Dulu orang banyak ngga tahu mana itu sragen, begitu bupati-nya sangat
moncer dan visioner, sragen jd sangat terkenal..

On 2/16/10, Alfa Adib Ash Shiddiqi <[email protected]> wrote:
> Waalaikum salam,
>
> Terima kasih pak Kun atas kesediannya membaca corat coret saya. Mengenai
> siapa saya,  bisa dilihat pada Database yang sudah saya isi setelah
> daftar yang nampaknya tidak banyak dibaca. hehe, tidak perlu kan sampai
> saya kirim civi..hehe,
>
> kalau boleh saya menanggapi,
>
>     1. mungkin perlu dibuat thread khusus disini untuk diskusi
> pembangunan bandara kendal dilengkapi dengan data yang bisa kita
> kupas... karena tanpa data yang bisa kita akses bersama, akan sangat
> sulit berdikusi dengan sudut pandang yang sama melihat masalah.
>     2. mengenai pertanian, mungkin bapak-bapak di lapangan lebih tahu
> mengenai ini, terutama mahasiswa2 pertanian. kebetulan, bidang saya
> bukan disini,
>     3. kebetulan saya pernah belajar teknik sipil, namun saya kurang
> mengerti dengan teori DAS yang bapak maksud.. teori Daerah Aliran
> Sungai, jika mungkin ada reference-nya mungkin bisa kita diskusikan.
> Mengenai banjir lokal, saya lebih melihat bahwa permasalahannya ada pada
> endapan yang mengurangi kapasitas sungai tersebut, endapan bisa berupa
> tanah yang bapak maksud, (apakah itu montmorrilonite atau bukan saya
> belum tahu) ataupun sampah lingkungan. jika bapak punya referensi
> mungkin lebih membantu,
>     4. hahaha, saya tidak sepintar itu pak yang hapal harga gabah kering
> di luar kepala, sehingga saya perlu mengambil data2 sekunder dari
> internet. tujuan saya memberi referensi selain memberi regards pada yang
> punya ide asli juga untuk memperkuat argumen saya, agar tidak terkesan
> beropini tanpa dasar.
>     5. terima kasih appresiasi bapak, kita siap berkontribusi apapun
> untuk Kendal, meski tidak berkecimpung langsung di pemerintahan, bahkan
> saya sedang tidak di Kendal saat ini. hehe, btw katanya udah boleh calon
> perorangan ya... dan saya rasa, beliau2 calon bupati lebih mampu dari
> saya untuk mengembangkan Kendal, asal niatnya bukan untuk kepentingan
> pribadi.
>
> Terima kasih, pembahasan dari rekan-rekan lain, sangat saya nantikan,
>
> Jabat Erat,
>
> -MasDib
>
>
>
>
> --- In [email protected], muhamad kundarto <mask...@...>
> wrote:
>>
>> Assalamualaikum,
>> Â
>> Awalnya aku membuat pertanyaan atas permintaan seorang mahasiswa
> kendal yang bersemangat ingin memberikan pertanyaan2 itu untuk para
> calon bupati, sebagai langkah anak muda yang merasa memiliki
> kabupatennya.
>> Jawaban sengaja saya simpan agar tidak terkesan pada kandidat dapat
> menghafal dulu hehe.
>> Ternyata jawaban Alfa Adib Ash Shiddiqi adiba...@... sangat luar biasa
> lengkap, sampai memerlukan energi besar untuk membaca semua kupasannya.
> Saya malah jadi tertarik "siapakah mas Alfa ini", rasanya "jawaban anda
> menungjukkan kualitas tinggi". Mohon memberikan info latar belakang
> biodatanya.
>> Beberapa jawaban anda yang masih bisa saya tanggapi sbb. :
>> Â
>> - Pembangunan bandara di kab kendal lebih tepat dibanding pengembangan
> ke timur (demak, kudus). Alasannya, semarang kota dan pantai, demak,
> kudus bawah, pati bawah, dan rembang barat adalah DULUNYA LAUTAN secara
> geologi, sehingga kawasan ini sangat labil tanahnya dan mudah mengalami
> amblesan (subsidence) dan rob (intrusi air laut). Sedangkan kendal lebih
> stabil. cuma kelemahannya, tanah dikendal termasuk alluvial dan
> vertisol, yaitu lempung hitam yang mudah mengembang dan mengkerut.
> Secara sipil teknis, kendala ini dapat diatasi dengan pondasi lapisan
> pasir yang banyak. Pilihlah lokasi di dataran sebelah selatan jalur
> pantura.
>> Â
>> - masalah utama pertanian di kendal bukan di bagian produksi, karena
> lahanya subur. masalah utama adalah pada pengolahan pasca panen dan
> pemasaran.
>> Â
>> - Banjir di kendal tidak bisa hanya didekati oleh teori DAS. teori DAS
> cocok untuk kawasan sungai dan sekitarnya. Namun banjir lokal yang
> terjadi di desa-desa dengan selokan/sungai kecil, yang jauh dari sungai
> besar, lebih disebabkan oleh karakteristik tanah lempung hitam, dimana
> tanah ini kuat memegang air tapi sulit ditembus air dalam waktu
> singkat (infiltrasi terhambat). Sehingga hujan lebat yang terjadi akan
> cepat membentuk genangan lokal.
>> Â
>> Komentar umum :
>> - tadinya saya berpikir, luar biasa sekali apabila menjawab ini tanpa
> membuka pustaka, ternyata dibantu mas internet hehhee....
>> - 95% jawaban sudah sangat sesuai, dan sangat mirip jawaban ahli
> pengembangan wilayah atau planologi
>> - mas Alfa Adib Ash Shiddiqi adiba...@... layak diusulkan minimal
> sebagai tenaga ahli yang mendampingi Bupati. Kalo nyalon, sistem masih
> mengharuskan anda dirangkul partai hehhehee...
