samsul ulum
The Forest Trust wildlife&HCVF specialist kaliwungu city, kendal, central java www.tft-forests.org --- On Thu, 8/6/09, Ardy The Great <[email protected]> wrote: From: Ardy The Great <[email protected]> Subject: [rimpala_fahutan_ipb] tulisan bagus tentang Mountaineering... To: [email protected] Date: Thursday, August 6, 2009, 1:49 AM Ada tulisan bagus tentang Mountaineering nih dari www.kompasiana. com, lumayan buat nambah pengetahuan. ... Mountaineering Oleh BRO - 4 Augustus 2009 - Dibaca 524 Kali - saudara tukul rewangsa mengomentari posting Semeru dengan kritik tajam. mendaki gunung, dalam komentarnya merupakan aktivitas yang cari-cari penyakit dan bikin susah orang banyak. tidak ada relevansinya antara mendaki gunung dan kemajuan generasi muda. saya bukan sekadar ingin mengomentari saudara tukul rewangsa. komentar dan kritik tajamnya tetaplah masukan atau saran yang amat berarti bagi pembaca siapapun. namun, saudara tukul rewangsa tampaknya keliru memahami aktivitas mendaki gunung, naik gunung, atau kerennya mountaineering. Andika Listyono Putra tewas di Gunung Semeru. sejauh yang saya tahu dari tanya sana-sini dengan kalangan pengurus dan alumni Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (KPALH) Setrajana, Fisipol, Universitas Gadjah Mada, Andika mendaki untuk mengisi liburan menjelang tahun akademik baru. pendakian bagi Andika yang juga Anggota KPALH Setrajana, saya yakini bukan sekadar untuk aksi kepahlawanan. bukan juga tindakan untuk mengantarkan nyawa alias bunuh diri. pasti juga bukan untuk menyusahkan orang lain. memang benar bahwa mountaineering merupakan kegiatan alam terbuka berisiko tinggi. sama berisikonya dengan panjat tebing (rock climbing) dan penelusuran gua (caving) yakni setiap saat bisa kehilangan nyawa. nah, kalau sudah tahu risikonya tinggi bahkan mengancam nyawa, untuk apa kegiatan itu dilakukan? jawabannya, tentu apa yang didapat setimpal atau malah lebih besar daripada risikonya. apa yang didapat dari kegiatan alam terbuka? setiap pendaki gunung, pemanjat tebing, dan penelusur gua punya jawaban yang berbeda-beda. namun, intinya ialah pelajaran hidup. mendaki gunung bukan sekadar soal kuat atau tidak kuat berjalan dan bertahan sampai puncak lalu pulang. dalam pendakian terutama berkelompok dapat ditarik pelajaran tentang bagaimana mengorganisasi diri. peralatan dan perlengkapan apa saja yang harus dibawa. perbekalan pun demikian. selain itu, obat-obatan. itu pun tidak cukup. selama pendakian, kita juga belajar merencanakan perjalanan dan mematuhi setiap tahapan yang sudah direncanakan. yang tidak dapat dilupakan ialah belajar menghormati dan hidup selaras dengan alam. keindahan panorama, kepuasan, kebanggaan, keharuan, ekstase hingga suasana kontemplatif ibarat bonus yang diberikan alam kepada kita. padahal, mungkin dan rasanya sih demikian, bonus-bonus itulah yang dicari dan sebenarnya merupakan kebutuhan yang tidak bisa dibeli dengan uang sebanyak apapun. tidak mungkin kepuasan dan kebanggaan dan kecintaan itu bisa didapat di pasar-pasar, mal-mal, atau dipajang sebagai dagangan layaknya makanan, minuman, dan barang. menaiki lereng Mahameru yang menguras tenaga bukan sekadar untuk mencapai puncak dan menyatakan diri hebat tetapi justru sebaliknya. manusia itu kecil di hadapan kuasa alam. keindahan alam yang dipertontonkan ibu bumi sebenarnya mengajak kita untuk menjaganya. jangan salah mengira, sejumlah tokoh muda yang berpengaruh terhadap perjalanan bangsa ini juga menggandrungi mountaineering. ingatlah (Alm) Soe Hok Gie dari UI yang tewas di Semeru yang saya kagumi sebagai penulis muda yang amat kritis, berani, dan paling berbakat pada zamannya di Indonesia. selain itu, masih ada (Alm) Riswanda Imawan, pengamat politik dari UGM, yang banyak tulisannya hasil dari perenungan di Gunung Merapi. kalau tidak ada relevansi antara naik gunung dengan pembangunan generasi muda, pasti kegiatan itu akan ditinggalkan dan mati dengan sendirinya. masih eksisnya kegiatan alam terbuka merupakan bukti bahwa telah menjadi kebutuhan pelakunya mungkin untuk eksistensi hidup sebagai manusia. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Akhirnya datang juga!

