Berbohong untuk kebaikan itu dibolehkan.
Jujur kan tidak selalu mengatakan. Jujur adalah mengatakan apa yang kita tahu, 
tetapi tidak semua yang kita tahu harus dikatakan.
 
Saya sangat setuju dengan Suami itu. Wanita memang cenderung lebih bisa 
menerima berita yang meng-enak-kan daripada fakta berita yang menyakitkan.
 
wassalam
 
kun
 

--- On Mon, 4/5/10, moh anto <[email protected]> wrote:


From: moh anto <[email protected]>
Subject: [kendal-online] Suami yang Sering Berdusta
To: [email protected]
Date: Monday, April 5, 2010, 8:56 AM


  









dari milis sebelah, smoga bermanfaat,, ,,,,,



  






Suami yang Sering Berdusta
 
Entah kapan saya punya keberanian untuk mengakui, mungkin suatu saat tanpa 
harus saya ceritakan, isteri akan tahu sendiri bahwa suaminya ini sering 
berdusta, dalam banyak hal. Kata orang, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, 
akan tercium juga. Sehebat apapun seseorang menyembunyikan kebohongan, suatu 
saat akan terbongkar, bagaimana pun cara dan jalannya. Setiap dusta harus 
ditutupi oleh dusta yang lain, parahnya semakin lama energi ini akan habis 
terkuras karena fitrah manusia itu adalah kebenaran. 
 
Ada nasihat yang bagus dari seorang sahabat sebelum saya menikah. Mudah sekali 
membuat wanita bahagia, kuncinya ada di telinga. Telinga dia dan telinga kita. 
Maksudnya, wanita itu hanya suka mendengar hal-hal yang indah dan menyenangkan. 
Maka ketika berbicara dengannya cukup bicarakan yang baik-baik, yang 
indah-indah dan hindari sesuatu yang bisa menyakitinya, meskipun itu sebuah 
kejujuran. Sebaliknya, ketika ia berbicara maka sediakan telinga kita seluas 
samudera untuk menampung segala cerita, kisah, curahan hati hingga keluh 
kesahnya.
 
Akhirnya waktu itu pun tiba, saya tak bisa lagi menahan untuk tidak bicara. 
Meskipun saya tahu, tanpa saya berterus terang pun isteri sudah bisa 
merasakannya. Mata batinnya selalu menyala, jiwanya selalu terasah untuk mampu 
menangkap sinyal-sinyal yang tak sesuai dengan kenyataan. Ia seperti tahu 
banyak hal yang sering saya sembunyikan, karenanya buat apa juga saya terus 
menahan hati untuk tidak berbicara empat mata dengannya.
 
Saya berterus terang, bahwa saya pernah mendustainya soal makan. Setiap pulang 
kerja, isteri hampir tak pernah absen untuk menyiapkan makan malam. Setiap kali 
isteri bertanya, “Makan sudah disiapkan, mau makan dulu apa mandi dulu?”. Nah 
disaat seperti inilah saya kerap berdusta, saya selalu bilang belum makan dan 
selalu menunggu untuk makan di rumah karena masakan isteri yang paling nikmat. 
Padahal, sering sebelum pulang ada rekan yang mengajak saya makan, atau 
teman-teman di kantor menyediakan makan malam. Saya berdusta untuk tetap 
menghormati isteri yang sudah sepenuh hati menyiapkan masakan, akan bagaimana 
perasaanya jika saya tak menyentuh makanannya?
 
Masih tentang makanan, saya juga pernah berdusta berkenaan soal rasa. Kadang, 
mungkin karena ia terlalu letih mengurus rumah dan anak-anak seharian, ada yang 
kurang dalam rasa masakannya. Kadang kurang garam, atau terlalu manis. Saya 
harus menyembunyikan ekspresi saya ketika makanannya kurang atau kebanyakan 
garam misalnya. Kalau soal yang satu ini, biasanya isteri langsung tahu karena 
ia pun ikut makan. Paling-paling ia bilang, “iiih kok nggak bilang kalau belum 
digaramin…” saya hanya tersenyum.
 
Saya pernah berdusta kalau sepulang kerja isteri bertanya, “Abi capek nggak? 
Ada yang mau Ummi bicarakan…”. Selelah apapun saya saat itu, selalu saya 
bilang, “masih seger begini kok, ayo kita bicara…”. Belum satu jam berbicara, 
beberapa kali mata ini terpejam menahan kantuk. “iih diajak bicara kok malah 
tidur…”. Segera saya membelalakkan mata dan bilang, “Nggak, tadi merem itu lagi 
menghayati kok…”, sering pula isteri masih berbicara saya benar-benar tertidur 
lelap. Esok paginya, saya benar-benar minta maaf kepadanya.
 
Kadang isteri bertanya, “Abi ada waktu? Sedang tidak sibuk kan?” Pertanyaan itu 
kerap ia lontarkan ketika saya sedang di rumah. Saya belum bilang kalau hari 
itu ada kegiatan atau ada acara lain di luar rumah. Tapi karena isteri yang 
meminta, maka saya katakan waktu saya sangat longgar hari itu. Maka kami pun 
berjibaku menyelesaikan pekerjaan rumah, namun diam-diam saya sambil kirim 
pesan singkat ke beberapa orang yang sudah terlanjur janji bahwa saya datang 
telat. 
 
Soal uang pun demikian. Saya sering berusaha untuk tidak berkata, “tidak punya 
uang” saat isteri bertanya, “masih punya uang nggak? Uang belanja sudah habis…” 
atau “anak-anak perlu beli buku baru, Abi masih ada simpanan?”. Tidak tega 
rasanya kalau harus “jujur” mengatakan saya tidak punya uang saat itu. Saya 
hanya ingin membuat isteri tenang menjalani aktivitasnya sebagai ibu rumah 
tangga tanpa harus memikirkan hal yang menjadi kewajiban saya. Jawaban untuk 
pertanyaan diatas, biasanya yang keluar dari mulut ini, “Ooh, perlunya kapan? 
Insya Allah akan selalu ada pada saat diperlukan.”
 
Satu lagi dusta yang sangat umum dilakukan banyak suami, meskipun sang isteri 
benar-benar tahu kalau suaminya berdusta dalam hal ini, tetapi ia tetap senang 
dengan “dusta” suaminya ini. Yakni ketika suaminya berkata, “Dik, kamu adalah 
wanita tercantik di dunia ini…” Ini bisa dibilang jujur, bisa juga dibilang 
dusta, tergantung bagaimana memandang dan memersepsikannya. Sejujurnya memang 
mungkin isteri kita bukanlah yang benar-benar tercantik di dunia, karena boleh 
jadi secara fisik mungkin ada yang lebih cantik darinya. Tetapi, jika ini 
diungkapkan berdasarkan perasaan cinta yang sebenarnya, maka wajar jika di hati 
sang suami hanya kecantikan isterinyalah nomor satu di dunia, bukan yang lain. 
Cantik wajahnya, terlebih hatinya. Ajaibnya, meskipun terdengar “merayu” tetap 
saja semua isteri paling suka “dusta” yang satu ini. 
 
Dik, maaf ya kalau suamimu ini sering berdusta… (gaw)
 


Bayu Gawtama 
Life-Sharer 




Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!



Berselancar lebih cepat. 
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)








      

Kirim email ke