Apa yang dikatakan Pak Tjandra benar, Ini untuk pendapat saya pribadi : Saya perlu dengan dua keyboard, bukan distylenya, tapi dimelodynya, ini tergantung lagu yang bakal dibawakan, Misal kalau lagu dangdut melody, string saya pakai dibawah, sedangkan flut (suling ) , sax atau yang lainnya saya taruk diatas, Karena ada lagu yang melodynya saling sambung secara bersamaan ketukan ( langsung sambar melody).
Bila lagu pop ; piano, dan sejenisnya saya taruk dibawak, sedangkan string, violoin dll saya taruk diatas, ini tinggal bagaimana mengaturnya saja. Sebenarnya satu keyboard sudah cukup, tapi ada beberapa lagu saling bersamaan bunyi dan pada satu chord, misal bunyi piano dan melody secara bersamaan dengan chord yang tidak pindah, kalau chord pindah ... ini yang harus cepat, untuk saya pribadi Korg PA-80 kalah satu langkah, makanya saya pakai keyb satu lagi, sudah diset voicenya tanpa mengutak ngatik lagi langsung pencet tuts keyb. Ini semua tergantung dari pemahaman pribadi masing masing, mana yang enak dirasakan waktu main, tancap............. Untuk bunyi yang mirip atau orisinil( apa style, apa melody ) , disini saya tidak bisa memberi komentar, tergantung dari kehandalan keybnya, Masalah cara buatnya, disini ada pakarnya kannnn, tapiiiiii.... kalau keybnya tak - ada fasilitas untuk membuat style seakan mirip bunyinya , apa hendak dikata....................., From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of VW music Sent: 27 Januari 2009 13:56 To: [email protected] Subject: Re: Bls: Bls: [KeybOrg Style-File] Kbd Arranger vs Synth Kenyataannya, kebanyakkan ortung punya 2 keyb arranger biasanya justru tdk optimal. Contoh, kita balik ke posting mula2 dimana diceritakan punya yamaha dan korg, tapi yg dipakai mayoritas yamahanya. Kalau si user bisa pakai ke 2 nya bersamaan dan saling mengisi, mungkin benar deh itu bs optimal. Kembali ke contoh diatas, sebenarnya dgn satu keyb korg saja, mau main musik dangdut, musik pop tdk masalah selama si or tung bs membuat style di korg nya. Utk dangdut, jangan ditanya, kendang si korg sdh real, utk pop, kenapa mesti pakai merk lain? Bisa khan si pemain membuat pop seperti punya nya merk lain yg terkenal karena popnya, no probelm khan cuma karena si pemain tdk bs membuat style, yah akhirnya cuma jalan pintas yakni dgn membeli keyb satu nya lagi. Setuju banget, yg membentuk selera audience memang si pemain sendiri. Kalau si pemain sdh tdk menggunakan suara real lagi maka lama kelamaan penonton menilai yg real itu justru bukan suara real tapi suara yg imitasi. sedang yg imitasi dinilai penonton, itu yg real.. Kalau sampai si pemain sdh mengedukasi yg tdk benar ke penonton, akhirnya bs ditebak, semua salah kaprah.. Ada pepatah seperti ini, 'utk belajar yg baik dan benar itu sulit sedang utk belajar yg tdk baik dan tdk benar itu, sebentar jg bisa'. TIA, P. Tjandra. --- In [email protected]<mailto:Keyboard_Organ_Style-File%40yahoogroups.com>, "Antoni Pasaribu" <a_n_t_o_n_i_pasar...@...> wrote: > > Setuju, mau pake 2 atau 2 truck keyb/synth, ga masalah, yg penting > optimal. Tp kl ga punya duit lg buat beli synth lg gmn? Wkwk > Kl saya sendiri dari dulu ga mau 'memaksakan kehendak' pada si keyb. > Misal di E50, krn keunggulannya ada di sound akustik, ya saya > tonjolkan itu. Pas di suatu acara lg ada pengunjung yg sekiranya > pemerhati musik, ya saya ga mainkan style yg suara gendangnya di > mirip2in, tp saya mainkan style dangdut yg berformat full band:-) dan > mereka berdecak kagum mendengar suara drum, lalu lupa dgn suara > gendang...He..He..He.. > Dan sejauh ini, beberapa kali saya bawa keyb itu ke acara ortung, ga > pernah ada yg komplain:-) > terakhir, yg membentuk selera masyarakat itu, salah satunya ya > ortung. Audiens sih nerima aja:-) misal, dulu sempat sebuah style > dangdut dipake hampir di sluruh ortung daerah Jambi n Sumbar, padahal > bunyi gendang di style tsb adalah TING TONG bukan TAK TUNG... > wkwkwkwk dan kynya ga ada audiens yg protes, krn di Indonesia selalu > mengutamakan sistem VOTING:-) berhubung suara dr audiens LEBIH BANYAK > yg ga peduli, yah...Mereka deh yg menang...He..He..He.. > > Salam > ANTONI PASARIBU > http://solfegio.wordpress.com > > > --- In > [email protected]<mailto:Keyboard_Organ_Style-File%40yahoogroups.com>, > Wisnu Himawan > <keyboardman_wis@> wrote: > > > > Iya btl pak Tutug, kembali ke basic aliran kt dlm bmusik. Bg sy > pribadi misalnya, yg lbh byk main di aliran pop jd tdk tlalu > mpermasalahkan kendang di e60 sy yg byk dianggap krg real dbanding > kbd korg, bgt jg mungkin sebaliknya bg player yg py basic music lain. > Sy bs lagu dangdut satu aja boro2..hehehe..Gak worth mmg kalo kt beli > arranger lg, cm buat nuruti permintaan audiens. > > > > > > Wisnu >
<<inline: image001.jpg>>
<<inline: image002.jpg>>
