samsul ulum

The Forest Trust

wildlife&HCVF specialist

kaliwungu city, kendal, central java

www.tft-forests.org

--- Pada Kam, 15/4/10, andre andreas <[email protected]> menulis:

Dari: andre andreas <[email protected]>
Judul: [fkkm] Rezim SBY = Rezim Orba;  Mei Bulan Perlawanan Rakyat
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 15 April, 2010, 11:33 AM







 



  


    
      
      
      Maklumat Front Oposisi Rakyat Indonesia - Mei Bulan Perlawanan Rakyat 
“Tidak Ada Kesejahteraan dan Demokrasi” - Rezim SBY = Rezim Orde Baru

Kami maklumatkan “Mei Bulan Perlawanan” karena pada bulan ini tersimpan sejarah 
perlawanan rakyat terhadap Rezim Orde Baru yang melakukan pelanggaran hak asasi 
manusia berat, membunuh demokrasi dan merusak pola pikir bangsa Indonesia 
menjadi serakah dan biadab. Perlawanan rakyat itu mencapai kemenangan pada 21 
Mei 1998 dengan mundurnya Soeharto sebagai pemimpin tunggal yang berwatak 
otoriter. 

Kami maklumatkan kepada rakyat Indonesia agar menjadikan bulan perlawanan ini 
sebagai agenda politik untuk melakukan perlawanan kembali terhadap hadirnya 
tanda-tanda otoritarian di dalam Rezim SBY. Tak kita kehendaki pembunuhan 
terhadap demokrasi, terhadap rakyat yang didera krisis ekonomi dan kerusahan 
pola pikir bangsa menjadi agenda politik Rezim
 SBY dewasa ini

Inilah Kalender Mei Bulan Perlawanan Oposisi Rakyat Indonesia:

Tanggal Agenda Politik 
1 Mei  Hari Buruh Internasional (Mayday)
2 Mei  Hari Pendidikan Nasional
8 Mei  Hari Marsinah 
12-14 Mei  Hari Kejahatan Kemanusiaan Orde Baru (penembakan mahasiswa, 
kerusuhan Mei)
20 Mei  Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei  Hari Kemenangan Perlawanan Rakyat (jatuhnya rezim Soeharto)


1. Gagalnya Reformasi, Gagalnya Demokrasi 

Tujuh Setan Otoritarian. Sampai saat ini rakyat masih terbius oleh manipulasi 
pengertian bahwa reformasi telah berhasil mewujudkan demokrasi di Indonesia. 
Bukti-bukti itu ditandakan adanya keterbukaan ruang politik bagi
 aspirasi rakyat, tak ada kekuasaan tersentral yang dikendalikan militer, 
pemilu/pilkada telah dapat diselenggarakan langsung oleh rakyat, media massa 
mempunyai kebebasan pemberitaan, hak perempuan dalam politik dan perlindungan 
dari kekerasan pun telah diberikan. Sampai dewasa ini rakyat begitu yakin bahwa 
seluruhnya ini merupakan bukti demokrasi telah menjadi kenyataan. Marilah kita 
kaji kembali, apakah keterbukaan ruang politik itu menunjukkan perubahan 
kualitatif jika dikaji di lapangan realitas politiknya?  
  
maklumat selengkapnya (dan unduh dalam pdf)
http://lenteradiata sbukit.blogspot. com/2010/ 04/mei-bulan- perlawanan- 
rakyat-maklumat. html 
  
Solusi For Indonesia : Lima Prinsip Strategi Perjuangan
(sumber : MAKLUMAT PENDIRIAN FRONT OPOSISI RAKYAT INDONESIA) 

Kami menawarkan solusi untuk kesejahteraan rakyat melalui perjuangan yang 
membebaskan rakyat Indonesia dari kekuasaan Rezim SBY jongos Rezim Neoliberal, 
melalui Lima Prinsip Strategi Perjuangan:

(1) Mewujudkan Reforma Agraria
 Sejati; melalui prioritas program nasional pemerintah RI dalam hal ; (a) 
Penataan tanah dan sumber daya agraria secara jelas dan adil untuk lahan 
pertanian petani (petani gurem, nelayan, masyarakat adat dan kaum miskin 
pedesaan, yang juga memperhatikan kekhususan kepentingan perempuan), untuk 
penyelamatan ekologi, untuk pengembangan usaha, untuk pengembangan kota dan 
untuk keperluan pemerintahan. (b) Melakukan evaluasi terhadap kepemilikan tanah 
skala besar oleh perusahan asing, swasta nasional dan BUMN untuk diberikan 
pemanfaatannya kepada rakyat. (c). Penyelesaian sengketa dan konflik agraria 
secara menyeluruh dan adil. (d) Dukungan penguatan produksi, akses permodalan, 
teknologi dan perlindungan tata niaga yang adil dan berpihak kepada
 petani, yang juga mengkhususkan kepada kepentingan petani perempuan.

(2) Mewujudkan Keadilan Ekologis; yaitu hak untuk mendapatkan keadilan antar 
generasi yang memperhatikan prinsip keadilan gender, prinsip keselamatan 
rakyat, keberlanjutan jasa pelayanan alam dan perlindungan produktivitas 
rakyat, dimana semua generasi
 baik sekarang maupun mendatang, berhak terselamatkan dari ancaman dan dampak 
krisis, serta penghancuran sumber-sumber kehidupan rakyat.

(3) Pembangunan Industrialisasi Nasional; mengakhiri model produksi ekonomi 
kolonial dan para kompradornya (jongos) dengan membangun kemandirian ekonomi, 
industri dan keuangan nasional
 yang berpihak pada kepentingan buruh dan rakyat Indonesia, termasuk juga 
memperhatikan kepentingan perempuan.

(4). Mewujudkan Demokrasi Ekonomi; melalui penguasaan negara terhadap 
sumber-sumber produksi dan usaha-usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak 
(mineral, batubara, migas, hutan, air, tanah, laut, dll) dalam
 rangka pemenuhan hak dasar (pendidikan, kesehatan, pekerjaan) serta memperluas 
kegiatan produksi, yang dikerjakan oleh semua (dalam keadilan gender), untuk 
semua dibawah penilikan bersama dalam rangka mewujudkan kemakmuran rakyat 
banyak dan bukan kemakmuran orang per orang. Termasuk di dalamnya agenda 
penghapusan utang lama dan penghentian pembuatan utang baru untuk kemandirian 
ekonomi nasional.

(5) Penegakan HAM (Hak Asasi Manusia); melalui penghormatan, perlindungan dan 
pemenuhan hak dasar yang meliputi hak sipil politik serta ekonomi, sosial dan 
budaya, yang berkeadilan gender. Termasuk penghukuman yang adil dan tegas 
terhadap pelaku pelanggaran HAM.
  
 


      

    
     

    
    


 



  





__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

Kirim email ke