Semoga bermanfaat.
BANDUNG, KOMPAS.com - 23 Juli 2009Indonesian Conference on
Innovation, Entrepreneurship, and Small
Business (ICIES) ke-I di Hotel Grand Preanger, dihadiri :Gubernur Jawa Barat
Ahmad Heryawan,
Wali Kota Bandung Dada Rosada,
serta Rektor Institut Teknologi Bandung Djoko Santoso
JK : Kewirausahaan
1. Tidaklah melulu menyangkut bisnis dan keuntungan.
2. Sesuatu untuk dilakukan dan diterapkan. Bukan untuk dipelajari
semata. 3. Karakter terpenting yang bisa
diadopsi masyarakat dari wirausahawan adalah keberanian di dalam
mengambil keputusan dan resiko. "Seperti belajar renang. Kalau kita
takut-takut, mesti tidak akan bisa. Tetapi, kalau sudah nyemplung
langsung, dengan sendirinya bisa," ujarnya memberi analogi.4. Hendaknya itu
dimulai dengan cara yang sederhana. Jangan kebanyakan teorinya. "Makanya, tidak
usah
terlalu banyak seminar,"
--------------
Gerald
Lidstone, Director Institute for Creative Cultural Entreprenuership
(ICCE) Inggris membenarkan, yang namanya wirausaha itu tidak melulu
menyangkut soal bisnis, melainkan, juga pola pikir kreatif, inovatif,
dan kemampuan memecahkan masalah.
Paham ini jika dimiliki setiap
profesi akan menghasilkan output yang baik.Amat
bahaya apabila kewirausahaan hanya diarahkan pada kepentingan bisnis
dan keuntungan. Pengusaha bertanggung jawab terhadap kerusakan
lingkungan yang terjadi selama ini. "Selama ratusan tahun mereka bebas
mengeksploitasi alam tanpa berpikir menyisakannya untuk anak cucu,"
ujar Howard Frederick, pakar inovasi dan kewirausahaan dari Unitec
Institute of Technology, Selandia Baru.Inilah yang kemudian melatarbelakangi
lahirnya paham socialpreneur dan ecopreneur.
Dalam sepuluh tahun ke depan, ia percaya ecopreneur akan menjadi tren
baru di dunia. "Di Inggris, jumlah sosial-entrepreneur, termasuk di
dalamnya ecopreneur mencapai 12 persen, melampaui wirausaha bisnis yang 9
persen," tuturnya.
Bagaimana dengan kamu?
Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com