Betul mas.....
Kalau perlu matikan TV, irit bayar PLN

"dan Rasanya slogan “Jangan tanya apa yang telah negara berikan padamu, tapi 
tanyalah apa yang telah kamu berikan kepada negaramu“..hanyalah slogan di 
angan-angan dan seperti pepesan kosong."

Supaya tidak jadi "Pepesan Kosong", jangankan negara, 
Bagaimana kamu dengan lingkunganmu, RT, RW, 
sudahkah membuang sampah dengan benar 
karena kalau masing-masing memelihara lingkungan, 
maka negara juga bersih
Anda sudah termasuk warga yang memperhatikan negara

Kerjakan, dari yang kecil, dari diri sendiri, dari sekarang.

Aburayhan




--- Pada Kam, 21/1/10, Achmad Basuki <[email protected]> menulis:

Dari: Achmad Basuki <[email protected]>
Judul: [kendal-online] Ahh...Bosan nonton teve...
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 21 Januari, 2010, 9:42 AM










        




 












Begitulah komentar, sebagian teman-teman
yang saya temui…..karena akhir-akhir ini televisi kita banyak
menyiarkan tentang carut-marut wajah bangsa tercinta ini……walaupun
sebenarnya itu merupakan realita yang tengah dihadapi..
Ada kasus KPK, dengan aksen terkuaknya rekaman upaya suap dan adanya makelar 
kasus (markus)…………
Ada kasus Bank Century………..dengan pansus DPR-nya…yang tiap hari
nongol di teve dalam menyingkap tabir aliran dana dan dugaan
kriminalitas dan korupsi uang negara
Ada kasus bentrok suporter sepakbola…. bentrok pedagang satpol
PP…bentrok antar suku di Papua…..bentok antar mahasiswa satu kampus
(yang katanya terpelajar)…..bentrok demonstran dengan polisi…..
Ada kasus salah tangkap (dosen UI)…..kasus pencurian biji
kakao…pencurian semangka…….hingga kasus Lanjar dengan upaya pemerasan
oleh kejaksaan……….
Ada kasus terbongkarnya istana Ayin dan gembong narkoba di LP Pondok
Bambu….hingga LP yang dijadikan ajang perjudian dan pesta narkoba
dengan ruang khusus
Ada fatwa MUI (usulan ponpes putri Lirboyo Kediri) tentang rebonding
dan numpang ojek…..yang malah teve banyak meminta tanggapan dari para
artis
Ada tayangan Babe si penjagal anak-anak, setelah – maaf – mensodominya…
Ada acara teve tentang perselingkuhan, orang ketiga – bahkan tentang
Masihkah Kau Mencintaiku..yang banyak mengundang kontroversi………
dan…masih banyak kasus lainnya….
Demikianlah…..banyaknya tayangan yang “tidak menghibur” membuat kita rasanya 
malas untuk menonton televisi…….
Satu sisi…memang kita menjadi terbuka dan ada “pencerahan” tentang
realita carut-marutnya bangsa ini……… di sisi yang lain….sebenarnya kita
di depan televisi butuh re-fresh dan hiburan setelah sekian jam
berkutat dengan pekerjaan kita….
Sehingga kadang muncul ego dalam diri kita……antara realita kondisi
yang sebenarnya kita sudah mengetahui lama dengan nurani pada diri
kita…..
Aahhh…masa bodoh dengan kondisi bangsa ini yang carut marut…..bangsa
dan negara ini rasanya tidak pernah memikirkan kita yang notabene
adalah rakyatnya……
Pemimpin negeri ini hanya memikirkan kelompoknya sendiri…tidak
pernah mempunyai jiwa “kenegarawanan” – yang selalu memikirkan untuk
bagaimana cara mensejahterakan rakyatnya……
Rasanya slogan “Jangan tanya apa yang telah negara berikan padamu, tapi 
tanyalah apa yang telah kamu berikan kepada negaramu“..hanyalah slogan di 
angan-angan dan seperti pepesan kosong.


Achmad Basuki, ST., MT.  http://achmadbasuki.wordpress.com
+ Civil Engineering Dept., Faculty of Engineering 
   Sebelas Maret University      Jl. Ir. Sutami 36A SOLO - Jawa Tengah - 
Indonesia 57126 
   Telp. +628122636426 - +62-0271-7917565 
   Fax. +62-0271-634524




      








    
    







 




      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke