Class II Locations



8)     Methods of Protection & Hazard Reduction: What is Hazard
Reduction; Methods of Protection in a Class I Area; Physical Isolation
of the Hazards; Confining the explosion; What does Explosion Proof
mean?; Energy Limiting; Non incentive system; Purging and
depressurizing; Types Depressurized Systems; Hermetically Sealed; Oil
Immersion



9)     Site Specific Case Studies





#171: Mempersiapkan & Menyusun Sistem Manajemen QHSE

(ISO 9001-ISO 14001-OHSAS 18001) yang Terintegrasi



LATAR BELAKANG

Bagi perusahaan yang ingin mengintegrasikan QMS (Quality Management
System), EMS (Environment Management System) dan OHSAS (Occupational
Health & Safety Assessment Series), sering timbul pertanyaan bagaimana
caranya menuliskan dokumen yang diperlukan untuk ketiga sistem
tersebut secara efisien? Kalau kita mau mencermati lebih rinci
masing-masing persyaratan, kita akan menemukan persyaratan yang sama
dari segi judul, namun sangat berbeda dalam hal konteksnya, sehingga
kita dituntut untuk mampu mencari keterkaitan dari
persyaratan-persyaratan tersebut, serta memutuskan apakah persyaratan-
persyaratan tersebut penulisannya dapat digabung menjadi satu atau
tetap berdiri sendiri-sendiri? Penggabungan dilakukan di dokumen level
I, II, atau III?

Pelatihan ini akan memberi gambaran kepada para peserta tentang
bagaimana cara menuliskan dokumen yang terintegrasi dari  tiga sistem
manajemen, yang meliputi QMS (ISO 9001:2000), EMS (ISO 14001:2004) dan
Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (OHSAS 18001:1999).



SASARAN PELATIHAN:

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan

1.     Memahami persamaan dan perbedaan persyaratan ISO 9001:2000, ISO
14001:2004 dan OHSAS 18001:1999.

2.     Mampu menyusun outline untuk Integrated QHSE ( Quality, Health
& Safety and Environment ) System Manual

3.     Mampu menetapkan prosedur yang dapat / tidak dapat diintegrasikan.

4.     Mampu menetapkan instruksi kerja yang dapat / tidak dapat diintegrasikan.

5.     Mampu memilih serta mengarahkan anggota tim penulis dokumen
Ruang Lingkup dan dokumentasi dari QHSE Management System.

6.     Menetapkan format dokumen yang mampu memenuhi persyaratan /
kebijakan perusahaan dalam hal QHSE.

7.     Mampu membuat perencanaan serta mengontrol pelaksanaan
penulisan dokumen yang terintegrasi.



MATERI TRAINING:

1.     Membandingkan persyaratan ISO 9001:2000, ISO 14001:2004 dan
OHSAS 18001:1999

2.     Menetapkan outline manual yang terintegrasi

3.     Menetapkan prosedur yang memungkinkan untuk diintegrasikan

4.     Menetapkan instruksi kerja yang memungkinkan untuk diintegrasikan

5.     Menetapkan format penulisan manual, prosedur dan instruksi kerja

6.     Membentuk tim penulis integrated system documents

7.     Kesulitan yang biasa dihadapi oleh tim penulis serta jalan keluarnya



  Other HSS public courses:



Number

Course Title

Date

159

Ahli K3 Kimia (Depnaker Certification)

27 Jul – 6 Aug

160

Petugas K3 Kimia (Depnaker Certification)

27-31 July

161

Tehnisi K3 listrik

27-30 July

162

Accident Investigation & Cause Tree Analysis

23-24 July

163

Pelatihan & Kompetensi Operator Forklift (Depnaker Certification)

10-12 Aug

165

Contractor Safety Management (CSMS)

30-31 July

166

Pelatihan & Kompetensi K3 Scaffolding (Sertifikasi Depnaker)

10-13 Aug

167

Ahli Muda K3 Konstruksi (sertifikasi Depnaker)

24-28 Aug

154

Ahli K3 Umum (sertifikasi Depnaker)

3 – 13 Aug

168

Ahli K3 Kebakaran Dasar kelas “D” (sertifikasi Depnaker)

5 -7 August

169

HAZOPS

27-28 Aug

170

Hazardous Area Classification

20-21 Aug

171

Mempersiapkan & Menyusun Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001-ISO
14001-OSHAS 18001) yang terintegrasi

25-26 Aug

172

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) sertifikasi Depnaker

2-4 Sept

173

Occupational Health Management System

3-4 Sept

174

Internal Audit System Manajemen Mutu ISO 19011:2002

10-11 Sept

175

Ahli K3 Kebakaran Madya “A” (sertifikasi Depnaker)

7-11 Sept

176

Safety Management for Supervisor & Manager

30 Sept

177

Audit SMK3 (Depnaker Certification)

12-14 Oct

178

Operator Over Travelling Crane (Depnaker Certification)

26-29 Oct

179

Ahli K3 Kebakaran kelas B (sertifikasi Depnaker)

12-16 Oct

180

Behaviour Based Safety Management

29-30 Oct

181

Ahli K3 Umum (sertifikasi Depnaker)

19-29 Oct

182

Process Safety Management

12-13 Nov

183

Ahli K3 Kimia (sertifikasi Depnaker)

16-26 Nov

184

Petugas K3 Kimia (sertifikasi Depnaker)

16-20 Nov

185

Tehnisi K3 Listrik (sertifikasi Depnaker)

30 Nov – 3 Dec

186

Sertifikasi Kompetensi Petugas K3 Madya Ruang Terbatas (sertifikasi Depnaker)

4 – 6 Nov

187

Contractor Safety Management

19-20 Nov

188

Ahli K3 Kebakaran kelas C (sertifikasi Depnaker)

16-20 Nov

INFORMATION & REGISTRATION: Ph (021) 546.8582, Fax (021) 5420.2428;
email: [email protected]







      

Kirim email ke