>> Â
>> salam hormat,
>>
>>
>>
>> Muhamad Kundarto
>> Pusat Studi Lahan LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta
>> Laboratorium Sistem Informasi Lahan FP UPN "Veteran" Yogyakarta
>> Â
>> HP: 08180 272 6112
>> http://mkundarto.wordpress.com/
>> Â
>> Â
>>
>> --- On Mon, 2/15/10, Alfa Adib Ash Shiddiqi adiba...@... wrote:
>>
>>
>> From: Alfa Adib Ash Shiddiqi adiba...@...
>> Subject: [kendal-online] Jawaban calon Bupati, hehehe
>> To: [email protected]
>> Date: Monday, February 15, 2010, 9:12 PM
>>
>>
>> Â
>>
>>
>>
>>
>> Membaca beberapa pertanyaan dari Pak Kundarto yang sangat berkualitas,
> saya jadi tertarik untuk berangan-angan memposisikan diri sebagai
> seorang calon Bupati dan mencoba menjawab pertanyaan2 beliau. Paparan
> saya dibawah ini masih banyak sekali kelemahan dan layak untuk dikupas
> habis, untuk itu saya memohon banyak pencerahan dari rekan2 semua. Untuk
> Kendal yg lebih baik.
>> -MasDib-
>> 10 pertanyaan Pak Kundarto
>> Â
>> 1.      Banyak orang tidak tahu KENDAL itu
> lokasinya dimana. Ini berarti Kabupaten Kendal belum banyak dikenal
> orang di negeri ini. Bagaimana strategi anda dalam memperkenalkan kendal
> pada kancah nasional ? Jangan lupa, jalur pantura selalu lewat kendal
> lho. Masak kalah tenar dibanding ALAS ROBAN.
>> Â
>> Jawab:
>> Strategi memperkenalkan Kendal pada kancah nasional dan internasional:
>> i.        Menggalakkan pariwisata yang
> sudah ada untuk go nasional dengan cara: (i) peningkatan kualitas
> pelayanan di daerah wisata, (ii) meningkatkan kualitas marketing melalui
> berbagai media, selain juga dengan event untuk memperkenalkan
> pariwisata.
>> ii.      Mengembangkan potensi2 pariwisata yang
> belum banyak berkembang dengan cara: (i) pembangunan infrastuktur baik
> jalan, cagar2 alam, listrik, telekomunikasi pada wilayah yang berpotensi
> besar (mengenai contohnya mohon dibantu mikir ya), (ii) membuat regulasi
> yang menarik bagi investor untuk berinvestasi pada sector pariwisata di
> Kendal (teknisnya saya akan koordinasikan dengan dinas terkait).
>> iii.    Menjadikan Kendal sebagai kabupaten berprestasi
> dalam berbagai bidang, misalnya Adipura, kota dengan PAD terbesar,
> pelayanan tercepat dll, (tapi yang jelas bukan kabupaten terkorup lho
> ya.. hehehe). Usul untuk sering masuk MURI bagus juga namun kurang
> efektif nampaknya.
>> iv.     Mengharapkan warga Kendal untuk lebih bangga
> memperkenalkan asalnya berasal dari Kendal instead of bilang dari
> Semarang.
>> v.       Namun tentunya, dibalik niat untuk
> memperkenalkan Kendal di kancah nasional harus pula ada tujuan untuk
> mensejahterakan dan meningkatkan taraf hidup warga Kendal, kan ga lucu
> kalo semua orang Indonesia tahu dimana itu Kendal namun rakyatnya g
> tambah makmur… jadi kembali lagi ke tujuan awal pemerintahan itu
> ada.
>> vi.     Bapak mengatakan Kendal bahwa Kendal ada di
> jalur pantura, memberi saya petunjuk bahwa potensi sebagai buffer dari
> Ibukota Jawa tengah (sesuai dengan RTRW Wilayah Jateng), bisa banyak
> dikembangkan sebagai perannya untuk menunjang kota Semarang, misalnya
> saja Insya Allah nanti akan dikembangkan Bandara di Kendal sebagai
> pengganti Ahmad yani, sehingga pada nantinya kendal pun bisa menjadi
> seperti tangerang bagi jakarta. Dan pertanyaan bapak pun akan terjawab
> dengan adanya Bandara (Nama pahlawan) Kendal.
>> Â
>> 2.      Kondisi lahan di Kabupaten Kendal ini
> sangat lengkap, dari pesisir pantai, kaki-lereng- puncak bukit/gunung.
> Jenis tanahnya juga sangat subur karena umumnya berupa endapan
> (alluvial) lempung hitam (vertisol). Hampir semua tanaman tropika bisa
> tumbuh di wilayah ini. Bagaimana strategi anda mengembangkan pertanian
> di Kabupaten Kendal yang notabene menjadi mata pencaharian dominan
> masyarakatnya ?.
>> Â
>> Jawab:
>> Strategi pengembangan pertanian:
>> Pada intinya bapak menjelaskan  tentang bagaimana suburnya tanah
> Kendal, namun kok pertaniannya kok stagnan saja bila gak mau dibilang
> mundur.Â
>> i.            Â
> Â Â Â Â Â Â  Memahami industry pertanian, bisa
> dipisahkan dalam 2 segmen, produksi dan penjualan.
>> Â Di bidang produksi, masalah yang ada yaitu a.l.: (i) ketiadaan
> modal petani, terutama jika gagal panen, (ii) kelangkaan pupuk, (iii)
> kurangnya awareness mengenai bibit unggul, (iv) permasalahan di irigasi,
> (v) teknologi pertanian yang belum berkembang.
>> ii.            Â
> Â Â Â Â  Untuk mengatasi permasalahan di bidang produksi
> tersebut, solusi dari saya:
>> a.   Mengembangkan dan menggalakkan koperasi2 di pedesaan
> (bisa KUD dll) yang bersifat simpan pinjam, targetnya tiap desa
> mampunyai koperasi tersebut karena selain sebagai pemenuhan kebutuhan
> anggotanya juga bisa menguntungkan untuk kas desa atau kas warga.
> Teknisnya saya akan perintahkan saudara Ka Dinas Koperasi untuk mencari
> model yang tepat yang sudah berhasil di Indonesia.
>> b.   Mengenai pupuk, sejujurnya policy mengenai pupuk ada pada
> pemerintah pusat sehingga pemda pun tidak bisa berbuat banyak. Namun
> tentunya saya sebagai kepala daerah tidak boleh hanya berdiam diri saja.
> Pemda mengenai dinas terkait akan berkoordinasi dengan badan badan
> pemerintah pusat, maupun Pabrik pupuk langsung untuk mengatasi
> kelangkaan pupuk tersebut, selain juga berkoordinasi dengan kepolisian
> merazia penjual2 pupuk yang "nakal" menimbun pupuk.  Terkait dengan
> dinas pertanian dan perdagangan, kita membahas kemungkinan dibentuknya
> badan daerah sebagai task force untuk mengatasi kelangkaan pupuk dan
> penjualan hasil pertanian.
>> c.   Mengenai irigasi, sekali lagi dinas terkait akan saya
> tekankan untuk menjaga debit air pengairan untuk sawah2 agar dijaga
> kelangsungannya
>> d.   Dan solusi2 teknis lainnya
>> iii.            Â
> Â Â  Selain masalah produksi, yang tidak kalah pentingnya adalah
> masalah penjualan. Terkadang kita panen raya, namun harga yang ada tidak
> memihak kepada petani. Strategi saya untuk itu:
>> e.   Pengolahan hasil pertanian. Dengan mengolah hasil
> pertanian yang masih raw, dan menjadi bahan olahan, harga hasil
> pertanian pun akan naik harganya. Teknisnya, kita akan menggalakkan
> pembangunan pusat2 pengolah hasil2 pertanian semisal seleb (bukan
> selebrity tentunya) dan pengolahan hasil pertanian lainnya.
>> f.    Pemasaran hasil pertanian dan hasil olahan. Salah
> satunya dengan mengembangkan pasar2 tradisional yang sudah ada sebagai
> farmer market yang mencukupi kebutuhan masyarakat Kendal.
>> g.   Kita akan fasilitasi petani untuk menjual hasil
> pertaniannya dengan pihak pabrik pengolahan langsung tanpa melalui
> tengkulak yang sering tuidak menguntungkan petani.
>> h.   Agroindustri juga harus kita galakkan di Kendal, saya
> rasa dengan policy yang bagus dan mendukung, para investor juga mulai
> akan melirik potensi pertanian di Kendal.
>> iv.            Â
> Â Â Â  Berbicara mengenai pertanian ada 3 komoditas (merakyat
> atau skala kecil) yang akan saya galakkan secara langsung. (i) tembakau,
> (ii) beras, (iii) bawang merah, dengan tentunya tidak melupakan hasil
> lain. Target saya adalah Kendal menjadi salah satu penghasil tembakau,
> beras dan bawang merah utama di Jawa tengah.
>> v.            Â
> Â Â Â Â Â  Ada juga issue pertanian yang tidak bapak
> tanyakan yaitu: (1) masalah Pabrik Gula Cepiring dan (2) Perikanan
>> i.    Pabrik gula cepiring. Kita akan koordinasikan dengan
> pihak PTPN IX, untuk menghidupkan kembali, namun kali ini lebih menjadi
> pengolah raw gula menjadi gula jadi, berikut referensi http://www.bi.
> go.id/NR/ rdonlyres/ A05690F9- 1637-43E7- A349-0FF566D13F2
> 9/10366/Boks4. pdf
>> j.    Mengenai perikanan, sebagai kabupaten di wilah
> pantura, tentunya perikanan menjadi potensi yang besar. Untuk
> mengembangkannya strategi saya a.l.:
>> i. Pembangunan dan peningkatan pusat pelelangan ikan dan pelabuhan
> nelayan,
>> ii.      Jika memungkinkan kita akan siapkan spbu
> khusus nelayan,
>> iii.     Intinya kita akan perintahkan dinas terkait
> untuk mencari model yang tepat untuk pengembangan perikanan di Kendal
> agar sejajar dengan wilayah pantura lainnya.
>> vi.            Â
> Â Â Â  Sebenarnya pertanian di Kendal perkembang pesat, namun
> itu hanya dinikmati pengusaha perkebunan skala besar dengan karet, kopi,
> kelapa kopra maupun kayu. Itu semua menjadi sumber PAD yg cukup besar
> bagi Kendal, namun ya saya paham dengan pendapat bapak, itu semua tidak
> menyentuh kehidupan masyarakat kecil dengan lahan terbatas.
> http://www.kendalka b.go.id/index. php?option=
> com_content&view=article&id=61:perkebunan-
> a-kehutanan&catid=39:perkebunan&Itemid=89
>> vii.            Â
> Â  Kembali lagi, tidak ada gunanya PAD besar namun tidak berbanding
> lurus dengan peningkatan taraf hidup rakyatnya.
>> Â
>> 3.      "Kendal Kaline Banjir" itu ujar-ujar
> bernada sindiran, bahwa wilayah sekitar jalur pantura di Kabupaten
> Kendal sering mengalami banjir di musim hujan. Mengapa ini terjadi ?
> Bagaimana dan darimana memecahkan masalah ini ?
>> Â
>> Jawab:
>> Hehe, terima kasih sentilannya pak. Lagu tersebut bisa juga menjawab
> soal no.1 hehehe
>> Mengapa ini terjadi ?
>> i.            Â
> Â Â Â Â Â Â  Secara teknis simple, air yang mengalir
> di sungai melebihi kapasitas dari sungai tersebut. Jadi ada 3
> kemungkinan: (i) air yang mengalir lebih banyak padahal kapasitas sungai
> tetap, (ii) air yang mengalir tetap, namun kapasitas sungai menurun,
> atau (iii) air mengalir lebih banyak dan kapasitas sungai menurun.
