Mengenang masa kecil,
Ketika aku masih anak-anak seusia SD, namaku semakin terkenal sampai Dusun 
sebelah karena mempunyai wajah imoet dan bertubuh gemuk menggemaskan. Banyak 
orang tua yang bertemu denganku gemas ingin mencium, mencolek, atau berkomentar 
kagum :
"Anake lemu neni, Mak.." komentar mereka pada Ibuku waktu itu
(Anakumu gemuk sekal, Bu)
Ibuku (alm) pun dengan bangga menceritakan anaknya
"Nek didulang entek rong piring," jelasnya
(kalao disuapin, habis 2 piring nasi)
 
Nah, yang terkait dengan judul di atas, apabila aku berjalan sendirian di 
lurung-lurung (gang kampung), beberapa anak dusun tetangga meledek dengan 
memanggilku :
"Kebo...kebo....!!" teriak mereka
Aku pun tersenyum, walau agak kecut juga. Aku yakin bukan wajahku yang mirip 
kebo, tetapi analog gemuk disamakan dengan kebo yang berbadan gemuk. Padahal 
badan kebo memang mengembang gitu perutnya, beda dengan Sapi hehehe....
 
Nah, kalo sekarang ada yang berbadan gemuk juga diolok-olok dengan Kebo, wah, 
jangan-jangan tabiat di sebuah desa kecil di Kabupaten Kendal Jateng ini masih 
terbawa sampai sekarang. Tapi aku yakin yang narik Kebo itu bukan orang Kendal, 
apalagi yang jadi Dosen..... :p
 
/me


      

Kirim email ke