Just info. Semoga bermanfaat.

----- Original Message ----- 
From: "Ustriklanov_Z_Titus"
Sent: Tuesday, August 11, 2009 3:59 PM
Subject: [Islam] Dauroh Masyaikh Bantul 2009 : Pertemuan Masyayikh dengan 
Bapak Bupati Bantul


Pertemuan Masyayikh dengan Bapak Bupati Bantul

Di sela-sela kesibukan menyampaikan durus ilmiah dan bimbingan kepada Ahlus 
Sunnah dalam acara Daurah Ilmiah ke-5 di Yogyakarta, para masyaikh 
menyempatkan untuk bertemu secara khusus dengan Bupati Bantul, Bapak Drs. 
Idham Samawi.

Bertepatan dengan hari Selasa, 6 Sya’ban 1430 H – 28 Juli 2009 M, dengan 
taufiq dan kemudahan dari Allah, para masyaikh : Asy-Syaikh ‘Abdullah bin 
‘Abdirrahim Al-Bukhari, Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi Azh-Zhafiri, Asy-Syaikh 
‘Abdullah bin Shalfiq Azh-Zhafiri, dan Asy-Syaikh Ali bin Yahya Haddadi 
hafizhahumullah jami’an, dengan diiringi para asatidzah pengampu Daurah : 
Al-Ustadz Ruwaifi’, Lc, Al-Ustadz ‘Abdul Jabbar, Al-Ustadz ‘Abdul Mu’thi 
Al-Maidani, dan Al-Ustadz Abdul Haq hafizhahumullah. Bertemu dengan Bapak 
Bupati Bantul di rumah Dinas Bupati. Pertemuan terjadi kurang lebih pada 
pukul 10.20 WIB, selama 30 menit.

Dalam pertemuan tersebut para Masyayikh mengungkapkan rasa terima kasih yang 
sebesar-besarnya kepada Bupati Bantul secara khusus, dan kepada Pemda Bantul 
secara umum. Rombongan juga menyerahkan cinderamata kepada Bapak Bupati 
Bantul.
Menanggapi penyampaian rombongan, Bapak Bupati Bantul mengungkapkan bahwa 
kunjungan ini merupakan kehormatan tersendiri bagi beliau. Beliau juga 
mengungkapkan rasa terima kasih atas pelaksanaan Kajian Ilmiah Nasional, 
yang menjelaskan Islam yang benar. Acara tersebut telah memberikan 
pencerahan kepada kaum muslimin di Bantul. Beliau bergembira dengan adanya 
kegiatan ini yang merupakan salah satu bentuk memakmurkan Masjid Agung 
Manunggal Bantul. Beliau berkeinginan agar masjid tidak hanya sekedar untuk 
shalat dan dzikir, tetapi juga digunakan untuk kegiatan kajian ilmiah, 
diskusi, dan pencerahan wawasan kepada kaum muslimin.
Bapak Bupati juga mengutarakan harapannya agar masyarakat Bantul bisa 
memahami Al- Qur’an dan As-Sunnah dengan benar. Beliau ingin masyarakat 
Bantul mengetahui tafsir Al-Qur’an yang benar. Beliau menambahkan bahwa di 
Bantul saat ini sedang diadakan program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an 
di sekolah-sekolah.

Asy-Syaikh ‘Abdullah Al-Bukhari memuji semangat dan harapan Bupati. Apa yang 
disampaikan oleh Bupati ini sejalan dengan apa yang telah disampaikannya 
ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Kajian Ilmiah Nasional di 
Masjid Agung Bantul, Sabtu (25/07). Asy-Syaikh Al-Bukhari juga mengungkapkan 
kesediaan membantu mewujudkan keinginan Bapak Bupati. Di antaranya dengan 
berusaha memberikan kajian di Masjid Agung Manunggal Bantul pada masa yang 
akan datang, bahkan menyatakan bersedia bila diminta membantu penyusunan 
kurikulum untuk sekolah-sekolah bila dibutuhkan. Seraya Asy-Syaikh 
Al-Bukhari kemudian kembali mengungkapkan rasa terima kasih kepada beliau.
Pada akhir pertemuan, Bapak Bupati Bantul meminta maaf atas segala 
kekurangan yang ada selama para masyayikh berada di Bantul. Bapak Bupati 
kemudian mengantarkan rombongan hingga teras rumah.

Beberapa hari kemudian, sebelum meninggalkan negeri Indonesia, para 
masyayikh menyempatkan diri menulis surat untuk Bapak Bupati Bantul, guna 
mengungkapkan kembali rasa terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Bupati 
serta menyampaikan beberapa hal kepada beliau.

Demikianlah cara ahlus sunnah bermuamalah dengan penguasa kaum muslimin. 
Mereka memuliakannya dan tidak menjatuhkan kewibawaannya. Mereka menaati 
penguasa dalam hal-hal yang ma’ruf.
Inilah pula cara yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam 
dalam menyampaikan nasehat kepada penguasa, sebagaimana hadits beliau, dari 
shahabat ‘Iyadh bin Ghunaim Radhiyallah ‘anhu :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِي سُلْطَانِ فَلاَ يُبْدِهِ عَلاَنِيَةً، 
وَلَكِنْ يَأْخُذُ بِيَدِهِ فَيَخْلُو بِهِ، فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ، 
وَإِلاَّ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ

“Barangsiapa yang hendak menasehati seorang penguasa, maka jangan dilakukan 
secara terang-terangan (di tempat umum atau terbuka dan yang semisalnya, 
pent). Namun hendaknya dia sampaikan kepadanya secara pribadi, jika ia 
(penguasa itu) menerima nasehat tersebut maka itulah yang diharapkan, namun 
jika tidak mau menerimanya maka berarti ia telah menunaikan kewajibannya.” 
(HR. Ahmad, Ibnu Abi ‘Ashim, Al-Baihaqi. Dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani 
di dalam Zhilalul Jannah hadits no. 1096)

(Sumber : Panitia Daurah Masyayikh 1430 H – 2009)





====================================
Mau GRATIS TELPON LOKAL, DISCOUNT 50% SMS, 
DISCOUNT 20% SLJJ, dan DISCOUNT FLEXI MILIS? 
Ikuti Dahsyatnya FLEXI KOMUNITAS. 
Ketik CREATE<spasi>[NAMA GRUP], sms ke 345. 
Contoh: CREATE SMU2, sms ke 345. 
Informasi selanjutnya:
- hubungi 147
- http://www.telkomflexi.com
- ketik INFO, sms ke 345.


------------------------------------

_____ http://www.KendalOnline.Net _____
Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet

<!--Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke