Dulu orang banyak ngga tahu mana itu sragen, begitu bupati-nya sangat moncer dan visioner, sragen jd sangat terkenal..
On 2/16/10, Alfa Adib Ash Shiddiqi <[email protected]> wrote: > Waalaikum salam, > > Terima kasih pak Kun atas kesediannya membaca corat coret saya. Mengenai > siapa saya, bisa dilihat pada Database yang sudah saya isi setelah > daftar yang nampaknya tidak banyak dibaca. hehe, tidak perlu kan sampai > saya kirim civi..hehe, > > kalau boleh saya menanggapi, > > 1. mungkin perlu dibuat thread khusus disini untuk diskusi > pembangunan bandara kendal dilengkapi dengan data yang bisa kita > kupas... karena tanpa data yang bisa kita akses bersama, akan sangat > sulit berdikusi dengan sudut pandang yang sama melihat masalah. > 2. mengenai pertanian, mungkin bapak-bapak di lapangan lebih tahu > mengenai ini, terutama mahasiswa2 pertanian. kebetulan, bidang saya > bukan disini, > 3. kebetulan saya pernah belajar teknik sipil, namun saya kurang > mengerti dengan teori DAS yang bapak maksud.. teori Daerah Aliran > Sungai, jika mungkin ada reference-nya mungkin bisa kita diskusikan. > Mengenai banjir lokal, saya lebih melihat bahwa permasalahannya ada pada > endapan yang mengurangi kapasitas sungai tersebut, endapan bisa berupa > tanah yang bapak maksud, (apakah itu montmorrilonite atau bukan saya > belum tahu) ataupun sampah lingkungan. jika bapak punya referensi > mungkin lebih membantu, > 4. hahaha, saya tidak sepintar itu pak yang hapal harga gabah kering > di luar kepala, sehingga saya perlu mengambil data2 sekunder dari > internet. tujuan saya memberi referensi selain memberi regards pada yang > punya ide asli juga untuk memperkuat argumen saya, agar tidak terkesan > beropini tanpa dasar. > 5. terima kasih appresiasi bapak, kita siap berkontribusi apapun > untuk Kendal, meski tidak berkecimpung langsung di pemerintahan, bahkan > saya sedang tidak di Kendal saat ini. hehe, btw katanya udah boleh calon > perorangan ya... dan saya rasa, beliau2 calon bupati lebih mampu dari > saya untuk mengembangkan Kendal, asal niatnya bukan untuk kepentingan > pribadi. > > Terima kasih, pembahasan dari rekan-rekan lain, sangat saya nantikan, > > Jabat Erat, > > -MasDib > > > > > --- In [email protected], muhamad kundarto <mask...@...> > wrote: >> >> Assalamualaikum, >>  >> Awalnya aku membuat pertanyaan atas permintaan seorang mahasiswa > kendal yang bersemangat ingin memberikan pertanyaan2 itu untuk para > calon bupati, sebagai langkah anak muda yang merasa memiliki > kabupatennya. >> Jawaban sengaja saya simpan agar tidak terkesan pada kandidat dapat > menghafal dulu hehe. >> Ternyata jawaban Alfa Adib Ash Shiddiqi adiba...@... sangat luar biasa > lengkap, sampai memerlukan energi besar untuk membaca semua kupasannya. > Saya malah jadi tertarik "siapakah mas Alfa ini", rasanya "jawaban anda > menungjukkan kualitas tinggi". Mohon memberikan info latar belakang > biodatanya. >> Beberapa jawaban anda yang masih bisa saya tanggapi sbb. : >>  >> - Pembangunan bandara di kab kendal lebih tepat dibanding pengembangan > ke timur (demak, kudus). Alasannya, semarang kota dan pantai, demak, > kudus bawah, pati bawah, dan rembang barat adalah DULUNYA LAUTAN secara > geologi, sehingga kawasan ini sangat labil tanahnya dan mudah mengalami > amblesan (subsidence) dan rob (intrusi air laut). Sedangkan kendal lebih > stabil. cuma kelemahannya, tanah dikendal termasuk alluvial dan > vertisol, yaitu lempung hitam yang mudah mengembang dan mengkerut. > Secara sipil teknis, kendala ini dapat diatasi dengan pondasi lapisan > pasir yang banyak. Pilihlah lokasi di dataran sebelah selatan jalur > pantura. >>  >> - masalah utama pertanian di kendal bukan di bagian produksi, karena > lahanya subur. masalah utama adalah pada pengolahan pasca panen dan > pemasaran. >>  >> - Banjir di kendal tidak bisa hanya didekati oleh teori DAS. teori DAS > cocok untuk kawasan sungai dan sekitarnya. Namun banjir lokal yang > terjadi di desa-desa dengan selokan/sungai kecil, yang jauh dari sungai > besar, lebih disebabkan oleh karakteristik tanah lempung hitam, dimana > tanah ini kuat memegang air tapi sulit ditembus air dalam waktu > singkat (infiltrasi terhambat). Sehingga hujan lebat yang terjadi akan > cepat membentuk genangan lokal. >>  >> Komentar umum : >> - tadinya saya berpikir, luar biasa sekali apabila menjawab ini tanpa > membuka pustaka, ternyata dibantu mas internet hehhee.... >> - 95% jawaban sudah sangat sesuai, dan sangat mirip jawaban ahli > pengembangan wilayah atau planologi >> - mas Alfa Adib Ash Shiddiqi adiba...@... layak diusulkan minimal > sebagai tenaga ahli yang mendampingi Bupati. Kalo nyalon, sistem masih > mengharuskan anda dirangkul partai hehhehee... >>  >> salam hormat, >> >> >> >> Muhamad Kundarto >> Pusat Studi Lahan LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta >> Laboratorium Sistem Informasi Lahan FP UPN "Veteran" Yogyakarta >>  >> HP: 08180 272 6112 >> http://mkundarto.wordpress.com/ >>  >>  >> >> --- On Mon, 2/15/10, Alfa Adib Ash Shiddiqi adiba...@... wrote: >> >> >> From: Alfa Adib Ash Shiddiqi adiba...@... >> Subject: [kendal-online] Jawaban calon Bupati, hehehe >> To: [email protected] >> Date: Monday, February 15, 2010, 9:12 PM >> >> >>  >> >> >> >> >> Membaca beberapa pertanyaan dari Pak Kundarto yang sangat berkualitas, > saya jadi tertarik untuk berangan-angan memposisikan diri sebagai > seorang calon Bupati dan mencoba menjawab pertanyaan2 beliau. Paparan > saya dibawah ini masih banyak sekali kelemahan dan layak untuk dikupas > habis, untuk itu saya memohon banyak pencerahan dari rekan2 semua. Untuk > Kendal yg lebih baik. >> -MasDib- >> 10 pertanyaan Pak Kundarto >>  >> 1.     Banyak orang tidak tahu KENDAL itu > lokasinya dimana. Ini berarti Kabupaten Kendal belum banyak dikenal > orang di negeri ini. Bagaimana strategi anda dalam memperkenalkan kendal > pada kancah nasional ? Jangan lupa, jalur pantura selalu lewat kendal > lho. Masak kalah tenar dibanding ALAS ROBAN. >>  >> Jawab: >> Strategi memperkenalkan Kendal pada kancah nasional dan internasional: >> i.       Menggalakkan pariwisata yang > sudah ada untuk go nasional dengan cara: (i) peningkatan kualitas > pelayanan di daerah wisata, (ii) meningkatkan kualitas marketing melalui > berbagai media, selain juga dengan event untuk memperkenalkan > pariwisata. >> ii.     Mengembangkan potensi2 pariwisata yang > belum banyak berkembang dengan cara: (i) pembangunan infrastuktur baik > jalan, cagar2 alam, listrik, telekomunikasi pada wilayah yang berpotensi > besar (mengenai contohnya mohon dibantu mikir ya), (ii) membuat regulasi > yang menarik bagi investor untuk berinvestasi pada sector pariwisata di > Kendal (teknisnya saya akan koordinasikan dengan dinas terkait). >> iii.   Menjadikan Kendal sebagai kabupaten berprestasi > dalam berbagai bidang, misalnya Adipura, kota dengan PAD terbesar, > pelayanan tercepat dll, (tapi yang jelas bukan kabupaten terkorup lho > ya.. hehehe). Usul untuk sering masuk MURI bagus juga namun kurang > efektif nampaknya. >> iv.    Mengharapkan warga Kendal untuk lebih bangga > memperkenalkan asalnya berasal dari Kendal instead of bilang dari > Semarang. >> v.      Namun tentunya, dibalik niat untuk > memperkenalkan Kendal di kancah nasional harus pula ada tujuan untuk > mensejahterakan dan meningkatkan taraf hidup warga Kendal, kan ga lucu > kalo semua orang Indonesia tahu dimana itu Kendal namun rakyatnya g > tambah makmur… jadi kembali lagi ke tujuan awal pemerintahan itu > ada. >> vi.    Bapak mengatakan Kendal bahwa Kendal ada di > jalur pantura, memberi saya petunjuk bahwa potensi sebagai buffer dari > Ibukota Jawa tengah (sesuai dengan RTRW Wilayah Jateng), bisa banyak > dikembangkan sebagai perannya untuk menunjang kota Semarang, misalnya > saja Insya Allah nanti akan dikembangkan Bandara di Kendal sebagai > pengganti Ahmad yani, sehingga pada nantinya kendal pun bisa menjadi > seperti tangerang bagi jakarta. Dan pertanyaan bapak pun akan terjawab > dengan adanya Bandara (Nama pahlawan) Kendal. >>  >> 2.     Kondisi lahan di Kabupaten Kendal ini > sangat lengkap, dari pesisir pantai, kaki-lereng- puncak bukit/gunung. > Jenis tanahnya juga sangat subur karena umumnya berupa endapan > (alluvial) lempung hitam (vertisol). Hampir semua tanaman tropika bisa > tumbuh di wilayah ini. Bagaimana strategi anda mengembangkan pertanian > di Kabupaten Kendal yang notabene menjadi mata pencaharian dominan > masyarakatnya ?. >>  >> Jawab: >> Strategi pengembangan pertanian: >> Pada intinya bapak menjelaskan tentang bagaimana suburnya tanah > Kendal, namun kok pertaniannya kok stagnan saja bila gak mau dibilang > mundur. >> i.             >       Memahami industry pertanian, bisa > dipisahkan dalam 2 segmen, produksi dan penjualan. >>  Di bidang produksi, masalah yang ada yaitu a.l.: (i) ketiadaan > modal petani, terutama jika gagal panen, (ii) kelangkaan pupuk, (iii) > kurangnya awareness mengenai bibit unggul, (iv) permasalahan di irigasi, > (v) teknologi pertanian yang belum berkembang. >> ii.             >     Untuk mengatasi permasalahan di bidang produksi > tersebut, solusi dari saya: >> a.  Mengembangkan dan menggalakkan koperasi2 di pedesaan > (bisa KUD dll) yang bersifat simpan pinjam, targetnya tiap desa > mampunyai koperasi tersebut karena selain sebagai pemenuhan kebutuhan > anggotanya juga bisa menguntungkan untuk kas desa atau kas warga. > Teknisnya saya akan perintahkan saudara Ka Dinas Koperasi untuk mencari > model yang tepat yang sudah berhasil di Indonesia. >> b.  