samsul ulum

The Forest Trust

wildlife&HCVF specialist

kaliwungu city, kendal, central java

www.tft-forests.org

--- On Wed, 11/11/09, arifien cbs <[email protected]> wrote:

From: arifien cbs <[email protected]>
Subject: [fkkm] Fw: Tidak Ada Hutan, Tidak Ada Kehidupan
To: [email protected], [email protected]
Date: Wednesday, November 11, 2009, 3:04 AM







 



  


    
      
      
       




Tidak Ada Hutan, Tidak Ada Kehidupan













Rabu, 11 November 2009 | 17:35 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Ichwan Susanto


JAYAPURA, KOMPAS.com - Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati Pertama 
digelar di Jayapura Papua pada 11-14 November 2009. Dalam pembukaan kegiatan 
ini, Rabu (11/11) malam di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua di Jayapura, 
Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengharapkan konferensi membawa 
hasil dan masukan berharga bagi pelestarian lingkungan di Papua, Indonesia, 
hingga dunia.

Pembukaan ini dilakukan secara konferensi jarak jauh melalui layar lebar antara 
Menteri dengan Gubernur Papua Barnabas Suebu, Wakil Gubernur Papua Barat 
Rahimin Katjong, dan Direktur Jenderal Planologi Departemen Kehutanan Sutrisno. 
Gubernur Suebu menuturkan kegiatan ini penting bagi perlindungan dan 
pemanfaatan keanekaragaman hayati. 

"Kita semua sependapat bahwa perubahan iklim merupakan ancaman terbesar 
terhadap eksistensi umat manusia dewasa ini. Perubahan iklim mendampaki setiap 
penghuni planet. Di Papua, kita sudah merasakan
 dampak tersebut, dalam bentuk kekeringan dan kelaparan di daerah pegunungan 
tengah akibat perubahan iklim global," ujarnya dalam bahasa Inggris kepada 
ratusan peserta.

Ia pun menuturkan Papua memiliki posisi yang signifikan dalam mengurangi dan 
memitigasi perubahan iklim. Kapasitas hutan Papua yang luasnya 42 juta hektare 
dapat memproses karbon dioksida kurang lebih sama dengan kemampuan untuk 
memproses jejak karbon yang dihasilkan oleh seluruh penduduk benua Eropa.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dan narasumber dari dalam dan luar negeri. 
Pembicara dari luar negeri antara lain Bruce M. Beehler ( Amerika) dengan 
materi The Ecology of Papua, Terry Hills (Australia) dengan materi Climate Risk 
Profil for Papua And Papua Barat, Dr. Martin Golman (PNG) dengan materi 
Sustainable Forestry Management, Darius Sarshar (Inggris) de ngan materi 
Biodiversicity Credit, Chris Bennet (Inggris).

Sementara itu pembicara luar negeri yang sudah
 ada di Indonesia Jos Houterman ( Belanda), Wim Giesen (Belanda ), Dr. Weiglein 
Werner (Jerman ) dan beberapa pembicara lain.

Gubernur Papua Suebu mengharapkan konferensi ini membawa pembangunan 
berkelanjutan di Papua. "Mengapa? Karena apabila tidak ada pohon, maka tidak 
akan ada kehidupan. Tidak ada hutan, tidak ada kehidupan," ujarnya.

Editor: wah 
http://sains. kompas.com/ read/xml/ 2009/11/11/ 17352176/ Tidak.Ada. 
Hutan..Tidak. Ada.Kehidupan


Have a new Yahoo! Mail account?
Kick start your journey by importing all your contacts!

        Have a new Yahoo! Mail account?
Kick start your journey by importing all your contacts!

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke