samsul ulum

The Forest Trust

wildlife&HCVF specialist

kaliwungu city, kendal, central java

www.tft-forests.org

--- On Fri, 8/14/09, Itan_aja <[email protected]> wrote:

From: Itan_aja <[email protected]>
Subject: [fkkm] BPK Sedunia Bahas Audit Berperspektif Lingkungan Hidup
To: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
Date: Friday, August 14, 2009, 11:01 PM






 




    
                   

http://www.bpk. go.id/web/ ?p=3869 

BPK Sedunia Bahas Audit Berperspektif Lingkungan Hidup 

Ketua BPK RI, Anwar Nasution, bersama Director General of INTOSAI WGEA
Secretariat, Mr. Tonis Saar, membuka  pertemuan ke-8 Steering Committee
(SC) International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) Working
Group on Environmental Auditing (WGEA), pada 3-6 Agustus 2009, dimana BPK RI
menjadi tuan rumah acara tersebut. Acara yang berlangsung di Kamandalu Resort
Ubud ini merupakan pertemuan steering committee INTOSAI WGEA yang akan membahas
perkembangan implementasi rencana kerja INTOSAI–WGEA 2008-2010.

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan lembaga pemeriksa dari 14 negara anggota
steering committee, yaitu Austria, Brazil, Canada, China, Republik Czech,
Mesir, Estonia, Indonesia, New Zealand, Norwegia, Polandia, Tanzania, UK, dan
USA. Selain itu, perwakilan lembaga pemeriksa dari Malaysia dan Maroko, serta 1
perwakilan organisasi internasional yang bukan lembaga pemeriksa yaitu United
Nations Environment Programme (UNEP), juga hadir sebagai observer dalam 
pertemuan
tersebut.

Ketua BPK RI mengatakan bahwa kedatangan para delegasi yang berasal dari
berbagai negara ini menunjukkan kepercayaan para delegasi atas kemampuan
pemerintah menangani keamanan setelah terjadinya ledakan bom di Jakarta .
Pada pertemuan tersebut juga dikatakan bahwa BPK 
 RI telah aktif melakukan pemeriksaan yang
berperspektif lingkungan untuk menjamin agar pemerintah mengelola sumber daya
yang ada sesuai dengan ketentuan dan mencapai tujuan yang diharapkan serta
memperhatikan aspek lingkungan.

Pertemuan ini dilakukan untuk mendiskusikan perkembangan proyek dan kegiatan
yang ada dalam rencana kerja INTOSAI-WGEA. ”Setidaknya akan dibuat lima 
pedoman yang akan membantu para auditor sedunia dalam melakukan pemeriksaan
kinerja pemerintahnya dalam menghadapi perubahan iklim dan mengelola sumber
daya alam seperti energi berkelanjutan, kehutanan, perikanan, dan pertambangan.
Pertemuan ini merupakan ”melting point” lembaga pemeriksa dari negara
berkembang dan negara maju untuk bekerja sama merumuskan pedoman yang
komprehensif dan applicable. Pada akhirnya, hasil pemeriksaan BPK akan lebih
berkualitas dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas manajemen 
lingkungan dan sumber daya alam kita,” jelas Ketua BPK RI.

Pada hari  pertama, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar
mempresentasikan Mitigation and Adaptation of Climate Change: Indonesian
Perspective, dilanjutkan dengan presentasi  BPK RI dan BPK Malaysia
tentang hasil pelaksanaan pemeriksaan bersama atas Manajemen Hutan. Pertemuan
pada hari itu juga akan mempresentasikan dan membahas tentang draft pedoman
audit perubahan iklim, draft pedoman audit atas energi  berkelanjutan,
serta draft pedoman audit kehutanan. Pada hari kedua, presentasi dan pembahasan
yang dilakukan oleh peserta pertemuan yaitu tentang draft pedoman audit
pertambangan, draft pedoman audit perikanan, serta draft reviu atas akuntansi
sumber daya alam. 

   






      
Search. browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke