Jawaban dan sumbang saran dariku sbb:
(komentar dari yang lain bisa menggunakan warna berbeda, agar pembaca 
berikutnya mudah memahaminya)

--- On Tue, 2/16/10, novanipb <[email protected]> wrote:


From: novanipb <[email protected]>
Subject: [kendal-online] bertanya
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 16, 2010, 7:43 AM


  



Assalamualaikum dan salam sejahtera bagi semuanya
Selemat pagi siang dan sore
Ingin mengajukan sedikit pendapat dan mungkin pertanyaan bagi semua calon 
Bupati Kendal (karena semua warga Kendal punya kesempatan untuk maju) dalam 
kapasitas saya sebagai manusia yang bangga ber-Kabupaten Kendal. Mohon maaf 
jika pertanyaanya terlalu dangkal, karena masih dalam tahap sangat perlu untuk 
belajar bertanya dan kritis.
Kebetulan saya orang yang menuntut ilmu dibidang lingkungan
1. Hari ini saya melihat salah satu acara di televisi, disana ditayangkan 
mengenai budidaya mangrove yang dilakukan oleh seorang petani dipedalaman yang 
rumahnya jauh dari pantai. Ia rela pindah tempat tinggal untuk mendekati 
pantai, hanya untuk bertanam mangrove, ia bilang "Saya kok iri dengan orang di 
daerah jawa, pantai mereka penuh dengan mangrove, jadi harapan saya dengan 
bertanam mangrove seperti di jawa saya bisa sukses dan menghidupi keluarga". 
Timbul pertanyaan dalam benak saya, "kok saya tidak melihat hal itu ya di 
Kabupaten tercinta ini, padahal Kendal kan masih jawa. Kemanakah mangrove di 
jawa bagian Kendal?". Bahkan terakhir saya menginjakan kaki di pantai, 
mangrovenya hilang dan garis pantai semakin masuk ke pertambakan warga.
--Jadi apakah akan ada program rehabilitasi lahan pantai? Kalaupun tidak ada, 
bolehkah pihak dari luar mengajukan permohonan untuk melakukan kegiatan 
tersebut? Sebagai contoh, disediakan lahan khusus untuk budidaya mangrove, toh 
saya yakin di Kendal ini banyak sekali orang yang ahli dibidadng ini, mereka 
tidak muncul karena mungkin tidak ada program atau tidak ada yang mewadahi.
Jawab :
- Mangrove sangat sesuai ditanam di pesisir pantai kab kendal karena 
pernyaratan lahannya cocok, terutama : lempungan (clay), kaya bahan organik, 
dan banyak muara sungai.
- Mangrove tergusur biasanya karena pemanfaatan lahan pesisir pantai untuk 
tambak atau bangunan lain. Sebenarnya mangrove bisa dikombinasikan dengan 
tambak, ditanam pada garis pantai (batas tambak-laut) dan di guludan/pematang 
antar kolam tambak.
- Keinginan menanam bisa dimulai dari pemkab kendal, saya yakin banyak lembaga 
lain yang ikut tergerak. Di pesisir semarang juga sudah mulai ada gerakan 
penghutanan mangrove oleh LSM


2. Saya sepakat dengan beberapa pendapat sebelumnya dalam forum ini, bahwa 
Kendal adalah small country dengan SDA yang lengkap, laut, pantai, sungai, 
lembah, gunung bahkan kemarin telah disebutkan jenis tanah dikabupaten ini. 
Dengan semua itu harusnya Kabupaten ini jadi kabupaten yang kata orang dulu 
"Gemah Ripah Loh Jinawi", dan kalau inget sebuah lagu yang saya juga lupa 
jdulnya, salah satu baitnya berbunyi "Orang bilang tanah kita tanah surga, 
tongkat kayu ditanam jadi tanaman". 
--Sekarang, jenis dan tipe "surga" apakah Kabupaten kita ini?
Jawab :
- ada pepatah lain "ayam mati di lumbung padi". kita ini seperti bergelut 
dengan kemiskinan di lokasi yang sangat subur. lucu kan?
- berarti ada yang salah dalam pemanfaatan dan manajemen lahannya

3. Pastinya semua tahu lagunya Iwan Fals dengan judul "Wakil Rakyat", yang 
salah satu baitnya mengatakan "Wakil Rakyat kumpulan orang-orang hebat, bukan 
kumpulan kerabat dekat" (agaknya saya kurang hafal juga), tapi initinya yang 
ingin saya sampaikan adalah--Bapak- Bapak dan Ibu-Ibu yang nantinya memimpin 
orang kendal adalah orang orang pilihan yang HEBAT-HEBAT dengan capabilitas 
yang mumpuni tentunya--. Harapan kami rakyat awam dan jelata tentu saja seperti 
itu, dipimpin oleh PATIH-PATIH yang sakti mandraguna dalam bidangnya 
masing-masing. ((meskipun tentu saja akan tetap ada nuansa politis, karena 
tanpa politik yang mendidik, kita tidak akan belajar untuk berdemokrasi dengan 
baik (kata pimpinan negeri lain)). 
--Jadi apakah dalam nuansa politik yang kental dan biasanya ber-high voltage 
dengan nanti tetap akan mengutamkan PATIH-PATIH yang memang pantas menjadi 
"PATIH" atau malah PATIH-PATIH- an yang ada?
Jawab :
- harus dipahami bahwa calon bupati diusulkan oleh partai, yang terbukti nyata 
bergerak dari dana yang menyedot kekayaan kita. mana ada partai menghasilkan 
uang sendiri. yang ada "dagang sapi" atau "makelaran", sehingga dipake "golek 
balen" dari dana yang sudah digelontorkan untuk money politic kampanye. padahal 
uang itu juga milik rakyat hehhehe
 
(jurusan lingkungan kok nanyanya mbelok ke politik hehehe)

4. Sekilas melihat berita ditelevisi, tentang pariwisata "Tahun 2011 Jawa 
Tengah akan mengutamakan sektor Pariwisata". Kurang apa sih Kendal dalam bidang 
ini (SDA)? . Saya tidak bisa sebutkan satu persatu karena saya yakin setiap 
kecamatan, desa, dusun memilik potensi yang berbeda dan keunikan tersendiri 
dalam prespektif pariwisata dan landscape seni. Alam se-elok ini masih 
kurangkah dan membuat orang-orang di dinas pariwisata pesimis (pendapat diforum 
sebelumnya) tentang prospek pariwisata? Harusnya tidak. Pariwisata sendiri tak 
hanya terbatas pada keindahan alam namun cakupanya bisa lebih luas, ada wisata 
kuliner, wisata budaya, wisata keluarga, wisata agama, wisata berbasis edukasi 
dan wisata-wisata yang lain.
--Banyak sekali obyek wisata dalam arti luas yang bisa dikembangkan di Kendal, 
apakah akan dibuat sebuah perogram atau ekspedisi tentang pariwisata di Kendal? 
(ekspedisi tidak hanya untuk Gunung saja kan?) 
Jawab :
- tempat wisata yang digandrungi penduduk sekitar weleri adalah CURUG SEWU 
dengan paket dangdutannya dan SENDANG SIKUCING berupa pantai yang terancam 
abrasi. Di kaliwungu ada wisata agama yaitu ziarah ke makam SUNAN KATONG dan 
PAKUWAJA. saat ziarah semingguan berdampak luar biasa bagi pedagang kaki lima.

5. Sektor lingkungan, terutama kehutanan adalah sektor yang dulunya menjadi 
salah satu faktor yang bisa menjadikan kerajaan-kerajaan di jawa jaya. Sebelum 
tahun 1998 dan setelahnya pada tahun dimana dihalalkan untuk mengambil hasil 
hutan demi pemenuhan kebutuhan keluarga, pandangan saya terhadap wilayah hutan 
dikendal cukup berbeda. Sebelum tahun 1998 saya sangat takut untuk membuka mata 
ketika melewati daerah Singorojo, Watu Dana dan Punthuk Kaji. Disana ketika 
malam hari gelap gulita, karena dikedua sisinya dikelilingi pohon-pohon jati 
yang gagah berdiri dan terkesan tua. Ketika siang hari, adem rasanya melewati 
daerah itu, melihat hijau daun jati. Ketika musim kering tiba, kita akan 
disuguhi oleh urat-urat cabang jati yang menjulang menantang langit dengan 
kesan klasiknya yang begitu tua(jati dalam masa mranggasi). Sekarang semuanya 
tampak terang, hanya beberapa tempat yang masih berdiri jati-jati muda dengan 
diameter yang belum laik panen, hamparan
 jagung, hamparan padi gogo rancah, tunas jati muda dan sisa-sisa tunggak jati 
kecil (karena tunggak jati yang besarpun diambil untuk meja dan kusen-kusen 
yang lain). Tidak menjadi masalah buat masyarakat, karena ini dilegalkan pada 
zaman itu, malah harusnya kita menghargai masyarakat karena bisa memanfaatkan 
suatu barang sampai benar-benar habis sampai tak bersisa menjadi bahan-bahan 
yang usefull.
--Sedikit bertanya disektor ini, selama sudah hampir tiga tahun saya berkutat 
di masalah yang berkaitan dengan hutan(salam hormat kepada senior yang sudah 
lebih dahulu menekuni dan ahli dibidang ini, tanpa mengurangi rasa hormat dan 
rasa sayang saya terhadap abang-abang senior, saya hanya ingin tahu dan mencoba 
bertanya dibidang ini, jadi mohon bimbinganya) , apa karena saya yang kurang 
info tentang kehutanan di Kendal, atau karena memang saya kurang care sama 
sektor Kehutanan di Kendal, tapi kok jarang sekali ya saya mendengar ada 
replanting dan reboitation di Kabupaten kita tercinta ini.
--Apakah sudah merasa cukup dengan jumlah areal hutan yang sekarang 
ini?(berhubungan dengan pertanyaan diforum yang lalu "penyebab banjir".
--Pernahkah diadakan suatu studi khusus atau survei mengenai kpasaitas daya 
dukung hutan di kabupaten Kendal terhadap faktor epoleksosbudhankam? 
Jawab :
- umumnya hutan dikelola oleh PERHUTANI
- hutan jati dikendal sudah umum dijarah massal, sehingga harga mebel jati di 
desa dekat hutan akan sangat murah karena bahan baku "tinggal ngambil" hehehe.
- artinya keberadan hutan harus didukung oleh semua pihak, terutama penyadaran 
kedapa masyarakat. kalo tanaman jati 'cemolong' (menarik untuk dicolong), ya 
ganti dengan tanaman keras lain misalnya mahoni atau tanaman buah yang bernilai 
konservasi tinggi.

Terimakasih, mugkin sekian dulu saja pertanyaan yang bisa saya ajukan.
Mohon maaf yang sebesar besarnya jika ada pertanyaan ataupun pernyataan yang 
kurang berkenan mohon mahfum, masih dalam tahap belajar berpendapat secara 
obyektif dan subyektif.

sincerally,
novan indra pradana




      

Kirim email ke