>> ii.            Â
> Â Â Â Â  Penyebabnya adalah:
>> a.   Air mengalir lebih banyak dari yang seharusnya disebabkan
> oleh: Hujan yang turun tidak terserap atau terhambat di daerah hulu
> sebagai dampak dari penggundulan hutan, sehingga air hujan pun akan
> direct run off ke sungai hingga mencapai laut.
>> b.   Kapasitas sungai menurun disebabkan oleh: adanya
> endapan-endapan lumpur dari hulu yang memang secara normal terjadi,
> namun dipercepat oleh ya itu tadi penggundulan hutan di wilayah hulu.
>> c.   Selain itu bisa juga dengan penggunaan sungai yang tidak
> sesuai dengan peruntukannya, namun poin a dan b diatas merupakan akar
> dari banjir. Reference: http://www3. interscience. wiley.com/
> cgi-bin/fulltext /117991490/ PDFSTART
>> Â
>> Bagaimana dan darimana memecahkan masalah ini ?
>> iii.            Â
> Â Â  Untuk menyelesaikan masalh banjir bisa dilihat dari 4 tipe
> penanganan. (i) tahap tanggap bencana, (ii) tahap pencegahan temporer,
> (iii) tahap pencegahan permanen, (iv) tahap penuntasan masalah secara
> sistemik jangka panjang.
>> iv.            Â
> Â Â Â  Tahap tanggap bencana: hal ini digawangi oleh SatKorlak
> Kendal dan Badan SAR terkait dengan dinas Pengairan. Untuk itu
> penanganan bencana akan kita anggarkan sebaik mungkin berkoordinasi
> dengan kementrian Kesra.
>> v.            Â
> Â Â Â Â Â  Tahap pencegahan temporer, sungai sungai yang
> ada akan kita perkuat tanggul dan tentunya untuk mencegah menurunnya
> kapasitas sungai, tindakan pengerukan atau istilah teknisnya normalisasi
> sungai harus dijadwalkan dengan lebih presisi. Hal ini menjadi fungsi
> dari Dinas pengairan daerah.
>> vi.            Â
> Â Â Â  Untuk Tahap pencegahan permanen, hal ini hanya bisa
> dilakukan dengan cara:
>> d.   Berkoordinasi dengan pemkab daerah hulu untuk memberantas
> penggundulan hutan, dan meminta mereka untuk lebih serius dalam regulasi
> penggunaan hutannya, meski itu cukup susah karena di era otonomi daerah,
> aturan tata ruang dan tata guna lahan merupakan otoritas pemerintah
> daerah hulu tersebut, dan karena mereka tidak terkena banjir (hanya
> longsor saja) sangat kecil kemungkinan pemda hulu akan peduli dengan
> rakyat daerah hilir
>> e.   Berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai Wilayah Jateng
> Ditjen SDA Dep PU untuk meningkatkan kapasitas dari sungai tersebut dan
> memperkuat sungai2 primer di Kendal (e.g. Bodri, Blorong) secara lebih
> permanen. Hal tersebut tidak bisa dilakukan dinas daerah karena selain
> karena masalah anggaran, otoritas juga bukan pada dinas pengairan
> daerah.
>> f.    Menggalakkan penghijauan kawasan sekitar sungai
> serta mentertibkan penggunaan wilayah sungai yang tidak semestinya,
> misal mengenai kebersihan dan pengguna liar.
>> vii.            Â
> Â  Tahap penuntasan masalah secara sistemik jangka panjang:
>> g.   Pencegahan penggundulan hutan, tata ulang aturan hak guna
> hutan dan hak guna lahan di wilayah hulu, setidaknya yang ada di
> kabupaten Kendal dulu, meski sebagian besar masuk wilayah kabupaten
> lain. Selanjutnya kita koordinasikan masalah penggundulan hutan tersebut
> dengan kementrian LH agar daerah hulu yang "nakal" bisa ditindak, karena
> bagaimanapun juga menginvestasikan dana besar untuk pencegahan banjir di
> wilayah hilir mustahil akan berhasil jika deforestation masih
> berlangsung di hulu
>> h.   Wacana pembangunan banjir kanal untuk mengalirkan air,
> seperti teknologi jaman Belanda. Untuk investasi banjir kanal sepertinya
> untuk jangka 10 tahun mendatang sepertinya belum perlu mengingat ukuran
> Kendal yang masih dibawah 2 juta penduduk.
>> i.    Pemahaman mengenai lingkungan terhadap warga dengan
> berbagai penyuluhan dan memasukkan materi tersebut ke kurikulum muatan
> local
>> j.    Perancangan tata ruang wilayah dan tata guna lahan
> yang memperhatikan lingkungan DAN MELAKSANAKANNYA secara konsisten dan
> berkomitmen meskipun pergantian pemerintahan.
>> viii.           Â
> Kembali lagi, ada banyak pihak yang harus berperan dalam mengatasi
> banjir, yaitu  Pemda Hulu, Balai Besar Sungai, Pemda Hilir,
> Masyarakat.
>> ix.            Â
> Â Â Â  Kata orang sih selamatan ke Nyi roro kidul
> hehe…guyon..
>> Â
>> Â
>>
>> Â
>> 4.      Orang-orang Kendal yang di perantauan
> sering kebingunan ketika ditanya "Apa makanan khas Kendal?". Apakah
> memang ada ? Apakah usul anda agar Kendal mempunyai ke-khas-an yang
> mudah dikenal publik.
