samsul ulum

The Forest Trust

wildlife&HCVF specialist

kaliwungu city, kendal, central java

www.tft-forests.org

--- On Fri, 10/2/09, andre andreas <[email protected]> wrote:

From: andre andreas <[email protected]>
Subject: [fkkm] 20 E-Book Menuju Masyarakat Sadar Bencana
To: [email protected]
Date: Friday, October 2, 2009, 4:10 AM






 




    
                  Urgensi Hidup di Wilayah Cincin
Api*   

   

Tanpa melupakan
prioritas bagi penanganan kobran/tanggap darurat atas rangkaian bencana yang
terjadi di Sumbar, Jambi dan Bengkulu atau tahap rehabilitasi di wilayah
bencana lainnya,  ada urgensi yang tidak
bisa ditunda lagi untuk mempercepat tumbuhnya (atau revitalisasi) masyarakat
sadar bencana dan masyarakat tanggap bencana.  

   

Berikut adalah
kompilasi 20 E-book/Buku Online yang semoga relevan untuk mendorong tumbuhnya
Masyarakat Sadar Bencana dan Masyarakat Tanggap Bencana. 

   

Mohon
kesediaannya untuk menyebarluaskan bacaan-bacaan ini. 

   

   

E-Book Manual
Panduan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PPBM)  

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/2009/ 10/e-book- manual-panduan- 
penanggulangan. html 

   

E-Book Serial Komik
Panduan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat  

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/2009/ 10/e-book- komik-panduan- 
penanggulangan. html 

   

E-Book Publikasi
Untuk Keadaan Darurat 

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/2009/ 10/masyarakat- sadar-bencana- 
e-book.html 

   

E-Book Rencana Aksi
Nasional Pengurangan Resiko Bencana  

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/2009/ 10/masyarakat- sadar-bencana- 
e-book-rencana. html 

   

E-Book Upaya
Organisasi Masyarakat Sipil dalam Pengurangan Resiko Bencana 

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/2009/ 10/masyarakat- sadar-bencana- 
e-book-upaya. html 

   

E-Book- Prinsip-prinsip Panduan Bagi Pengungsian Internal PBB 

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/2009/ 10/masyarakat- sadar-bencana- 
e-book-prinsip. html 

   

E-Book Partisipasi Anak-Anak Dalam Situasi Konflik
dan Bencana  

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/2009/ 10/masyarakat- sadar-bencana- 
e-book_02. html 

   

E-Book Pedoman
Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa 

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/2009/ 10/masyarakat- sadar-bencana- 
e-book-pedoman. html 

   

   

Lain-lain :  

   

E-Book :
Kapitalisme Bencana dan Bencana Kapitalisme 

http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/2009/ 05/seri-lawan- neoliberalisme. 
html 

   

TAJUK RENCANA 

Jumat,
2 Oktober 2009 | 04:58 WIB 

http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/10/02/ 0458077/tajuk. rencana 

Urgensi Hidup di Cincin Api 

Masih
segar ingatan kita pada kejadian siang 2 September lalu, ketika sejumlah tempat
di Jawa, Bali, dan Sumatera diguncang gempa besar. 

   

Dampak
gempa itu belum sepenuhnya selesai kita tangani, pada Rabu (30/9) petang gempa
besar kembali mengguncang Indonesia. Kali ini guncangan besar berukuran 7,6 
skala Richter melanda Sumatera
Barat. 

   

Dari
apa yang kita ikuti melalui berita, sungguh dahsyat gempa yang terjadi di
Sumatera Barat ini, khususnya di Kota Padang yang porak poranda. Menjadi
harapan kita, korban yang tertimbun dapat segera dievakuasi dan korban selamat
dapat diberikan pertolongan sebaik-baiknya. 

   

Mari
kita singsingkan lengan baju untuk menolong saudara kita yang kini menderita
akibat bencana alam yang hebat ini. Solidaritas, satu perasaan, itulah yang
kita yakini dapat meringankan hati para korban. 

   

Kita
juga berharap program tanggap darurat pemerintah dapat diimplementasikan dengan
efektif. Efektivitas itu antara lain diperlihatkan dengan kecepatan memberikan
pertolongan. 

   

Memang,
sekarang ini fokus dan prioritas sepenuh-penuhnya kita pusatkan untuk
mengevakuasi korban yang terjepit dan tertimbun dalam reruntuhan, lalu
selekas-lekasnya memberikan pertolongan medis kepada korban yang luka-luka.
Kita tangani pula korban yang kehilangan tempat tinggal, yang mungkin harus
tinggal dalam tenda yang dingin. 

   

Selanjutnya,
manakala suasana sudah lebih baik, sebaiknya kita memikirkan langkah serius
guna meminimalkan dampak dan jumlah korban gempa. 

   

   

Misalnya
saja untuk bantuan, sudah waktunya kita menyiapkan sarana pengiriman selain
materi bantuannya sendiri. Soal-soal ini sudah waktunya kita pikirkan serius
agar kita ke depan tidak setiap kali kaget oleh bencana. 

   

Pada
dasarnya, kita perlu menginventarisasi lebih cermat perlengkapan keselamatan
bagi kita yang ditakdirkan hidup di Cincin Api, kawasan yang dikelilingi gunung
berapi dan lempeng tektonik aktif. Ini kita angkat agar kita tidak lalai. 

   

Apa
yang kiranya bisa disebut sebagai tanggung jawab dan kewajiban dalam kaitan
ini? Antara lain, kita membutuhkan lebih banyak lagi ahli gempa, yang akan
membuat peta lengkap kawasan bencana. Mereka juga bertugas melakukan riset dan
pemantauan. 

   

Dengan
demikian, kita akan bisa membuat persiapan lebih baik, seperti menyiagakan
kawasan yang rawan bencana; kita latih penduduknya untuk menghadapi setiap
kemungkinan bencana. Program mitigasi—upaya untuk meminimalkan dampak
bencana—kita jadikan sebagai bagian dari gaya hidup warga; kita siagakan
alat-alat ekskavasi berat di kawasan bencana karena satu hari nanti gempa akan
terjadi lagi. 

   

Pekerjaan
lain masih banyak, tetapi itulah kira-kira amanat yang seharusnya menjadi
urgensi bagi bangsa Indonesia. Mari kita perlihatkan bahwa kita adalah bangsa
pembelajar. 




      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke