ketidak berdayaan.........kepasrahan patuh......ketaatan patuh.... patuh... patuh.. patuh.. patuh.........konsitant.....istiqomah
surgakah...... ________________________________ From: moh anto <[email protected]> To: [email protected]; [email protected] Sent: Sat, April 10, 2010 10:48:56 AM Subject: [kendal-online] [Smiling Heart] Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik dari milis tetangga, bagi yang mempunyai anak perempuan kecil siap2 saja deh hehe,,,, > > >> > > > > > > > >> > > > > > > >Cerita sedih.... Hiks.... (Siapin tisu deh....) ________________________________ >Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki >>sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah >>seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama >>delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah 'saya >>pernah datang dan saya sangat penurut'.Anak ini rela melepaskan >>pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan >>sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese >>seluruh dunia. Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, >>yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang >>menghadapi kematian, dan dia rela melepaskan pengobatannya. Begitu >>lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia >>hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. > >>Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She >>Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. >>Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan >>hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin >>tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. > >>Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat >>dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan >>rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang >>kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat >>selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12. Melihat anak >>kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah, >>papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka >>kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya >>memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "Saya >>makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian >>papanya memberikan dia nama Yu Yuan. > >>Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang >>membesarkan seorang anak, tidak ada ASI dan juga tidak mampu >>membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan >>air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi >>lemah dan sakit- sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan >>sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan >>bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para >>tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar walaupun dari kecil >>sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. > >>Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan >>tumbuh dewasa. Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar >>biasa. > >>Mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan >>pekerjaan rumah, mencuci baju, memasak nasi, dan memotong rumput. > >>Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan >>anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, >>sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya >>mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi >>seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi >>sedih dan marah. Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri >>sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di >>sekolah. > >>Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi >>bangga di desanya. > >>Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk >>papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya >>diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan >>mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap >>kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. >>Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi >>bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. > >>Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada >>suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa >>air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal >>dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan >>pendarahan tersebut sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas >>desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga >>mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai >>bermunculan bintik- bintik merah. Dokter tersebut menyarankan >>papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. >>Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena >>antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri di kursi >>yang panjang untuk menutupi hidungnya. > >>Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir >>dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian >>mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar >>dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil >>tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. > >>Dokter yang melihat keadaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk >>diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan >>terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal >>yang memerlukan biaya sebesar $ 300.000. Papanya mulai cemas >>melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya >>memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai >>cara meminjam uang ke sanak saudara dan teman dan ternyata, uang >>yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil >>keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu >>satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang >>singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli. Melihat mata papanya >>yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus, dalam hati Yu Yuan >>merasa sedih. > >>Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun >>mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa, saya >>ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, >>"Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati?". "Saya adalah anak >>yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, >>tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah >>sakit ini." > >>Pada tanggal 18 Juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal >>huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak >>yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang >>berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah >>pulang ke rumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki >>permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia >>ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada >>papanya, "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya >>lihatlah foto ini". > >>Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota >>dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang >>dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan >>corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dia tidak rela >>melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. > >>Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin >>berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada >>akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. > >>Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di >>surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun >>yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin. Setelah mengetahui >>keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan >>sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita >>tentang anak yang berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri >>dan akhirnya menyebar ke seluruh kota Rong Cheng. > >>Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang >>sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke >>seluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk >>menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara >>panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang. Hanya dalam waktu >>sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese di dunia saja telah >>mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. > >>Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih >>semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan >>tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah >>tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu >>demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua >>orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di email >>bahkan menulis, "Yu Yuan, anakku yang tercinta. Saya mengharapkan >>kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat >>kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan >>sehat. > >>Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan >>menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang >>sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan >>alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima >>pengobatan dan dia sangat menderita di dalam sebuah pintu kaca >>tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk >>diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum >>padanya. > >>Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan >>proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. > >>Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan >>tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan >>pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari >>depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak >>berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu Yuan dari lahir >>sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang >>ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi >>anak perermpuannya, air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung. >>Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu >>memanggil dengan sebutan Shii Mama. > >>Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian >>dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang >>mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan >>hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk >>Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. >>Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang >>menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan di >>pencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah >>putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang >>pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan. > >>Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi >>sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak >>leukemia yang lain fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah >>melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada >>tanggal 20 Agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan, >>"Tante, kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya?". Wartawan >>tersebut menjawab, "Karena mereka semua adalah orang yang baik >>hati". Yu Yuan kemudian berkata, "Tante, saya juga mau menjadi >>orang yang baik hati". > >>Wartawan itu pun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang >>baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin >>baik". > >>Yu Yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan >>diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya." > >>Fu Yuan kaget sekali, membuka dan melihat surat tersebut. Ternyata >>Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. >>Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang >>menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman >>surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, >>tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan. >>Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih >>ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam >>belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Dia >>juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada >>orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat >>kabar. "Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong >>jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa >>dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin >>palang merah. > >>Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada >>orang- orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh". > >>Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang >>membasahi pipinya. "Saya pernah datang, saya sangat patuh", >>demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 >Agustus, karena pendarahan di pencernaan hampir satu bulan, Yu >>Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk >>bertahan hidup. Mula-mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan >>mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan >>di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun >>secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan >>transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat >>hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang >>ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa >>membantunya. > >>Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya >>meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan >>ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air >>sungguh telah pergi ke dunia lain. Di kecamatan She Chuan, sebuah >>email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak >>yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga >>yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan >>pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas >>langit, kepakkanlah kedua sayapmu. Terbanglah.. ..." demikian >>kata-kata dari seorang pemuda tersebut. > >>Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan >>gerimis. Di depan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan >>menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu >>Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan >>yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi >>orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang >>diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan. Di depan kuburannya >>terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu >>nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30 >>November 1996 - 22 Agustus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan >>singkat riwayat hidup Yu Yuan. > >>Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima >>kehangatan dari dunia. Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana >>540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita >>leukimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan >>itu adalah : > >>Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, >>Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari >>keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang >>melawan kematian. Pada tanggal 24 September, anak pertama yang >>menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil >>melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut >>wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan >>Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami >>diatas sana. > >>Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya >>dengan kata-kata 'Aku pernah datang dan aku sangat patuh'". > >>Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati. Seorang anak >>kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi >>kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan >>ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan >>respon yang luar biasa dari kalangan dunia. Walaupun hidup serba >>kekurangan, dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah >>contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, >>berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit >>kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi >>dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang pengasih. > > > ____________ _________ _________ _________ _________ __ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail. yahoo.com