>> Â
>> Jawab:
>> Makanan khas Kendal:
>> Yang saya tahu, hehe semoga tidak sampai dituduh mengklaim khasanah
> daerah lain:
>> (i)Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â
> Â Â Â  Krupuk rambak, daerah pegandon
>> (ii)Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â
> Â  Krupuk tayamum (goreng wedi) daerah kaliwungu,
>> (iii)Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â  Sate
> bumbon (sate sapi)
>> Sebenarnya ya mungkin bukan mengenai khas yang CUMA dimiliki kab
> Kendal saja, namun maksud bapak mungkin bagaimana agar khas2 yang ada di
> Kendal bisa go nasional,
>> Tentu saja, berbicara mengenai strategi teknis, yang bisa saya
> sarankan a.l:
>> i.            Â
> Â Â Â Â Â Â  Pembangunan pusat oleh2 khas Kendal di
> jalan pantura dan pusat2 wisata, sepertinya  hal tersebut yang sudah
> dilakukan daerah2 lain di Jawa Tengah
>> ii.            Â
> Â Â Â Â  Selain itu festival2 seperti festival kerupuk dll
> juga cukup berperan untuk lebih memperkenalkan khasanah lokal.
>> iii.            Â
> Â Â  Model pasar /mall batik di pekalongan juga bisa kita adopsi
> menjadi pasar/mall krupuk dan menjadi sentra industry khasanah daerah,
> seperti batik di pekalongan, ndok asin di Brebes dan ukiran di Jepara.
>> iv.            Â
> Â Â Â  Tentunya staff dinas pariwisata akan saya rekrut dari
> lulusan marketing atau kita upgrade SDM yg sudah ada agar lebih kreatif
> dalam memasarkan pariwisata di Kendal
>> v.            Â
> Â Â Â Â Â  Bicara mengenai pariwisata, saya kira perlu
> diadakan tahun kunjungan wisata di kabupaten Kendal secara besar2an,
> tentu saja setelah semua infrastruktur pendukung siap.
>> Â
>> 5.      Orang-orang Pariwisata sangat pesimis
> ketika ditanya bagaimana mengembangkan pariwisata Kendal agar memberikan
> sumbangan besar ke PAD. Adakah usul konkrit anda pada permasalahan ini ?
>> Â
>> Jawab:
>> Masalah pariwisata sudah sedikit banyak kita singgung di pertanyaan 1
> dan 4. Mengandalkan pariwisata sebagai penghasil PAD memang tidak mudah,
> karena meskipun kita punya banyak potensi, namun infrastruktur kita
> masih kalah dengan daerah lain.
>> Untuk itu usul saya:
>> i.            Â
> Â Â Â Â Â Â  Pengembangan infrastuktur, baik fisik
> maupun SDM. Pengembangan Infrastruktur fisik bisa dicapai misalnya
> dengan pembangunan pusat2 wisata, pelayanan, jalan akses yang memadai,
> terminal dan public transport yang terjangkau ke tempat wisata, dll
>> ii.            Â
> Â Â Â Â  Peningkatan SDM saya akui menjadi tantangan
> terbesar, karena dari kultur masyarakat sendiri yang masih kultur petani
> atau nelayan, tidak seperti masyarakat Bali yang sudah berbudaya
> pariwisata.
>> iii.            Â
> Â Â  Sebenarnya, saya tidak akan menekan pariwisata sebagai sumber
> PAD yang besar, karena bagaimanapun juga pengembangakn pariwisata harus
> dibarengi dengan investasi infrastuktur berbiaya besar. Dengan anggaran
> terbatas, pembangunan infrastuktur ekonomi dan pelayanan masyarakat akan
> lebih saya prioritaskan. Karena bagaimanapun juga, setiap daerah
> mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lain, sehingga sangat
> tidak bijak jika latah untuk menginvestasikan cost yang besar untuk area
> yang bukan merupakan advantage kita.
>> Â
>> Namun kembali lagi, semua jalur yang ada untuk kepentingan kemakmuran
> masyarakat harus kita optimalkan.
>> Â
>> 6.      Tahukah anda tentang sejarah nama "KENDAL"
> itu ? Bagaimana agar sejarah kabupaten ini banyak dipahami oleh
> generasi muda.
>> Â
>> Jawab:
>> Tahu, baca Wikipedia saja sudah ada gambaran, meski sumbernya belum
> ada yang benar2 kuat. http://id.wikipedia .org/wiki/ Kabupaten_ Kendal
>> Â
>> Agar lebih  dipahami generasi muda, strateginya a.l.:
>> (i)Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â
> Â Â Â  Kita susun suatu buku (sepertinya dalam proses) mengenai
> sejarah Kendal berdasarkan ahli2 sejarah dan sumber2 keraton yang ada
> agar tersusun menjadi buku sejarah Kendal secara komprehensif.
>> (ii)Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â
> Â  Kemudian, materi tersebut saya instruksikan agar dimasukkan pada
> muatan lokal di tingkat SD dan SMP sebagai suplemen bahasa jawa ataupun
> sejarah.
>> (iii)Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â
> Perlunya dilestarikan, site2 dan peninggalan2 sejarah yang ada di
> Kendal, sehingga pada nantinya bisa dibangun semacam museum Kendal
>> (iv)Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â
> Event2 kultural semacam syawalan, nyadran, pasar wage dll juga harus
> dilestarikan.
>> Kembali lagi, bahasan bapak banyak yang berhubungan dengan pariwisata
> seperti yg sudah saya jelaskan di pertanyaan2 sebelumnya
>> Â
>> 7.      Kendal terkenal sebagai "Produsen TKW" ke
> luar negeri, yang tersebar di Malaysia, Arab, Hongkong, Taiwan, dll.
> Bagaimana sebaiknya peran Pemda Kendal dalam upaya melindungi warganya
> di negara lain, sekaligus memberikan kontribusi kepada pembangunan
> Kendal.
>> Â
>> Jawab:
>> Berbicara tentang TKW, saat ini Kendal merupakan eksportir TKW
> terbesar kedua se â€"Jawa Tengah. Ini bisa menjadi kebanggaan dan
> pemasukan PAD yang besar meski ironi dengan pelayanan yang mereka
> terima.
>> Peran Pemda dalam hal ini dipegang oleh Dinas Nakertrans adalah sbb:
>> i.            Â
> Â Â Â Â Â Â  Memberikan pelatihan keterampilan dasar,
> misalnya bahasa inggris, komputer dll
>> ii.            Â
> Â Â Â Â  Memastikan, segala persiapan dan persyaratan
> legalitas harus dipenuhi sebelum memberangkatkan para TKI. Lebih
> teknisnya menindak tegas para agen TKI yang "nakal" dan ilegal. Dengan
> adanya kelengkapan legalitas tersebut, maka jaminan asuransi, hukum dll
> bisa lebih mudah kita koordinasikan dengan pihak kedutaan dan deplu jika
> ada permasalahan.
>> iii.            Â
> Â Â  Mulai akan kita galakkan SMK sebagai penceetak tenaga kerja
> yang siap kerja. Pada akhirnya target saya, kita bisa mengurangi TKI tak
> terdidik/terlatih dengan menggantinya dengan TKI terlatih dengan
> pendidikan minimal SMK.
>> iv.            Â
> Â Â Â  Selain daripada persiapan TKI sebelum berangkat
> tersebut, hal lain yang perlu saya soroti adalah bagaimana pihak
> keluarga TKI mempergunakan uangnya di Kendal. Seringkali, uang kiriman
> tersebut tidak lama kemudian akan habis dan kemiskinan pun masih tetap
> berlangsung meskipun mereka menerima kiriman jutaan rupiah. Masyarakat
> perlu kita arahkan untuk menggunakan uang tersebut menjadi lebih
> produktif, sehingga akan lebih bermanfaat. Contoh kongkritnya misalnya:
> kita berikan pelatihan wirausaha dan pemberdayaan UKM, sehingga pada
> akhirnya uang kiriman tersebut tidak habis pada kegiatan konsumsi namun
> bisa menjadi modal usaha.
>> Â
>> Bagi saya, TKI hanya sebagai pilihan pekerjaan sementara bagi
> masyarakat Kendal, yang menjanjikan income yang sangat besar dalama
> waktu singkat. Namun hal itu tidak boleh menjadi pilihan pekerjaan yang
> permanen turun temurun, karena sustainability dari TKI tersebut tidak
> menjamin. Kita lebih berusaha agar tercipta lapangan pekerjaan yang
> tidak kalah menjanjikan di Kendal dan lebih sustainable baik dari segi
> peningkatan pendapatan masayarakat maupun pemasukan kas daerah. Apalagi,
> di era ACFTA yg dimulai awal 2010 ini, dibutuhkan para tenaga kerja yang
> siap bersaing di ASEAN dan peningkatan produk lokal agar bisa bersaing
> dengan negara-negara ACFTA.
>> Â
>> Masalah tenaga kerja pada intinya bersumber dari 2 akar, (i) kebijakan
> bidang pendidikan, dan (ii) kebijakan mengenai iklim Usaha Mikro Kecil
> dan Menengah. Alih-alih menjabarkan panjang lebar mengenai TKI, kita
> harus lebih memfokuskan effort kita untuk mengembangkan 2 sektor tadi.
> Korridor kebijakan saya adalah:
>> k.   menggalakkan SMK sebagai pencetak tenaga kerja siap kerja
>> l.    menjadikan Kendal bebas buta aksara
>> m.  pelayanan perijinan usaha yang cepat dan transparan
>> n.  peningkatan UMKM dengan cara bantuan pelatihan dan permodalan
> bagi Usaha Mikro dan Menengah, sebagai tulang punggung perekonomian
>> o.   pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Kendal sebagai
> buffer dari ibukota Jawa Tengah
>> p.   investasi infrastuktur yang lebih berpihak pada
> peningkatan ekonomi rakyat (dibandingkan membangun Stadion OR yang tidak
> berdampak besar bg rakyat).
>> q.   Menarik investor untuk berinvestasi di Kendal sebagai
> upaya cepat peningkatan income masyarakat.
>> Â
>> Kembali lagi, pada intinya TKI merupakan solusi instan sementara dan
> unsustainable. Untuk itu perlu peningkatan di 2 sektor utama (pendidikan
> dan UMKM) sebagai basis pengembangan ekonomi rakyat.
>> Â
>> 8.      Berdasarkan perkembangan perdagangan,
> terlihat WELERI dan KALIWUNGU lebih berkembang dari KOTA KENDAL. Padahal
> biasanya ibukota kabupaten harusnya lebih ramai. Bagaimana pendapat anda
> tentang fenomena ini.
>> Â
>> Seperti banyak yang sudah diutarakan rekan2, saya sependapat dengan
> teman2 bahwa, pusat pemerintahan tidak harus menjadi pusat bisnis, dah
> bahkan terbuti di beberapa tempat pemisahan pusat pemerintahan dengan
> pusat bisnis berdampak bagus bagi kemajuan daerahnya.
>> Sekilas mengenai kenapa WELERI dan KALIWUNGU bisa lebih berkembang
> secara bisnis dibanding Kota KENDAL dan issue2 yg saya amati adalah sbb:
>> i.            Â
> Â Â Â Â Â Â  KALIWUNGU merupakan junction antara
> wilayah kawedanan Boja dengan Kendal pantura dan Kota Semarang, sehingga
> menjadikan kaliwungu sebagai pusat perdagangan yang melayani 3 area
> tersebut. Permasalahan yang ada adalah kemacetan pada sekitar pasar
> (pasar pagi, pasar sore, rel kereta) karena traffic lokal begabung
> dengan traffic interlokal, namun hal itu sedikit banyak sudah teratasi
> dengan adanya ring-road.
