fyi
kupasan tentang kandungan kimia dari rokok 

--- On Mon, 3/15/10, [email protected] <[email protected]> wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [upnvy] GERAKAN ANTI MEROKOK menjadi ANTI TEMBAKAU
To: [email protected]
Date: Monday, March 15, 2010, 1:04 PM


Yang namanya "udud" atau pun sejenisnya yang pakai tembakau itu ... uenak tenan 
rasanya ... tentu saja bagi penikmatnya tapi buat yang tidak biasa ya bikin 
pusing, mual, mengganggu pernapasan dan lingkungan atau seribu argumen lainnya.

Realitanya, telah banyak thesis, public info, ancaman maupun "diskriminasi" 
bahkan, misal pada setiap bungkus rokok sdh ada peringatan dapat menyebabkan 
kanker, serangan jantung, impotent, gangguan kehamilan dsb bahkan harga dan 
cukai terus meningkat, toh komoditi ini tetap diburu,
Kebun2 tembakau makin subur bahkan perdagangan tembakau tradisionil maupun 
lewat future trading diseluruh dunia tetap ramai, pusat2 penelitian juga tak 
ketinggalan meneliti entah kandungan atau bahaya tembakau dlsb artinya tanaman 
"karunia" Tuhan ini sangat "menarik" .. kalau kemudian muncul fatwa haram (kok 
ngga dari dulu ya .. !?) ya sah-sah saja .. Terlepas ada/tidaknya sponsor ..

Yang jelas poster hasil penelitian, menyebutkan katanya pada tembakau 
mengandung Cadmium, Polonium-210, Napthalene, Dimethyl-nitrosamine, Arsenic, 
Pyrene, Methanol, Phenol, Butane, Naphthylamine dan Urethane disamping nikotin 
sbg bahan addictive dan pada pembakaran tembakau menghasilkan Ammonia, 
Toluidine, Acetone dan Hydrogen Cyanide dsb 

Sebenarnya setiap pecandu tembakau sdh tahu bahayanya, persoalan sulitnya 
melawan kecanduan nikotin adalah alasan utamanya dan hal ini memang harus 
dipahami dan dicari solusinya

Dahulu dipasaran pernah tersedia set pipa khusus untuk menikmati rokok yang 
menjanjikan lama kelamaan pengguna akan berhenti merokok karena rasa rokok 
menjadi tidak enak ... Dsb

Akhir2 ini muncul "rokok dengan pematik khusus", tidak menghasilkan asap tapi 
siperokok seolah spt merokok biasa dengan rasa spt normalnya merokok ..
Kemudian ada juga "Quit smoking card" lempengan yang akan menyerap material 
penyebab addictive sehingga semua bahan negative yang ada pada rokok akan 
tereliminer, karenanya siperokok tetap dapat menikmati "udud"nya walau tanpa 
supply bahan addictive baru sehingga nicotine dlm darah akan "tercuci" oleh 
sistem metabolisme dan karenanya diyakini oleh produsennya dapat menghentikan 
kebiasaan merokok ... 

Akhirnya, harus diikuti niatan yang kuat untuk berhenti udud bukan karena 
fatwa, sponsor si rokok putih atau dari pihak manapun kecuali kesadaran dari 
dalam diri sendiri ...

Ahli Pertanian harus makin "intensip" meneliti untuk menghasilkan tanaman 
pengganti setara komoditi tembakau

Salam
Saya juga penikmat rokok tapi sudah mulai berkurang ... maaf belum bisa quit!!!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

------------------------------------

[Alumni UPN Veteran Yogyakarta - Republik Indonesia ] - "unofficial"

26 July 1998
unsubscribe : [email protected]
  subscribe   : [email protected]! Groups Links






      

Kirim email ke