Berita beginian bisa bernuansa politis.
Artinya kendal bisa kena getahnya.
sama dengan ketika ada penjahat dikaitkan dengan identitas dia bersuku, agama, 
warna kulit, dll.
Rasanya tidak etis mengaitkan perilaku seseorang dan kemudian berkesan 
digeneralisir ke ukuran yang jauh lebih makro.
Tapi kita juga kadang terjebak sendiri sih, kalo ada yang beken dan bagus, juga 
di-makro-kan. Misalnya pak Siswono yang terkenal itu kan asal kendal, sebagai 
orang kendal kita bangga. Tapi kalo dah ada berita kanibal ini, kita sebagai 
orang kendal ikut malu???
 
hehhehehhee....

 

--- On Sun, 3/7/10, zakie zakaria anshori <[email protected]> wrote:


From: zakie zakaria anshori <[email protected]>
Subject: [kendal-online] Pemuda Asal Kendal Kanibal Teman Sendiri di Batam
To: "kendal online" <[email protected]>
Date: Sunday, March 7, 2010, 2:18 PM


  







Mungkin ada yang belum baca? Cuman hanya untuk share aja.

Pemuda Asal Kendal Kanibal Teman Sendiri di Batam
Makan Jeroan Korban sebagai Ritual Ilmu Hitam

BATAM - Lelaki kanibal ala Sumanto ditemukan di Batam. Dia bernama Harun dan 
berusia 35 tahun. Berbeda dari Sumanto melakukan itu karena kondisi kejiwaannya 
terganggu, lelaki yang tinggal di belakang SMPN 12 Legenda, Batam Centre, 
tersebut melakukannya sebagai syarat untuk mempelajari ilmu kebal.

Perilaku nyeleneh lelaki asal Kendal, Jawa Tengah, itu terungkap setelah 
ditemukan mayat korbannya pada Rabu (3/3). Korban yang dikenali sebagai Fahmi 
Iswandi Sodikin itu tidak lain adalah rekan Harun, yang tinggal serumah.

Mayat Fahmi ditemukan dalam kotak tripleks dengan posisi telungkup. Berdasar 
pengakuan Harun, dia membunuh rekannya itu tiga bulan lalu. Selama ini, dia 
menyimpan mayat tersebut untuk dimakan bagian demi bagian tubuhnya setiap hari.

Untuk itu, dia mengawetkan mayat tersebut sehingga tidak berbau. ''Yang pertama 
dia makan adalah jantungnya,' ' ungkap petugas. Hari-hari berikutnya dia makan 
organ dalam korban satu demi satu. Kalau jantung korban dimakan mentah-mentah, 
organ yang lain dimasak terlebih dahulu dengan bumbu dapur atau dipanggang.

Selanjutnya, setiap malam Jumat dia makan daging tubuh korban, yang berasal 
dari Tegal, Jawa Tengah, tersebut. ''Itu bagian dari ritual mempelajari ilmu,'' 
kata Harun kepada Kapolsek Batam Kota AKP Suka Irawanto.

Menurut Suka, sebelum memotong bagian tubuh korban untuk dimakan, Harun 
menyembah mayat korban dan meletakkan sesajen di dekatnya. Dengan makan daging 
Fahmi, Harun yakin bahwa ilmu kebal yang dimiliki korban bisa berpindah 
kepadanya. ''Hasil visum menunjukkan, organ dalam korban sudah tidak ada,'' 
katanya.

Tim Forensik Poltabes Barelang juga menemukan bekas irisan yang rapi di 
beberapa bagian tubuh korban. "Sayatannya sangat rapi. Pelaku juga diduga 
mengambil beberapa tulang iga korban karena hilang ketika jenazahnya 
ditemukan," tutur dokter Novi, anggota tim forensik.

Terkait dengan penyebab kematian korban, Novi menduga akibat pukulan benda 
tumpul pada belakang kepala korban. Hal itu sinkron dengan pengakuan Harun yang 
memukul kepala korban dengan martil.

Yang lebih sadis, Harun juga mencabut dua gigi seri bagian atas korban untuk 
kemudian dijadikan kalung. ''Kalung itu saya pakai saat ritual malam Jumat,'' 
jelasnya.

Mayat korban ditemukan warga yang mencari telur entok di semak belukar di 
belakang sekolah itu. Mereka melihat kaki manusia yang muncul dari dalam kotak 
di antara tumpukan sampah dan barang bekas.

http://jawapos. com/halaman/ index.php? act=detail&nid=120938



Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!








      

Kirim email ke