>> ii.            Â
> Â Â Â Â  WELERI merupakan hub antara kawedanan Sukorejo,
> Kendal pantura dan KAbupaten Batang (terutama daerah gringsing dan
> plelen yg relatif jauh dari pusat kota Batang). Permasalahan yang ada
> hampir sama dengan kaliwungu (macet), dan diatasi dengan cara yg sama
> pula (ring-road). Mengenai weleri ada 2 issue transportasi yang bisa
> dikembangkan. 1. terminal Bahurekso, permasalahannya ada pada
> ketidak-sinkronan antara kebijakan/aturan komitmen pelaksanaan aturan,
> sehingga infrastuktur yang sudah terbangun pun mangkrak, kita akan kaji
> lagi permasalahan yang diwariskan oleh pemerintah sebelumnya tersbut
> bagaimana solsui terbaiknya bersama dinas terkait, pengusaha angkutan
> dan masyarakat tentunya. 2. stasiun weleri, Kendal mempunyai stasiun
> kereta yang belum optimal penggunaannya, perlu pengkajian untuk
> memberdayakan stasiun weleri untuk mendukung perekonomian wilayah,
> apakah dengan mengaktifkan menjadi stasiun barang atau dengan
>>  skema lain.
>> iii.            Â
> Â Â  Mengenai Kota Kendal, salah satu sebab perkembangan kota
> Kendal tidak secepat 2 daerah tersebut antara lain karena Kota Kendal
> tidak mempunyai akses (atau tidak mehubungkan) wilayah Kendal pantura
> dengan wilayah atas. Akses yang ada hanya jalan di daerah magangan yang
> bukan merupakan jalan besar. Namun kembali lagi, arah kebijakan saya,
> akan lebih mendorong kendal sebagai pusat pemerintahan dan pusat jasa
> (pusat pendidikan, dan pusat kesehatan). Sejauh ini saya belum melihat
> adanya teori yang berpendapat bahwa pusat bisnis harus sama dengan pusat
> pemerintahan, bahkan ide2 pemisahan lah yang  lebih banyak beredar.
>> Â
>> 9.      Masyarakat kendal juga banyak yang mulai
> aktif pada komunikasi via internet, terutama jejaring sosial melalui
> mailing list, website dan facebook. Apakah anda terlihat aktif disana ?
> mana buktinya ? dan apa manfaat media itu bagi kepemimpinan anda 5 tahun
> ke depan ?
>> Â
>> Jawab:
>> Saya sendiri aktif dx gan... hehehe.. minta cendolnya dx.. add BBM
> saya gan...
>> Melihat pesatnya perkembangan internet setelah 14 tahun ditemukan,
> saya kira media internet ini bisa dikembangkan untuk kemakmuran rakyat,
> poin-poin kebijakan saya adalah:
>> i.            Â
> Â Â Â Â Â Â  internet masuk desa, jangan pesimis dulu
> karena melihat kinerja telkom daerah yang you know lah... targetnya
> adalah ada sambungan internet minimal di balai desa dan SD negeri di
> tiap desa, tentunya investasi di infrastuktur dan SDM harus juga kita
> pikirkan, namun sepertinya hal tersebut cukup achievable dan saya
> optimis di akhir pemerintahan saya, infrastuktur internet sudah siap di
> wilayah Kendal
>> ii.            Â
> Â Â Â Â  WEBSITE DAERAH (KENDALKAB.GO. ID) yang terintegrasi
> dengan pelayanan2 masyarakat, web ini harus mempunyai fitur2 seperti
> blog masysarakat kendal, pelayanan masyarakat kendal, telekonference
> aparat daerah dll. Model e-government ini sudah dicontohkan daerah
> Sragen, dan sepertinya dengan kemauan yang kuat, kita bisa seperti
> Sragen
>> iii.            Â
> Â Â  mengoptimalkan web sebagai sarana pendidikan, untuk itu
> penambahan materi komputer dan web sekaligus pengembangan infrastuktur
> komputer cluster di tiap smp wajib untuk digalakkan
>> iv.            Â
> Â Â Â  memperkenalkan web sebagai alat marketing bagi pebisnis2
> di Kendal, dengan adanya suatu web (WEBSITE: BISNISKENDAL. COM) yang
> memperkenalkan dan mempromosikan bisnis2 unggulan di kendal bukan tidak
> mungkin UMKM di Kendal bisa lebih mudah go international. Selain juga
> melayani pengusaha2 level menengah ke atas untuk bersaing di kancah
> nasional.
>> Pada intinya ada dua area yang harus kita kembangkan, infrastuktur
> keras (jaringan) (dijelaskan poin i dan iii) dan infrastuktur lunak
> (website)(dijelaska n poin ii dan iv). Sepertinya untuk web cukup itu
> dulu sebagai langkah awal (tidak bermuluk2 dulu dengan integrated web
> untuk tiap rumah, e-trading, dll)
>> Â
>> 10.  Bagaimana mengubah potensi pertanian yang cenderung bernilai
> ekonomi rendah menjadi bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat
> sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Kendal. Jelaskan dengan contoh
> konkrit !
>> Â
>> Jawab:
>> Masalah pertanian sudah sedikit banyak kita singgung di pertanyan 2.
> penjelasan kongkrit Bagaimana mengubah potensi pertanian yang cenderung
> bernilai ekonomi rendah menjadi bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat
> sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Kendal adalah sbb:
>> Â
>> Peningkatan potensi pertanian dari bernilai ekonomi rendah untuk
> bernilai ekonomi tinggi pada dasarnya adalah dengan peningkatan mutu
> hasil pertanian dan pengolahan hasil raw pertanian menjadi barang
> olahan.
