Saya tambahkan ya pak...! Untuk intro yg lebih dari1,misal ada 3 atau 4,bpk isi dgn:
Intro1: isi dgn intro lagu spt biasa. Intro2: isi dgn interlude. Intro3: isi dgn sinkop klau ada atau mgkn ada melody2 yg rada2 ribet. Begitu seterusnya sampai berapa buah intro tersedia. Nah dgn demikian bpk tinggal pencet2 intro aj lg pas masuk2 reff atau mgkn jg spoken. Kita contohkan aja ke lagu yg paling gampang n lagu ini jg tergolong sepuh,"Demi kau dan sibuah hati-Pance f.p" Intro lagu d intro1,melody menjelang msuk reff'TIAP HARI HINGGA MLM BERAKHIR...dst di masukan ke intro2,pas melody mau kembali ke bait2 bpk isi d intro 3.nah gitu aj terus mau bikin lagu itu jd non stop tgl pencet2 intro aj sampai mulut penyanyi jd berbusa he..he..he..:-D Slm, Deri. --- In [email protected], tedy_pas pasitunya <tedy_...@...> wrote: > > Saya juga mohon ikut bertanya kepada rekan-rekan di sini. > > Selama ini saya membuat style pada bagian intro1 selau sama dengan intro2, bagian ending 1 selalu sama dengan ending2. Saya belum tau pada saat mana kedua bagian yang sama itu berfungsi beda. Bukankah intro dan ending pada sebuah lagu hanya dilakukan 1 kali? Contoh lagu apa yang membutuhkan penggunaan kedua bagian itu berbeda? > > terima kasih sebelumnya atas tanggapan rekan-rekan semua. > > salam, > > tedy > Lebak Bulus Jkt.