Mengenai pupuk, sejujurnya policy mengenai pupuk ada pada > pemerintah pusat sehingga pemda pun tidak bisa berbuat banyak. Namun > tentunya saya sebagai kepala daerah tidak boleh hanya berdiam diri saja. > Pemda mengenai dinas terkait akan berkoordinasi dengan badan badan > pemerintah pusat, maupun Pabrik pupuk langsung untuk mengatasi > kelangkaan pupuk tersebut, selain juga berkoordinasi dengan kepolisian > merazia penjual2 pupuk yang "nakal" menimbun pupuk. Terkait dengan > dinas pertanian dan perdagangan, kita membahas kemungkinan dibentuknya > badan daerah sebagai task force untuk mengatasi kelangkaan pupuk dan > penjualan hasil pertanian. >> c.  Mengenai irigasi, sekali lagi dinas terkait akan saya > tekankan untuk menjaga debit air pengairan untuk sawah2 agar dijaga > kelangsungannya >> d.  Dan solusi2 teknis lainnya >> iii.             >   Selain masalah produksi, yang tidak kalah pentingnya adalah > masalah penjualan. Terkadang kita panen raya, namun harga yang ada tidak > memihak kepada petani. Strategi saya untuk itu: >> e.  Pengolahan hasil pertanian. Dengan mengolah hasil > pertanian yang masih raw, dan menjadi bahan olahan, harga hasil > pertanian pun akan naik harganya. Teknisnya, kita akan menggalakkan > pembangunan pusat2 pengolah hasil2 pertanian semisal seleb (bukan > selebrity tentunya) dan pengolahan hasil pertanian lainnya. >> f.   Pemasaran hasil pertanian dan hasil olahan. Salah > satunya dengan mengembangkan pasar2 tradisional yang sudah ada sebagai > farmer market yang mencukupi kebutuhan masyarakat Kendal. >> g.  Kita akan fasilitasi petani untuk menjual hasil > pertaniannya dengan pihak pabrik pengolahan langsung tanpa melalui > tengkulak yang sering tuidak menguntungkan petani. >> h.  Agroindustri juga harus kita galakkan di Kendal, saya > rasa dengan policy yang bagus dan mendukung, para investor juga mulai > akan melirik potensi pertanian di Kendal. >> iv.             >    Berbicara mengenai pertanian ada 3 komoditas (merakyat > atau skala kecil) yang akan saya galakkan secara langsung. (i) tembakau, > (ii) beras, (iii) bawang merah, dengan tentunya tidak melupakan hasil > lain. Target saya adalah Kendal menjadi salah satu penghasil tembakau, > beras dan bawang merah utama di Jawa tengah. >> v.             >      Ada juga issue pertanian yang tidak bapak > tanyakan yaitu: (1) masalah Pabrik Gula Cepiring dan (2) Perikanan >> i.   Pabrik gula cepiring. Kita akan koordinasikan dengan > pihak PTPN IX, untuk menghidupkan kembali, namun kali ini lebih menjadi > pengolah raw gula menjadi gula jadi, berikut referensi http://www.bi. > go.id/NR/ rdonlyres/ A05690F9- 1637-43E7- A349-0FF566D13F2 > 9/10366/Boks4. pdf >> j.   Mengenai perikanan, sebagai kabupaten di wilah > pantura, tentunya perikanan menjadi potensi yang besar. Untuk > mengembangkannya strategi saya a.l.: >> i. Pembangunan dan peningkatan pusat pelelangan ikan dan pelabuhan > nelayan, >> ii.     Jika memungkinkan kita akan siapkan spbu > khusus nelayan, >> iii.    Intinya kita akan perintahkan dinas terkait > untuk mencari model yang tepat untuk pengembangan perikanan di Kendal > agar sejajar dengan wilayah pantura lainnya. >> vi.             >    Sebenarnya pertanian di Kendal perkembang pesat, namun > itu hanya dinikmati pengusaha perkebunan skala besar dengan karet, kopi, > kelapa kopra maupun kayu. Itu semua menjadi sumber PAD yg cukup besar > bagi Kendal, namun ya saya paham dengan pendapat bapak, itu semua tidak > menyentuh kehidupan masyarakat kecil dengan lahan terbatas. > http://www.kendalka b.go.id/index. php?option= > com_content&view=article&id=61:perkebunan- > a-kehutanan&catid=39:perkebunan&Itemid=89 >> vii.             >  Kembali lagi, tidak ada gunanya PAD besar namun tidak berbanding > lurus dengan peningkatan taraf hidup rakyatnya. >>  >> 3.     "Kendal Kaline Banjir" itu ujar-ujar > bernada sindiran, bahwa wilayah sekitar jalur pantura di Kabupaten > Kendal sering mengalami banjir di musim hujan. Mengapa ini terjadi ? > Bagaimana dan darimana memecahkan masalah ini ? >>  >> Jawab: >> Hehe, terima kasih sentilannya pak. Lagu tersebut bisa juga menjawab > soal no.1 hehehe >> Mengapa ini terjadi ? >> i.             >       Secara teknis simple, air yang mengalir > di sungai melebihi kapasitas dari sungai tersebut. Jadi ada 3 > kemungkinan: (i) air yang mengalir lebih banyak padahal kapasitas sungai > tetap, (ii) air yang mengalir tetap, namun kapasitas sungai menurun, > atau (iii) air mengalir lebih banyak dan kapasitas sungai menurun. >> ii.             >     Penyebabnya adalah: >> a.  Air mengalir lebih banyak dari yang seharusnya disebabkan > oleh: Hujan yang turun tidak terserap atau terhambat di daerah hulu > sebagai dampak dari penggundulan hutan, sehingga air hujan pun akan > direct run off ke sungai hingga mencapai laut. >> b.  Kapasitas sungai menurun disebabkan oleh: adanya > endapan-endapan lumpur dari hulu yang memang secara normal terjadi, > namun dipercepat oleh ya itu tadi penggundulan hutan di wilayah hulu. >> c.  Selain itu bisa juga dengan penggunaan sungai yang tidak > sesuai dengan peruntukannya, namun poin a dan b diatas merupakan akar > dari banjir. Reference: http://www3. interscience. wiley.com/ > cgi-bin/fulltext /117991490/ PDFSTART >>  >> Bagaimana dan darimana memecahkan masalah ini ? >> iii.             >   Untuk menyelesaikan masalh banjir bisa dilihat dari 4 tipe > penanganan. (i) tahap tanggap bencana, (ii) tahap pencegahan temporer, > (iii) tahap pencegahan permanen, (iv) tahap penuntasan masalah secara > sistemik jangka panjang. >> iv.             >    Tahap tanggap bencana: hal ini digawangi oleh SatKorlak > Kendal dan Badan SAR terkait dengan dinas Pengairan. Untuk itu > penanganan bencana akan kita anggarkan sebaik mungkin berkoordinasi > dengan kementrian Kesra. >> v.             >      Tahap pencegahan temporer, sungai sungai yang > ada akan kita perkuat tanggul dan tentunya untuk mencegah menurunnya > kapasitas sungai, tindakan pengerukan atau istilah teknisnya normalisasi > sungai harus dijadwalkan dengan lebih presisi. Hal ini menjadi fungsi > dari Dinas pengairan daerah. >> vi.             >    Untuk Tahap pencegahan permanen, hal ini hanya bisa > dilakukan dengan cara: >> d.  Berkoordinasi dengan pemkab daerah hulu untuk memberantas > penggundulan hutan, dan meminta mereka untuk lebih serius dalam regulasi > penggunaan hutannya, meski itu cukup susah karena di era otonomi daerah, > aturan tata ruang dan tata guna lahan merupakan otoritas pemerintah > daerah hulu tersebut, dan karena mereka tidak terkena banjir (hanya > longsor saja) sangat kecil kemungkinan pemda hulu akan peduli dengan > rakyat daerah hilir >> e.  Berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai Wilayah Jateng > Ditjen SDA Dep PU untuk meningkatkan kapasitas dari sungai tersebut dan > memperkuat sungai2 primer di Kendal (e.g. Bodri, Blorong) secara lebih > permanen. Hal tersebut tidak bisa dilakukan dinas daerah karena selain > karena masalah anggaran, otoritas juga bukan pada dinas pengairan > daerah. >> f.   Menggalakkan penghijauan kawasan sekitar sungai > serta mentertibkan penggunaan wilayah sungai yang tidak semestinya, > misal mengenai kebersihan dan pengguna liar. >> vii.             >  Tahap penuntasan masalah secara sistemik jangka panjang: >> g.  Pencegahan penggundulan hutan, tata ulang aturan hak guna > hutan dan hak guna lahan di wilayah hulu, setidaknya yang ada di > kabupaten Kendal dulu, meski sebagian besar masuk wilayah kabupaten > lain. Selanjutnya kita koordinasikan masalah penggundulan hutan tersebut > dengan kementrian LH agar daerah hulu yang "nakal" bisa ditindak, karena > bagaimanapun juga menginvestasikan dana besar untuk pencegahan banjir di > wilayah hilir mustahil akan berhasil jika deforestation masih > berlangsung di hulu >> h.  Wacana pembangunan banjir kanal untuk mengalirkan air, > seperti teknologi jaman Belanda. Untuk investasi banjir kanal sepertinya > untuk jangka 10 tahun mendatang sepertinya belum perlu mengingat ukuran > Kendal yang masih dibawah 2 juta penduduk. >> i.   Pemahaman mengenai lingkungan terhadap warga dengan > berbagai penyuluhan dan memasukkan materi tersebut ke kurikulum muatan > local >> j.   Perancangan tata ruang wilayah dan tata guna lahan > yang memperhatikan lingkungan DAN MELAKSANAKANNYA secara konsisten dan > berkomitmen meskipun pergantian pemerintahan. >> viii.            > Kembali lagi, ada banyak pihak yang harus berperan dalam mengatasi > banjir, yaitu Pemda Hulu, Balai Besar Sungai, Pemda Hilir, > Masyarakat. >> ix.             >    Kata orang sih selamatan ke Nyi roro kidul > hehe…guyon.. >>  >>  >> >>  >> 4.     Orang-orang Kendal yang di perantauan > sering kebingunan ketika ditanya "Apa makanan khas Kendal?". Apakah > memang ada ? Apakah usul anda agar Kendal mempunyai ke-khas-an yang > mudah dikenal publik. >>  >> Jawab: >> Makanan khas Kendal: >> Yang saya tahu, hehe semoga tidak sampai dituduh mengklaim khasanah > daerah lain: >> (i)             >    Krupuk rambak, daerah pegandon >> (ii)             >  Krupuk tayamum (goreng wedi) daerah kaliwungu, >> (iii)            Sate > bumbon (sate sapi) >> Sebenarnya ya mungkin bukan mengenai khas yang CUMA dimiliki kab > Kendal saja, namun maksud bapak mungkin bagaimana agar khas2 yang ada di > Kendal bisa go nasional, >> Tentu saja, berbicara mengenai strategi teknis, yang bisa saya > sarankan a.l: >> i.             >       Pembangunan pusat oleh2 khas Kendal di > jalan pantura dan pusat2 wisata, sepertinya hal tersebut yang sudah > dilakukan daerah2 lain di Jawa Tengah >> ii.             >     Selain itu festival2 seperti festival kerupuk dll > juga cukup berperan untuk lebih memperkenalkan khasanah lokal. >> iii.             >   Model pasar /mall batik di pekalongan juga bisa kita adopsi > menjadi pasar/mall krupuk dan menjadi sentra industry khasanah daerah, > seperti batik di pekalongan, ndok asin di Brebes dan ukiran di Jepara. >> iv.             >    Tentunya staff dinas pariwisata akan saya rekrut dari > lulusan marketing atau kita upgrade SDM yg sudah ada agar lebih kreatif > dalam memasarkan pariwisata di Kendal >> v.             >      Bicara mengenai pariwisata, saya kira perlu > diadakan tahun kunjungan wisata di kabupaten Kendal secara besar2an, > tentu saja setelah semua infrastruktur pendukung siap. >>  >> 5.     Orang-orang Pariwisata sangat pesimis > ketika ditanya bagaimana mengembangkan pariwisata Kendal agar memberikan > sumbangan besar ke PAD. Adakah usul konkrit anda pada permasalahan ini ? >>  >> Jawab: >> Masalah pariwisata sudah sedikit banyak kita singgung di pertanyaan 1 > dan 4. Mengandalkan pariwisata sebagai penghasil PAD memang tidak mudah, > karena meskipun kita punya banyak potensi, namun infrastruktur kita > masih kalah dengan daerah lain. >> Untuk itu usul saya: >> i.             >       Pengembangan infrastuktur, baik fisik > maupun SDM. Pengembangan Infrastruktur fisik bisa dicapai misalnya > dengan pembangunan pusat2 wisata, pelayanan, jalan akses yang memadai, > terminal dan public transport yang terjangkau ke tempat wisata, dll >> ii.             >     Peningkatan SDM saya akui menjadi tantangan > terbesar, karena dari kultur masyarakat sendiri yang masih kultur petani > atau nelayan, tidak seperti masyarakat Bali yang sudah berbudaya > pariwisata. >> iii.             >   Sebenarnya, saya tidak akan menekan pariwisata sebagai sumber > PAD yang besar, karena bagaimanapun juga pengembangakn pariwisata harus > dibarengi dengan investasi infrastuktur berbiaya besar. Dengan anggaran > terbatas, pembangunan infrastuktur ekonomi dan pelayanan masyarakat akan > lebih saya prioritaskan. Karena bagaimanapun juga, setiap daerah > mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lain, sehingga sangat > tidak bijak jika latah untuk menginvestasikan cost yang besar untuk area > yang bukan merupakan advantage kita. >>  >> Namun kembali lagi, semua jalur yang ada untuk kepentingan kemakmuran > masyarakat harus kita optimalkan. >>  >> 6.     Tahukah anda tentang sejarah nama "KENDAL" > itu ? Bagaimana agar sejarah kabupaten ini banyak dipahami oleh > generasi muda. >>  >> Jawab: >> Tahu, baca Wikipedia saja sudah ada gambaran, meski sumbernya belum > ada yang benar2 kuat. http://id.wikipedia .org/wiki/ Kabupaten_ Kendal >>  >> Agar lebih dipahami generasi muda, strateginya a.l.: >> (i)             >    Kita susun suatu buku (sepertinya dalam proses) mengenai > sejarah Kendal berdasarkan ahli2 sejarah dan sumber2 keraton yang ada > agar tersusun menjadi buku sejarah Kendal secara komprehensif. >> (ii)             >  Kemudian, materi tersebut saya instruksikan agar dimasukkan pada > muatan lokal di tingkat SD dan SMP sebagai suplemen bahasa jawa ataupun > sejarah. >> (iii)            > Perlunya dilestarikan, site2 dan peninggalan2 sejarah yang ada di > Kendal, sehingga pada nantinya bisa dibangun semacam museum Kendal >> (iv)             > Event2 kultural semacam syawalan, nyadran, pasar wage dll juga harus > dilestarikan. >> Kembali lagi, bahasan bapak banyak yang berhubungan dengan pariwisata > seperti yg sudah saya jelaskan di pertanyaan2 sebelumnya >>  >> 7.     Kendal terkenal sebagai "Produsen TKW" ke > luar negeri, yang tersebar di Malaysia, Arab, Hongkong, Taiwan, dll. > Bagaimana sebaiknya peran Pemda Kendal dalam upaya melindungi warganya > di negara lain, sekaligus memberikan kontribusi kepada pembangunan > Kendal. >>  >> Jawab: >> Berbicara tentang TKW, saat ini Kendal merupakan eksportir TKW > terbesar kedua se â€"Jawa Tengah. Ini bisa menjadi kebanggaan dan > pemasukan PAD yang besar meski ironi dengan pelayanan yang mereka > terima. >> Peran Pemda dalam hal ini dipegang oleh Dinas Nakertrans adalah sbb: >> i.             >       Memberikan pelatihan keterampilan dasar, > misalnya bahasa inggris, komputer dll >> ii.             >     Memastikan, segala persiapan dan persyaratan > legalitas harus dipenuhi sebelum memberangkatkan para TKI. Lebih > teknisnya menindak tegas para agen TKI yang "nakal" dan ilegal. Dengan > adanya kelengkapan legalitas tersebut, maka jaminan asuransi, hukum dll > bisa lebih mudah kita koordinasikan dengan pihak kedutaan dan deplu jika > ada permasalahan. >> iii.             >   Mulai akan kita galakkan SMK sebagai penceetak tenaga kerja > yang siap kerja. Pada akhirnya target saya, kita bisa mengurangi TKI tak > terdidik/terlatih dengan menggantinya dengan TKI terlatih dengan > pendidikan minimal SMK. >> iv.             >    Selain daripada persiapan TKI sebelum berangkat > tersebut, hal lain yang perlu saya soroti adalah bagaimana pihak > keluarga TKI mempergunakan uangnya di Kendal. Seringkali, uang kiriman > tersebut tidak lama kemudian akan habis dan kemiskinan pun masih tetap > berlangsung meskipun mereka menerima kiriman jutaan rupiah. Masyarakat > perlu kita arahkan untuk menggunakan uang tersebut menjadi lebih > produktif, sehingga akan lebih bermanfaat. Contoh kongkritnya misalnya: > kita berikan pelatihan wirausaha dan pemberdayaan UKM, sehingga pada > akhirnya uang kiriman tersebut tidak habis pada kegiatan konsumsi namun > bisa menjadi modal usaha. >>  >> Bagi saya, TKI hanya sebagai pilihan pekerjaan sementara bagi > masyarakat Kendal, yang menjanjikan income yang sangat besar dalama > waktu singkat. Namun hal itu tidak boleh menjadi pilihan pekerjaan yang > permanen turun temurun, karena sustainability dari TKI tersebut tidak > menjamin. Kita lebih berusaha agar tercipta lapangan pekerjaan yang > tidak kalah menjanjikan di Kendal dan lebih sustainable baik dari segi > peningkatan pendapatan masayarakat maupun pemasukan kas daerah. Apalagi, > di era ACFTA yg dimulai awal 2010 ini, dibutuhkan para tenaga kerja yang > siap bersaing di ASEAN dan peningkatan produk lokal agar bisa bersaing > dengan negara-negara ACFTA. >>  >> Masalah tenaga kerja pada intinya bersumber dari 2 akar, (i) kebijakan > bidang pendidikan, dan (ii) kebijakan mengenai iklim Usaha Mikro Kecil > dan Menengah. Alih-alih menjabarkan panjang lebar mengenai TKI, kita > harus lebih memfokuskan effort kita untuk mengembangkan 2 sektor tadi. > Korridor kebijakan saya adalah: >> k.  menggalakkan SMK sebagai pencetak tenaga kerja siap kerja >> l.   menjadikan Kendal bebas buta aksara >> m. pelayanan perijinan usaha yang cepat dan transparan >> n. peningkatan UMKM dengan cara bantuan pelatihan dan permodalan > bagi Usaha Mikro dan Menengah, sebagai tulang punggung perekonomian >> o.  pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Kendal sebagai > buffer dari ibukota Jawa Tengah >> p.  investasi infrastuktur yang lebih berpihak pada > peningkatan ekonomi rakyat (dibandingkan membangun Stadion OR yang tidak > berdampak besar bg rakyat). >> q.  Menarik investor untuk berinvestasi di Kendal sebagai > upaya cepat peningkatan income masyarakat. >>  >> Kembali lagi, pada intinya TKI merupakan solusi instan sementara dan > unsustainable. Untuk itu perlu peningkatan di 2 sektor utama (pendidikan > dan UMKM) sebagai basis pengembangan ekonomi rakyat. >>  >> 8.     Berdasarkan perkembangan perdagangan, > terlihat WELERI dan KALIWUNGU lebih berkembang dari KOTA KENDAL. Padahal > biasanya ibukota kabupaten harusnya lebih ramai. Bagaimana pendapat anda > tentang fenomena ini. >>  >> Seperti banyak yang sudah diutarakan rekan2, saya sependapat dengan > teman2 bahwa, pusat pemerintahan tidak harus menjadi pusat bisnis, dah > bahkan terbuti di beberapa tempat pemisahan pusat pemerintahan dengan > pusat bisnis berdampak bagus bagi kemajuan daerahnya. >> Sekilas mengenai kenapa WELERI dan KALIWUNGU bisa lebih berkembang > secara bisnis dibanding Kota KENDAL dan issue2 yg saya amati adalah sbb: >> i.             >       KALIWUNGU merupakan junction antara > wilayah kawedanan Boja dengan Kendal pantura dan Kota Semarang, sehingga > menjadikan kaliwungu sebagai pusat perdagangan yang melayani 3 area > tersebut. Permasalahan yang ada adalah kemacetan pada sekitar pasar > (pasar pagi, pasar sore, rel kereta) karena traffic lokal begabung > dengan traffic interlokal, namun hal itu sedikit banyak sudah teratasi > dengan adanya ring-road. >> ii.             >     WELERI merupakan hub antara kawedanan Sukorejo, > Kendal pantura dan KAbupaten Batang (terutama daerah gringsing dan > plelen yg relatif jauh dari pusat kota Batang). Permasalahan yang ada > hampir sama dengan kaliwungu (macet), dan diatasi dengan cara yg sama > pula (ring-road). Mengenai weleri ada 2 issue transportasi yang bisa > dikembangkan. 1. terminal Bahurekso, permasalahannya ada pada > ketidak-sinkronan antara kebijakan/aturan komitmen pelaksanaan aturan, > sehingga infrastuktur yang sudah terbangun pun mangkrak, kita akan kaji > lagi permasalahan yang diwariskan oleh pemerintah sebelumnya tersbut > bagaimana solsui terbaiknya bersama dinas terkait, pengusaha angkutan > dan masyarakat tentunya. 2. stasiun weleri, Kendal mempunyai stasiun > kereta yang belum optimal penggunaannya, perlu pengkajian untuk > memberdayakan stasiun weleri untuk mendukung perekonomian wilayah, > apakah dengan mengaktifkan menjadi stasiun barang atau dengan >> skema lain. >> iii.             >   Mengenai Kota Kendal, salah satu sebab perkembangan kota > Kendal tidak secepat 2 daerah tersebut antara lain karena Kota Kendal > tidak mempunyai akses (atau tidak mehubungkan) wilayah Kendal pantura > dengan wilayah atas. Akses yang ada hanya jalan di daerah magangan yang > bukan merupakan jalan besar. Namun kembali lagi, arah kebijakan saya, > akan lebih mendorong kendal sebagai pusat pemerintahan dan pusat jasa > (pusat pendidikan, dan pusat kesehatan). Sejauh ini saya belum melihat > adanya teori yang berpendapat bahwa pusat bisnis harus sama dengan pusat > pemerintahan, bahkan ide2 pemisahan lah yang lebih banyak beredar. >>  >> 9.     Masyarakat kendal juga banyak yang mulai > aktif pada komunikasi via internet, terutama jejaring sosial melalui > mailing list, website dan facebook. Apakah anda terlihat aktif disana ? > mana buktinya ? dan apa manfaat media itu bagi kepemimpinan anda 5 tahun > ke depan ? >>  >> Jawab: >> Saya sendiri aktif dx gan... hehehe.. minta cendolnya dx.. add BBM > saya gan... >> Melihat pesatnya perkembangan internet setelah 14 tahun ditemukan, > saya kira media internet ini bisa dikembangkan untuk kemakmuran rakyat, > poin-poin kebijakan saya adalah: >> i.             >       internet masuk desa, jangan pesimis dulu > karena melihat kinerja telkom daerah yang you know lah... targetnya > adalah ada sambungan internet minimal di balai desa dan SD negeri di > tiap desa, tentunya investasi di infrastuktur dan SDM harus juga kita > pikirkan, namun sepertinya hal tersebut cukup achievable dan saya > optimis di akhir pemerintahan saya, infrastuktur internet sudah siap di > wilayah Kendal >> ii.             >     WEBSITE DAERAH (KENDALKAB.GO. ID) yang terintegrasi > dengan pelayanan2 masyarakat, web ini harus mempunyai fitur2 seperti > blog masysarakat kendal, pelayanan masyarakat kendal, telekonference > aparat daerah dll. Model e-government ini sudah dicontohkan daerah > Sragen, dan sepertinya dengan kemauan yang kuat, kita bisa seperti > Sragen >> iii.             >   mengoptimalkan web sebagai sarana pendidikan, untuk itu > penambahan materi komputer dan web sekaligus pengembangan infrastuktur > komputer cluster di tiap smp wajib untuk digalakkan >> iv.             >    memperkenalkan web sebagai alat marketing bagi pebisnis2 > di Kendal, dengan adanya suatu web (WEBSITE: BISNISKENDAL. COM) yang > memperkenalkan dan mempromosikan bisnis2 unggulan di kendal bukan tidak > mungkin UMKM di Kendal bisa lebih mudah go international. Selain juga > melayani pengusaha2 level menengah ke atas untuk bersaing di kancah > nasional. >> Pada intinya ada dua area yang harus kita kembangkan, infrastuktur > keras (jaringan) (dijelaskan poin i dan iii) dan infrastuktur lunak > (website)(dijelaska n poin ii dan iv). Sepertinya untuk web cukup itu > dulu sebagai langkah awal (tidak bermuluk2 dulu dengan integrated web > untuk tiap rumah, e-trading, dll) >>  >> 10. Bagaimana mengubah potensi pertanian yang cenderung bernilai > ekonomi rendah menjadi bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat > sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Kendal. Jelaskan dengan contoh > konkrit ! >>  >> Jawab: >> Masalah pertanian sudah sedikit banyak kita singgung di pertanyan 2. > penjelasan kongkrit Bagaimana mengubah potensi pertanian yang cenderung > bernilai ekonomi rendah menjadi bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat > sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Kendal adalah sbb: >>  >> Peningkatan potensi pertanian dari bernilai ekonomi rendah untuk > bernilai ekonomi tinggi pada dasarnya adalah dengan peningkatan mutu > hasil pertanian dan pengolahan hasil raw pertanian menjadi barang > olahan. >>  >> Contoh kongkrit: >> a.     gabah à beras, misal var IR64 harga > gabah kering panen (GKP)= Rp 2.400 harga gabah kering giling (GKG) Rp > 3.400,- menjadi harga beras kw medium 5000-7000, jika lihat > persentase, mak gabah panen 100% à GKG 130% à beras >200% bisa > dilihat keuntungan terbesar bukan pada petani namun pada jalur > distribusi, untuk itu diharapkan petani mengolah dulu gabahnya untuk > menjadi beras dahulu kemudian baru dijual ke pasar. Teknisnya, koperasi2 > pertanian akan kita berdayakan untuk pengolahan2 gabah tersebut sampai > pada level pemasaran beras, sehingga margin keuntungannya akan kembali > ke koperasi tersebut dan menyejahterakan petani.sumber: http://database. > deptan.go. id/smsharga/ qryreport. asp >> http://database. deptan.go. id/smsharga/ Laphrgpt. asp >> Hal itu terkait pula dengan investasi alat2 pengolahan yang kadang > tidak mampu oleh koperasi tersebut, namun jika kita mampu menggerakkan > koperasi tersebut untuk lebih bagus dalam hal manajemen, maka investasi > alat bukan masalah besar karena bisa dengan mudah kita mintakan subsidi > dari Deptan, tentu saja asal kita berprestasi. >> b.     Contoh lain: tembakau à tembakau > rajangan , brambang à bawang goreng, dll >>  >> Pada intinya untuk menggalakkan pengolahan hasil pertanian tersebut > Pemda Kendal akan berperan dalam: >> a.     Pelatihan SDM dan supervisi dari dinas > terkait >> b.     Bantuan modal dan peralatan bagi koperasi > atau UMKM yang berprestasi >> c.      Peningkatan pemahaman masyarakat > petani mengenai rantai perdagangan dari barang raw menjadi barang jadi > sehingga petani tidak dirugikan oleh tengkulak2 yang tidak bertanggung > jawab >> d.     Regulasi yang konsisten untuk menjamin > industri pertanian lebih berkembang >>  >>  >> Dari 10 pertanyan Pak Kundarto diatas, ada beberapa hal yang penting > namun mungkin belum ditanyakan, beberapa diantaranya adalah Pendidikan > dan Kesehatan, >> 11. Strategi Pendidikan, terkait dengan mutu pendidikan dan > kesejahteraan guru: >> i.  Standarisasi fasilitas sekolah, kita targetkan semua SD > di Kendal mempunyai fasilitas yang sama yaitu: (i) perpustakaan, (ii) > satu computer dengan sambungan internet, (iii) ruang UKS, (iii) lapangan > olah raga (basket/badminton/ volley). Sedangkan untuk SMP/SMA kita > targetkan mempunyai fasilitas minimal: (i) Perpustakaan, (ii) computer > cluster dengan sambungan internet, (iv) lapangan sepak bola. >> l.   Setelah fasilitas semua sekolah standard, kita > tingkatkan kualitas guru yang juga diiringi dengan peningkatan > kesejahteraan, Depdiknas sudah merancang system sertifikasi yang patut > kita support, selain juga Pemda akan menganggarkan insentive bagi > guru-guru di wilayah terpencil. >> m. Kita usahakan amanat undang-undang2 anggaran pendidikan 20% > dari apbd, hal itu akan dianggarkan untuk standardisasi fasilitas > sekolah, dan peningkatan kesejahteraan guru dan insentive >> n.  Kompetisi2 pelajar akan kita galakkan, untuk mengevaluasi > pemerataan kualitas pendidikan, begitu halnya kompetisi2 guru. >>  >>  >> 12. Pelayanan Kesehatan >> Kesehatan merupakan pelayanan yang harus diberikan pemerintah daerah > kepada rakyatnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan a.l: >> i.             >       Standardisasi pelayanan puskesmas pada > tiap kecamatan, yang dilengkapi dengan pusat bersalin dan kesehatan > keluarga, saya usulkan untuk puskesmas daerah terpencil mempunyai satu > mobil operasional, untuk mengatasi masalah aksesbilitas warga terpencil. >> ii.             >     Peningkatan kualitas pelayanan RSUD Kendal, > sepertinya perlu direformasi total. >> iii.             >   Penggalakan posyandu dan peningkatan kesehatan keluarga, akan > kita siapkan mobil kesehatan khusus untuk menjangkau daerah2 terpencil >> iv.             >    Pelayanan kesehatan 6 hari kerja di puskesmas >> v.             >      Revitalisasi kartu keluarga miskin dan > memberikan pengobatan gratis untuk penyakit2 tertentu bagi keluarga > pemegang kartu miskin, sesuai dengan jaring pengaman sosial. >>  >> Berikut paparan dari saya mengenai pertanyaan2 Bpk Kuntoro, semoga > tujuan kita bersama untuk Kendal yang lebih baik bisa tercapai, dan > mohon doa restu dan dukungan bapak2 semua untuk memimpin kabupaten > Kendal yang kita cintai ini. >>  >> NB: >> 1       Jawaban2 diatas disusun tanpa > memperhatikan faktor2: >> o Kondisi politik, permintaan DPRD dll >> o Kemampuan dan kualitas aparat pemerintahan yang ada saat ini >> o Kondisi apbd yang ada >> o Hal2 teknis diluar pengetahuan penulis >> 2       Untuk merespon, harap > mencantumkan nomor yang ada, agar lebih focus dan mudah membahasnya >> 3       Jawaban soal ujian ini dibuat > kurang lebih 4-5 jam dengan referensi sumber dari internet >>  >> Terima kasih, >> Regards, >>  >> -MasDib- >> > > ------------------------------------ _____ http://www.KendalOnline.Net _____ Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet <!--Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