>> Â
>> Contoh kongkrit:
>> a.      gabah à beras, misal var IR64 harga
> gabah kering panen (GKP)= Rp 2.400 harga gabah kering giling (GKG) Rp
> 3.400,-Â  menjadi harga beras kw medium 5000-7000, jika lihat
> persentase, mak gabah panen 100% Ã  GKG 130% Ã  beras >200% bisa
> dilihat keuntungan terbesar bukan pada petani namun pada jalur
> distribusi, untuk itu diharapkan petani mengolah dulu gabahnya untuk
> menjadi beras dahulu kemudian baru dijual ke pasar. Teknisnya, koperasi2
> pertanian akan kita berdayakan untuk pengolahan2 gabah tersebut sampai
> pada level pemasaran beras, sehingga margin keuntungannya akan kembali
> ke koperasi tersebut dan menyejahterakan petani.sumber: http://database.
> deptan.go. id/smsharga/ qryreport. asp
>> http://database. deptan.go. id/smsharga/ Laphrgpt. asp
>> Hal itu terkait pula dengan investasi alat2 pengolahan yang kadang
> tidak mampu oleh koperasi tersebut, namun jika kita mampu menggerakkan
> koperasi tersebut untuk lebih bagus dalam hal manajemen, maka investasi
> alat bukan masalah besar karena bisa dengan mudah kita mintakan subsidi
> dari Deptan, tentu saja asal kita berprestasi.
>> b.      Contoh lain: tembakau à tembakau
> rajangan , brambang à bawang goreng, dll
>> Â
>> Pada intinya untuk menggalakkan pengolahan hasil pertanian tersebut
> Pemda Kendal akan berperan dalam:
>> a.      Pelatihan SDM dan supervisi dari dinas
> terkait
>> b.      Bantuan modal dan peralatan bagi koperasi
> atau UMKM yang berprestasi
>> c.       Peningkatan pemahaman masyarakat
> petani mengenai rantai perdagangan dari barang raw menjadi barang jadi
> sehingga petani tidak dirugikan oleh tengkulak2 yang tidak bertanggung
> jawab
>> d.      Regulasi yang konsisten untuk menjamin
> industri pertanian lebih berkembang
>> Â
>> Â
>> Dari 10 pertanyan Pak Kundarto diatas, ada beberapa hal yang penting
> namun mungkin belum ditanyakan, beberapa diantaranya adalah Pendidikan
> dan Kesehatan,
>> 11.  Strategi Pendidikan, terkait dengan mutu pendidikan dan
> kesejahteraan guru:
>> i.   Standarisasi fasilitas sekolah, kita targetkan semua SD
> di Kendal mempunyai fasilitas yang sama yaitu: (i) perpustakaan, (ii)
> satu computer dengan sambungan internet, (iii) ruang UKS, (iii) lapangan
> olah raga (basket/badminton/ volley). Sedangkan untuk SMP/SMA kita
> targetkan mempunyai fasilitas minimal: (i) Perpustakaan, (ii) computer
> cluster dengan sambungan internet, (iv) lapangan sepak bola.
>> l.    Setelah fasilitas semua sekolah standard, kita
> tingkatkan kualitas guru yang juga diiringi dengan peningkatan
> kesejahteraan, Depdiknas sudah merancang system sertifikasi yang patut
> kita support, selain juga Pemda akan menganggarkan insentive bagi
> guru-guru di wilayah terpencil.
>> m.  Kita usahakan amanat undang-undang2 anggaran pendidikan 20%
> dari apbd, hal itu akan dianggarkan untuk standardisasi fasilitas
> sekolah, dan peningkatan kesejahteraan guru dan insentive
>> n.   Kompetisi2 pelajar akan kita galakkan, untuk mengevaluasi
> pemerataan kualitas pendidikan, begitu halnya kompetisi2 guru.
>> Â
>> Â
>> 12.  Pelayanan Kesehatan
>> Kesehatan merupakan pelayanan yang harus diberikan pemerintah daerah
> kepada rakyatnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan a.l:
>> i.            Â
> Â Â Â Â Â Â  Standardisasi pelayanan puskesmas pada
> tiap kecamatan, yang dilengkapi dengan pusat bersalin dan kesehatan
> keluarga, saya usulkan untuk puskesmas daerah terpencil mempunyai satu
> mobil operasional, untuk mengatasi masalah aksesbilitas warga terpencil.
>> ii.            Â
> Â Â Â Â  Peningkatan kualitas pelayanan RSUD Kendal,
> sepertinya perlu direformasi total.
>> iii.            Â
> Â Â  Penggalakan posyandu dan peningkatan kesehatan keluarga, akan
> kita siapkan mobil kesehatan khusus untuk menjangkau daerah2 terpencil
>> iv.            Â
> Â Â Â  Pelayanan kesehatan 6 hari kerja di puskesmas
>> v.            Â
> Â Â Â Â Â  Revitalisasi kartu keluarga miskin dan
> memberikan pengobatan gratis untuk penyakit2 tertentu bagi keluarga
> pemegang kartu miskin, sesuai dengan jaring pengaman sosial.
>> Â
>> Berikut paparan dari saya mengenai pertanyaan2 Bpk Kuntoro, semoga
> tujuan kita bersama untuk Kendal yang lebih baik bisa tercapai, dan
> mohon doa restu dan dukungan bapak2 semua untuk memimpin kabupaten
> Kendal yang kita cintai ini.
>> Â
>> NB:
>> 1Â Â Â Â Â Â Â  Jawaban2 diatas disusun tanpa
> memperhatikan faktor2:
>> o  Kondisi politik, permintaan DPRD dll
>> o  Kemampuan dan kualitas aparat pemerintahan yang ada saat ini
>> o  Kondisi apbd yang ada
>> o  Hal2 teknis diluar pengetahuan penulis
>> 2Â Â Â Â Â Â Â  Untuk merespon, harap
> mencantumkan nomor yang ada, agar lebih focus dan mudah membahasnya
>> 3Â Â Â Â Â Â Â  Jawaban soal ujian ini dibuat
> kurang lebih 4-5 jam dengan referensi sumber dari internet
>> Â
>> Terima kasih,
>> Regards,
>> Â
>> -MasDib-
>>
>
>


------------------------------------

_____ http://www.KendalOnline.Net _____
Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet

<!--Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke