Atasnama berniat silaturahmi, lebih dari 10 tahun ini aku banyak membuka pertemanan di dunia maya. Dari sejak jaman chatting mIRc, email, mailinglist, yahoomessenger, sampai mewabahnya facebook. Bahkan aku juga membuat blog sebagai wadah kreatifitas menulis dan layanan komunikasi dengan pihak lain. Semua pertemanan memang banyak dinamikanya, karena karakter orang sangat bervariasi. Namun pengalaman minggu ini terasa sangat menyentuh batinku. Aku mempunyai seorang teman perempuan di facebook, sebut saja bernama AC. Kebetulan beberapa kali kami sering berkomunikasi. Agaknya dia juga menyukai artikel multitopik yang kukirim kepada semua anggota grup asmoro jiwo yang kukelola. Bahkan dia juga pernah curhat tentang kehidupannya. Beberapa minggu terakhir ini, aku sering minta dikirimi alamat download lagu, karena dia sering secara cuma-cuma membagikan alamat download lagu-lagu terbaru. Bahkan ketika upaya download sendiri kurang maksimal (baca: lagunya terpotong), aku minta dikirimi via email. Diapun dengan sigap melaksanakannya. Sampai suatu waktu, aku ngobrol dengan seorang teman perempuan yang kebetulan juga teman dekat AC. Aku begitu terkesima dan kaget ketika teman itu memberikan informasi, bahwa ternyata AC itu seorang..... tunanetra !!. Jujur, aku sangat terperanjat mendengar ini, karena sejauh komunikasi kami, yang memang selalu lewat tulisan, aku menganggap dia normal saja (baca: bisa melihat dengan mata). Kemudian aku bertanya, bagaimana AC bisa berkomunikasi dengan teman-temannya di facebook. Katanya menggunakan software JAWS, yang komputer secara otomatis akan membaca setiap tulisan di layar. Tapi memang dia tidak bisa mendeteksi gambar. Kemudian temanku itu memberikan saran penutup :"Sering-sering saja minta pertolongan AC. Dia akan sangat bangga apabila bisa memberikan bantuan pada orang lain...". Bagaimana dengan kita ?

