Mbah Surip, adalah Pelakon seperti saya dan anda, dalam drama kehidupan dunia.  
Orang lain adalah Penonton  "agar memetik pelajaran dari hidup dan matinya,  
kelakuan dan ucapannya, kelebihan dan kekurangannya"
Allah mengingatkan melalui hamba-hambaNya; 
termasuk lagunya mbah Surip : "Tak Gendong" apa yang digendong? 
amal baik dan buruk.
Berusahalah untuk selalu beramal baik yang kamu gendong sebagai bekal 
dikehidupan sesudah kematian.

Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1340H. Mohon maah lahir bathin. Aburayhan.




--- Pada Ming, 23/8/09, Yusuf Iskandar <[email protected]> menulis:

Dari: Yusuf Iskandar <[email protected]>
Judul: [kendal-online] Ramadhan Dan Mbah Surip
Kepada: "Kendal Online" <[email protected]>
Tanggal: Minggu, 23 Agustus, 2009, 9:07 PM

Ramadhan Dan Mbah Surip
-------------------------------------- 

Puasa-puasa begini.... Minggu pagi menjelang siang, bangun dari tidur (sengaja) 
agak ditunda-tunda (rasa ngantuk sehabis sahur itu memang nikmat sekali kalau 
bisa ditindaklanjuti dengan tidur, agak berbeda sensasi liyer-liyer-nya 
dibandingkan ngantuk saat malam hari). Tiba-tiba saya teringat almarhum Mbah 
Surip. Kata Mbah Surip : "Barangsiapa ingin awet muda dan hidup bahagia di 
dunia ini, kurangin tidur dan banyakin ngopi..."
 
Mendadak saya khawatir,  jangan-jangan yang dikatakan Mbah Surip itu bukan 
guyonan melainkan sungguhan. Untuk bisa tahan ngurangin tidur alias melek lebih 
lama biasanya perlu dibantu dengan ngopi alias minum kopi. Anjuran gaya hidup 
versi Mbah Surip ini sepertinya pas benar untuk dilakukan di bulan Ramadhan ini.
 
Jangan-jangan yang dimaksud Mbah Surip dengan ngurangin tidur adalah agar lebih 
banyak waktu melek di malam hari buat sholat malam dan baca kitab suci. Sebab 
kata Imam Ibnul Qayyim : "Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar 
yang tampak di wajah dan membaguskannya", maka minimal satu syarat agar tampak 
awet muda terpenuhi. Selain itu juga terpenuhinya salah satu syarat untuk hidup 
bahagia, sebab sebuah kajian mengatakan bahwa sholat malam itu mampu 
menghilangkan stress dan meningkatkan kekebalan tubuh pelakunya. Belum lagi 
kemuliaan yang dijanjikan oleh Rasulullah saw. dan terkabulnya setiap doa. Mbah 
Surip memang ruarrr biasa... eh, sholat malam maksudnya...

Tapi Mbah Surip benar. Akibat dari kurang tidur di malam hari, maka esoknya 
usai makan sahur, sholat subuh, tadarus bagi yang sempat, lalu jadi ngantuk 
pingin tidur. Tidur sehabis subuh ini luar biasa nikmatnya, hingga terasa berat 
ketika beberapa menit kemudian harus bangun untuk memulai aktifitas. Akhirnya, 
bangun tidur..., lalu tidur lagi... Bangun lagi..., ya tidur lagi... 
ha..ha..ha..ha... (untungnya hari pertama dan kedua Ramadhan kali ini jatuh di 
hari Sabtu dan Minggu).

Berat nian berbisnis dengan Ramadhan. Tapi imbalan yang dijanjikan Tuhan memang 
tidak baen-baen... Kata Beliau : "Puasa ini untukKu dan Aku sendiri yang akan 
membalasnya". Bayangkan, Tuhan sendiri yang akan menyematkan brevet puasa dan 
segenap asesori yang menyertainya. Sempat disalami Pak Bupati saja bisa membuat 
baju yang dipakai tiba-tiba serasa sesak semua. Lha ini Allah swt. sendiri yang 
akan turun tangan mengalungkan medalinya. Subhanallah..., sungguh ini impian 
yang dirindukan oleh setiap hamba yang mengharapkan sebuah akhir yang indah dan 
sempurna, khusnul khotimah... Kalau saja, ya kalau saja setiap hamba mengetahui 
rahasia di balik ini...
 
***

Puasa-puasa begini... Minggu pagi menjelang siang, terlambat bangun, rada 
ngantuk, agak malas-malas memulai kegiatan (herannya menghidupkan laptop dan 
menulis dongeng kok enggak malas...), saya tersenyum sendiri mengingat Mbah 
Surip. Bukan lantaran keanehan dan kejenakaan orang seperti Mbah Surip. 
Melainkan saya tersenyum karena merasa telah menemukan rahasia yang sedang 
disembunyikan Tuhan (sebuah kesombongan kecil tidak dalam konteks takabur 
melainkan pencapaian dari perenungan diri).

Bukan sebuah kebetulan kalau Tuhan mencetak manusia aneh bin nyleneh model Mbah 
Surip ke muka bumi. Bukan sebuah kebetulan kalau Mbah Surip suka ngomong 
ceplas-ceplos dan haha-hihi enggak habis-habisnya. Itu karena Tuhan sedang 
mengingatkan orang-orang di luar Mbah Surip (termasuk keluarga, tetangga, 
teman, penggemar, pekerja infotainment yang kurang kerjaan, presiden SBY dan 
saya), agar memetik pelajaran dari hidup dan matinya Mbah Surip, kelakuan dan 
ucapannya, kelebihan dan kekurangannya.

Orang cenderung tertawa dengan nada dasar G (Guyon, maksudnya), ketika Mbah 
Surip bilang kurangin tidur dan banyakin ngopi. Tapi ketika kita sedang 
berbisnis dengan Ramadhan, ternyata anjuran Mbah Surip itulah yang dibutuhkan. 
Bahwa sebulan ini perlu mengurangi tidur malam guna memberi kesempatan lebih 
banyak untuk mengkaji kitab suci dan mendirikan sholat malam. 

(Segera saya periksa persediaan kopi di dapur, rupanya saya masih punya 
simpanan kopi Amungme dari Timika dan kopi AAA dari Jambi, perpaduan keduanya 
sungguh nikmat benar... Saya baca di koran Kompas hari ini bahwa menurut 
penelitian, manfaat kafein untuk "menyegarkan" tubuh ternyata lebih optimal 
jika kopi diminum dalam "dosis" yang sedikit-namun-lebih-sering sepanjang hari. 
Kalau bulan puasa, ya diaturlah...).

Perkara esok paginya, bangun tidur..., tidur lagi... Bangun lagi..., tidur 
lagi... ha..ha..ha..ha... Itu diatur nanti saja sambil jalan...atau 
diselesaikan sambil tidur lagi...

"Suwun, Mbah... Semoga kedamaian menyertai Sampeyan...".

Yogyakarta, 23 Agustus 2009 (2 Ramadhan 1430H)
Yusuf Iskandar

http://yiskandar.wordpress.com 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------------------

_____ http://www.KendalOnline.Net _____
Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet

<!--Yahoo! Groups Links






      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke