Setahu saya Ketron sudah ada sejak sebelum saya bisa main keyboard. Tetapi dari dulu, ya seperti itu saja, tidak pernah jadi market leader dan barangnya susah ditemui di Tanah Air. Sama seperti Farfisa, native keboardnya Italia. Jika saya mengibaratkan Yamaha, Roland, dan Korg seperti mobil Toyota, Honda, dan Daihatsu, maka Ketron seperti Roll Royce. Dia tidak perlu memproduksi banyak, tetapi produknya berkelas dan yang pasti mahal. Sama seperti RR, Ketron tidak pernah jadi market leader. Apakah karena dia tidak market leader atau produknya tidak banyak dijumpai di pasaran dia akan menjadi almarhum seperti Technics? Who knows?
--- In [email protected], "Antoni Pasaribu" <a_n_t_o_n_i_pasar...@...> wrote: > > Si Audya kayaknya hrs benar2 banyak berdoa nih:-) > setuju,pak. Sound yg real/flat butuh perjuangan untuk di cintai para > player keyb:-) > kalo ada gratisan saya mau tu promoin si ketron di desa saya..Wkwkwk > > Salam > ANTONI PASARIBU > http://solfegio.wordpress.com > > > --- In [email protected], Laurentius Agus- > Susanto <l_agussusanto@> wrote: > > > > Bisa jadi pak Tjandra, kalau benar spt yg dikatakan bhw suara > Ketron Audya lebih real dari Roland. > > Lha ....mayoritas pengguna & pendengar masih sulit untuk dpt > terima suara yg flat/real spt suara > alat instrument aslinya. Beruntung saja Roland masuk ke negeri ini > lebih awal dari Ketron dan sering dipakai oleh band/pemusik serta > sering terlihat ditayangkan di TV sehingga banyak juga pengemar > Roland. Mungkin Ketron perlu dipromosikan lewat band/pemusik yg > sering muncul di stage atau ditayangkan di TV, sehingga akan lebih > mudah dikenal khalayak. > > > > Salam, > > LAgS-Jkt. >
