saya juga pernah koq, ketika passs pipis di toilet hp berdering padahal saya 
lagi pegang.....

--- Pada Sen, 2/11/09, Yusuf Iskandar <[email protected]> menulis:


Dari: Yusuf Iskandar <[email protected]>
Judul: [kendal-online] Salawatan Di Toilet
Kepada: "Kendal Online" <[email protected]>
Tanggal: Senin, 2 November, 2009, 9:04 PM


  



Salawatan Di Toilet
------------ --------- -----

Suatu ketika Anda (yang laki-laki) sedang membuang hajat kecil di sebuah 
toilet, semisal di toilet perkantoran, mal atau bandara. Toilet laki-laki jaman 
moderen sekarang ini memang dirancang untuk kencing sambil berdiri (maka bagi 
para guru harap hati-hati, sebab kalau murid-murid Anda tahu nanti mereka akan 
kencing sambil pada berlari, kan jadi repot...). Mau tidak mau begitulah cara 
cepat untuk kencing di toilet umum, ya sambil berdiri itu. Kecuali kalau Anda 
mau agak bersabar masuk ke kamar kecilnya.

Sedang enak-enaknya kencing (kencing kok enak...), malah terkadang sambil 
sedikit bergidik, badan bergetar tanpa kendali, kepala agak mendongak ke atas 
dengan tatapan nanar barangkali ada cicak atau buaya di dinding, apalagi sambil 
membayangkan cerita-cerita lucu....., tiba-tiba ponsel Anda berbunyi keras 
mengejutkan Anda. Mendingan kalau bunyinya pelan dengan nada dering standar. 
Sering-sering malah volume nada panggilnya disetel cukup keras dan nada 
deringnya dipilih lengkingan musik atau lagu-lagu. Apalagi kalau si pengencing 
(maksudnya orang yang kencing) adalah penggemar lagu-lagu lawas seperti 
Bengawan Solo dimana air mengalir sampai jauh. 

Ponsel Anda berdering saat kencing belum selesai. Oo, repotnya... Mau diterima, 
kok merepotkan. Ibarat sedang naik sepeda mau "lepas setang" takut nabrak 
pagar. Mau dibiarkan dulu, kok musiknya makin keras. Dan Bengawan Solo pun 
terus mengalir sampai jauh...Sementara orang di sekitar senyam-senyum sambil 
malu-malu melirik Anda (padahal mestinya Anda yang malu) bagai bertemu seorang 
selebriti yang sedang kencing. Serba salah dan sering-sering malah membuat 
panik. 

*** 

Selama ini kita mengenal ada beberapa kebiasaan yang berlaku umum yang meminta 
seseorang agar mematikan ponselnya. Pertama, ketika berada di dalam kabin 
pesawat. Alasan resminya dapat mengganggu sistem komunikasi dan navigasi 
pesawat. Bahkan ketentuan ini sudah disertai dengan ancaman sangsi denda sampai 
200 juta rupiah bagi yang melanggarnya. Namun toh banyak juga yang diam-diam 
melanggarnya tanpa malu-malu dan tanpa merasa bersalah kalau perilakunya yang 
meremehkan aturan itu berpotensi mengancam keselamatan penumpang sepesawat. 
Benar demikian atau tidak, itu soal lain. Tapi begitulah bunyi peraturannya.

Kedua, ketika berada di dalam tempat ibadah, taruhlah di gereja atau masjid. 
Alasannya mengganggu ketenangan dan kekhusyukan jamaah. Jangan sampai terjadi 
saat di mimbar depan sedang ada khotbah tahu-tahu yang di belakang ada yang 
menyanyi "Bangun tidur, tidur lagi...". Kalau lupa? Maksudnya lupa mematikan 
ponsel, paling-paling kalau tidak disenyumi ya dicemberuti oleh sesama jamaah 
di masjid atau peserta ibadah lainnya.

Nah, yang ketiga ini yang sering dilupakan orang, yaitu ketika kencing di 
toilet. Dering tilpun memang datangnya suka tak terduga seperti gempa. Tapi 
ketika dering itu terjadi, sangat mudah untuk mengetahui dimana episentrumnya 
dan intensitasnya. Lebih-lebih kalau kencingnya di toilet berdiri ramai-ramai, 
dijamin akan serba salah dan panik. Salah-salah dalam mengambil langkah tanggap 
darurat, celana atau sepatu Anda yang basah. Kalau berada di dalam kamar 
kecilnya masih lumayan, paling-paling orang-orang yang di luar hanya akan 
mendengar suara lengkingan musiknya sambil tersenyum atau menahan cekikikan, 
sementara Anda sendiri bisa cuek pura-pura tidak ada apa-apa. 

Maka ingat-ingatlah terutama aturan mematikan ponsel yang ketiga itu. Kalau 
aturan yang pertama, pramugari pesawat dengan setia selalu akan mengingatkan 
Anda. Aturan yang kedua, biasanya di tempat-tempat ibadah sudah dipasang 
himbauan atau peringatan tertulis. Sedang aturan yang ketiga, Anda harus 
mengingat-ingatnya sendiri. Kalau lupa? Bersiaplah untuk terkejut lalu panik… 
Namun usahakan untuk tetap konsentrasi agar langkah tanggap darurat sebagai 
reaksi spontan Anda tidak salah. Dan jangan tersinggung kalau Anda disenyumi 
orang disekitar Anda yang pasti tidak bisa menahan geli. Apalagi kalau pemilik 
ponselnya orang Islam yang nada deringnya berbunyi bacaan salawat. Maka 
orang-orang pun akan tersenyum sambil memuji dalam hati : "Hebat orang ini, 
buang hajat pun sambil salawatan... ". Malunya tak seberapa, tapi paniknya 
itu.....

NB:
Jangan mengingat cerita ini pada kesempatan pertama Anda pergi ke toilet 
setelah membacanya.

Yogyakarta, 3 Nopember 2009
Yusuf Iskandar

http://yiskandar. wordpress. com

















      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke