terimakasih banyak pak Kun, mencerahkan....
ASROFI Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal Mobile : +6281 311 661 479 Yahoo : asrofism G-Talk : [email protected] Email : [email protected] Blog : www.asrofi.web.id Office : www.sentraproperty.com 2009/12/23 muhamad kundarto <[email protected]> > > > Bagi cowok, menggapai cinta dari cewek yang didambanya adalah harga mati. > Gunung kan didaki, laut kan disebrangi. Resiko gak kuat atau tenggelam di > tengah jalan itu dipikir belakangan. Yang penting semangat juang meraih > cinta tidak terukur oleh apapun saking tingginya. > Bagi cewek, mendapatkan cowok yang ngayomi, dewasa, sabar, menyenangkan, > dan mampu menyejahterakan hidupnya secara lahir-batin; adalah ukuran yang > sering diidamkan. Bahkan ada yang sederhana mengukur kriteria ini dengan > "yang penting materinya melimpah". > > Jika cita-CINTA itu terwujudkan, maka ada yang mengukur gerbang pernikahan > adalah puncak kenikmatan dunia. Makanya malam pertama dianggap sangat > sakral. Tapi tidak sedikit juga yang gak sabar untuk milih 'curi start' :p. > Jadinya malem pertama yang dijalani sebatas formalitas status, bukan kejutan > sensasi he he. > > Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Perjalanan pasangan yang saling > mendambakan ini terus menghitung waktu menjalani kehidupan ini. > Ternyata, jalan kehidupan tidak selalu di puncak kemesraan, walau publik > sering melihat pasangan ini terkesan fine-fine ajah. Jalan kehidupan > demikian berliku, berkelok, berlubang, naik turun, dan kadang membuat kita > sering terjatuh dan terjatuh lagi. Hingga, kesetiaan yang menjadi slogan > terucap saat pertama kali berpegangan tangan bersumpah setia, menjadi sebuah > kata kosong hilang rasa. > > Ternyata godaan datang silih berganti. Namanya godaan, tentu terukur "lebih > baik" secara logika, dibanding pasangannya kini. Bagi cowok, biasanya "baik" > dimaknai ukuran "fisik". Bagi cewek, biasanya dimaknai "kemapanan". Fisik > tidak lagi se-semlohai dan se-maknyuss dulu. Kemapanan kadang hanya tinggal > janji. Betapa, terbukti sangat mudah mendapatkan pesaing yang jauh lebih > baik dari pasangan kita. Masalahnya tinggal 2 hal, (1) apakah penggoda itu > mau dengan kita, dan (2) apakah kita itu mau dengan penggoda itu. > > Sang penggoda akan datang makin banyak jika kita mempunyai kelebihan harta > atau kedudukan/jabatan atau status kebangsawanan atau profesi tertentu yang > mampu memukau massa. Ngapain sih menggoda, kalo gak dapat hasil apa-apa. > Begitu juga kita akan mudah tergoda makala merasa LEBIH cantik/ganteng, > kaya, berpangkat, dan status superior lainnya. > Alasan kita membuka diri untuk penggoda pun bermacam-macam dalih. Ada > karena tidak dipuaskan lagi dengan pasangan, ada yang terpaksa, dll. Tapi > yang jelas banyak diantara kita yang aslinya bosan dengan pasangan. Manusia > memang di-cap dari orok punya sifat mudah bosan dan sulit berterima kasih, > kecuali orang-orang yang terpilih. > > Bagaimana membangun kesetiaan? ada yang beralasan karena punya rasa cinta > mati, yang tak lapuk oleh kerut-kerut ke-tua-an. Ada yang setia dengan > alasan menghormati pengorbanan pasangan. Ingat sejarah betapa dulu > merangkak, jatuh, senyum dan menangis bersama (kompak bener dah, red). Ada > juga yang karena gak ada lagi yang mau dengan kita he he. > > Mengukur kesetiaan tidak hanya sekedar dari fisik, materi, sex, pangkat dan > kekuasaan. Kesetiaan butuh rasa pengertian dari pasangan. Pasangan berarti 2 > pihak yang saling membutuhkan dan saling melengkapi. Menentukan pasangan > tentu berdasar kriteria kecocokan yang paling banyak, atau perbedaan paling > kecil. Sejak awal membina, kita harus paham bahwa dibalik kelebihan yang > menggoda, tentu tersembunyi kekurangan di banyak sudut. > > Alangkah gegabahnya jika kita menuntut ke-abadi-an di dunia yang fana ini. > Fana artinya tidak ada yang abadi. Keabadian adalah milik-NYA. Sebagai > hamba, perlukah kita menuntut kekuasaan setinggi DIA. Pasangan adalah bagian > ke-fana-an dunia ini. Namun pasangan dapat diajak menggapai kebahagiaan yang > abadi di kehidupan berikutnya. Yaitu pasangan yang saling mengingatkan dan > mendoakan untuk kebaikan semesta. > > Padepokan Ki Asmoro Jiwo, 23 Desember 2009 > <http://www.ilmutanah.info/> > > > >

